obligasi INDONE$14 menuju INVE4+M3N+ grade … 240711_210517

ets-small

Bisnis.com, JAKARTA– Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berharap perbaikan rating dari Standard & Poor’s dapat meningkatkan investasi langsung mengingat risiko pembiayaan investasi di Indonesia kian mengecil.

Saat ini, Indonesia telah mendapatkan status ‘investment grade’ atau ‘layak investasi’ dari tiga lembaga pemeringkat utama internasional yakni Standard & Poor’s (S&P), Fitch Rating, dan Moody’s.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM M. Azhar Lubis mengungkapkan status ‘investment grade’ dari tiga lembaga pemeringkat tersebut akan menjadi salah satu acuan bagi lembaga keuangan dalam menentukan suku bunga pinjaman bagi proyek-proyek di Indonesia termasuk investasi.

“Dengan investment grade risiko melakukan kegiatan investasi di Indonesia menjadi relatif lebih kecil dibanding periode sebelumnya, alau risikonya lebih kecil, tentu diharapkan cost of fund jg menjadi turun, termasuk salah satunya tingkat suku bunga pinjaman,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (21/5).

Kendati, lanjutnya, masih ada faktor lain yang mempengaruhi tingkat suku bunga, termasuk kelayakan proyek, siapa pengelola atau yang menjalankan proyek, lokasi, dan dukungan pemerintah.

Dia berharap status layak investasi itu akan lebih meningkatkan kepercayan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Bagi investor yang sudah memiliki komitmen atau rencana berinvestasi, dia juga berharap investor dapat segera mempercepat realisasi investasinya di Indonesia.

“Karena pada akhirnya, kegiatan realisasi investasi lah yang dapat mendorong peningkatan perekonomian, menyerap tenaga kerja, menghasilkan produk barang dan jasa, serta meningkatkan ekspor dan mengurangi impor,” ungkapnya.

Target pertumbuhan realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) tahun ini ditargetkan mencapai Rp678,8 triliun atau naik sekitar 13-14% dari tahun lalu.

Adapun, target realisasi investasi 2018 hingga saat ini masih dimatangkan angkanya bersama Bappenas dan Kementerian Keuangan. Menurut Azhar, pematangan ini dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,6% -6% pada tahun depan.

“Mudah-mudahan dapat terealisir, terutama dengan tekad pemerintah untuk menjaga kesinambungan deregulasi dalam rangka memudahkan kegiatan usaha dan investasi di Indonesia,” tegasnya.

Dia menambahkan upaya yang dilakukan pemerintah dimaksudkan untuk melanjutkan dan mempercepat pembangunan proyek infrastruktur yang sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi perekonomian nasional.

lol

Berdasarkan informasi yang diperoleh Investor Daily, S&P menerbitkan peringkat utang jangka pendek dan jangka panjang. Untuk peringkat kredit jangka panjang, S&P memberikan peringkat kepada perusahaan berdasarkan skala dari AAA hingga D. Peringkat tengah terdapat pada setiap tingkat di antara AA dan CCC (misalnya BBB+, BBB and BBB-).

Untuk beberapa perusahaan, S&P dapat juga mengeluarkan petunjuk yang disebut “credit watch” (kredit yang harus diawasi) yaitu kredit yang dapat saja berubah peringkatnya menjadi naik (positif) ataupun turun (negatif) ataupun tetap (netral).

Peringkat investasi AAA berarti perusahaan berkualitas terbaik, layak dan stabil. Peringkat AA berarti perusahaan berkualitas, sedikit lebih berisiko dibanding AAA. Peringkat A berarti situasi ekonomi dapat berpengaruh pada kondisi keuangan perusahaan, dan peringkat BBB berarti perusahaan kelas menengah, di mana saat ini dalam kondisi memuaskan.

Selebihnya adalah peringkat kredit non-Investasi yang juga dikenal sebagai junk bonds (obligasi sampah). BB’ merupakan skala yang menunjukkan kecenderungan mengalami perubahan dalam situasi ekonomi. Peringkat B diperhatikan adanya variasi situasi keuangan. Sedangkan peringkat CCC menandakan kondisi perusahaan saat ini goyah dan tergantung pada kondisi ekonomi yang menguntungkan agar dapat memenuhi kewajibannya.

Peringkat CC menunjukkan kondisi perusahaan yang sangat goyah dan obligasi yang sangat spekulatif. Peringkat C berarti keadaan yang lebih parah dari sangat goyah yang kemungkinan pailit atau menunggak pembayaran tetapi tetap melanjutkan pembayaran obligasinya.

