bbri DICERMATI, gw beli @6700 (050711)_10525 (250216)_12775 (081116)_130317

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

JAKARTA kontan. Saham sektor keuangan mampu mencatat kenaikan lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks sektor keuangan naik 2,97% sejak awal tahun. Pertumbuhan ini melebihi pertumbuhan IHSG, yang cuma naik sekitar 1,77% pada periode yang sama.

William Surya Wijaya, Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities, mengatakan, pertumbuhan saham sektor bank tak lepas dari prospek kinerja tahun 2017 yang akan membaik. Sektor finansial tahun lalu sudah banyak tertekan. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, kinerja sektor keuangan, khususnya sektor perbankan, akan pulih.

Kenaikan harga saham terjadi di saham bank lapis atas dan lapis menengah. Emiten bank kelas menengah bakal memiliki banyak aksi korporasi untuk menambah modal. Tahun ini, beberapa emiten perbankan merencanakan rights issue.

Total nilainya bisa mencapai Rp 13 triliun. Hal ini mendorong pergerakan saham-saham perbankan. “Walaupun sudah naik harga sahamnya, tapi ruang pertumbuhan kenaikan saham bank masih besar,” ujar William kepada KONTAN, Jumat (10/3).

Analis NH Korindo Bima Setiaji bilang, salah satu katalis positif yang mendorong pesona saham perbankan adalah rasio non performing loan (NPL) atawa kredit macet yang mulai membaik. “Potensi kredit macet berkurang karena ekonomi Indonesia rebound. Dengan kondisi ekonomi bagus, penyaluran kredit menjadi lebih baik,” kata Bima.

Apalagi, ia menilai puncak kredit macet sudah terjadi tahun lalu, sehingga seharusnya di tahun ini, akan ada perbaikan NPL. Meski investor asing masih mengambil posisi hati-hati, ada beberapa saham berkapitalisasi besar yang berada dalam tren naik. Tapi, penguatan harga saham terbatas.

Harsh Wardhan Modi, Analis JP Morgan, dalam risetnya 8 Maret 2017 mengungkapkan, sektor perbankan sudah mendekati siklus akhir NPL tinggi. Dia masih menjagokan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Modi juga menunggu kejelasan dampak positif NPL di saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan menanti dampak positif dari kenaikan suku bunga terhadap saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Baik BBCA dan BMRI masih diberi rekomendasi netral. “Inflasi yang lebih tinggi membuka peluang untuk kenaikan suku bunga kuartal selanjutnya,” tulis dia.

Bima menjagokan saham perbankan badan usaha milik negara (BUMN), yakni BBNI dan BBTN. Ini lantaran BBNI telah menurunkan kredit macet besar-besaran sehingga NPL tahun lalu mencapai 3,1%.

Bima melihat bahwa risiko NPL BBNI akan berada di bawah 3% tahun ini. Sementara itu BBTN kemungkinan besar akan terkerek dari penyaluran kredit properti.

Bima merekomendasikan buy untuk saham BBNI dan BBTN dengan target harga masing-masing Rp 6.900 dan Rp 2.430 per saham. Modi merekomendasikan overweight untuk BBRI dan BBNI dengan target harga masing-masing Rp 13.500 dan Rp 6.700 per saham. William memberi rekomendasi buy untuk BBTN, BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI.

lol

Jakarta detik- Dunia perbankan merupakan salah satu tiang penentu tingkat ekonomi suatu negara. Seperti apa peranannya?

Bicara mengenai Indonesia, tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi. Seperti apa sih keadaan ekonomi dunia saat ini? Apakah benar poros perekonomian dunia telah berubah?

Perbankan merupakan sektor utama yang mengendalikan pertumbuhan perkonomian di Indonesia. Fungsi utama bank yang memberikan pelayanan jasa di bidang keuangan membuat segala hal yang berkenaan dengan makroekonomi dapat memberi dampak pada pergerakan saham perbankan itu sendiri.

Lalu, apa sajakah hal yang menggerakkan sektor perbankan tersebut? Bagaimana pengaruhnya? Sambil menyeduh kopi Anda di pagi hari ini, simak semuanya hanya di #Kopipagi 9 Maret 2017.

Sempat menembus level 5400, kini IHSG kembali mengalami koreksi akibat potensi kenaikan The Fed. Bagaimana pergerakannya? Mari kita lihat dalam review pagi ini.

IHSG pada perdagangan