Lalu, pertingkat CI berarti gagal bayar pada kewajiban pembayaran bunga yang lalu. Peringkat R berada di bawah pengawasan yang berwenang sehubungan dengan kondisi keuangannya. Peringkat SD beberapa kewajibannya mengalami gagal bayar. Peringkat D yakni gagal bayar dalam kewajibannya dan S&P meyakini bahwa akan terjadi gagal bayar atas sebagian besar atau seluruh kewajibannya.

Terakhir, NR adalah tidak diberikan peringkat. Sedangkan untuk peringkat utang jangka pendek, S&P memberikan peringkat atas utang berdasarkan skala dari A-1 hingga D. Peringkat A-1 berarti debitur memiliki kapasitas yang sangat besar guna memenuhi kewajibannya, peringkat A-2 berarti rentan terhadap menurunnya kondisi ekonomi namun kapasitas debitur untuk memenuhi kewajibannya adalah memuaskan, dan peringkat A-3 artinya kondisi kemunduran ekonomi dapat berpengaruh terhadap melemahnya kapasitas debitur guna memenuhi kewajibannya.

Selanjutnya, peringkat B memiliki karakteristik spekulatif yang signifikan, peringkat C berarti saat ini sangat rentan untuk gagal bayar, dan peringkat D berarti berada dalam keadaan gagal bayar. Peringkat D ini juga digunakan pada saat debitur menghadapi suatu gugatan kepailitan. (ts/jn)

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/indeks-cetak-rekor-tertinggi/160396

ets-small

Investment Grade

A bond judged likely enough to meet payment obligations that banks are allowed to invest in it.

Ratings by Moody’s and Standard & Poor’s are given below:

Moody’s S & P
Investment Grade Ratings Aaa
Aa
A
Baa
AAA
AA
A
BBB
Below Investment Grade
(“Junk Bond”)
Ba
B
Caa
Ca
C
BB
B
CCC
CC
C
In Default D

What does investment grade mean?
Credit ratings provide a useful measure for comparing fixed-income securities, such as bonds, bills and notes. Most companies are issued a rating based on their financial strength, future prospects and past history. Companies that have manageable levels of debt, good earnings potential and a good debt-paying records will have good credit ratings.

Investment grade refers to the quality of a company’s credit. In order to be considered an investment grade issue, the company must be rated at ‘BBB’ or higher by Standard and Poor’s or Moody’s. Anything below this ‘BBB’ rating is considered non-investment grade. If the company or bond is rated ‘BB’ or lower it is known as junk grade, in which case the probability that the company will repay its issued debt is deemed to be speculative.

Any time that you purchase or sell bonds, bills or notes, they will have an associated credit rating. This rating changes over time as the company’s strength and debt load changes. If a company takes on more debt than it can handle or if its earnings outlook weakens, the company’s rating will be lowered. If it reduces its debt or finds a way to increase potential earnings, the company’s rating will usually increase.

Tuesday, June 29th 2010 – 05:25 UTC
Fitch lifts Brazil’s credit rating to investment-grade; further ‘improvement’ needed

Brazil’s credit rating outlook was boosted to positive from stable by Fitch Ratings, which cited the country’s “growth dynamics” and “prudent” policies. Fitch rates Brazil BBB-, the lowest investment-grade rating and in line with rankings from Standard & Poor’s and Moody’s Investors Service.

The economy is growing at the fastest rate since 1994 The economy is growing at the fastest rate since 1994

Fitch last boosted the country’s rating in May 2008, taking it up one level from BB+.

Latin America’s largest economy may expand 7.13% this year, the fastest pace since 1994, according to a central bank survey, after rising domestic consumption helped pull the country out of its deepest recession in a decade in 2009. Policy makers are paring economic stimulus and have boosted Brazil’s benchmark interest rate to 10.25% from a record low of 8.75% in March to contain inflation.

“The outlook revision reflects Brazil’s better-than- expected resilience and economic performance in the face of the global recession, which together with its relatively prudent economic policies should allow the country’s per capita income and fiscal solvency ratios to improve,” Fitch said in a statement.

“I think it’s great, but in terms of how that’s going to impact credit spreads it won’t have an enormous impact because the BBB’s all trade within a few basis points of one another,” said Siobhan Morden, a strategist at RBS Securities Inc. “When you look at the high grade Latin America pack, they all trade pretty much flat within the investment category.”

Brazil needs to further “improve” its fiscal stance amid rising inflation and “deterioration” in the current account deficit, according to the statement.

Brazil’s gross government debt is more than 60% of its economy, “well-above” the 10-year median of 35% of GDP for BBB-rated countries, Fitch said.

Fitch lifted Brazil’s rating to investment grade two years ago, partly as a rally in its commodity exports helped boost its foreign reserves to a record 253 billion from 38 billion US dollars when President Lula da Silva took office in 2003.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s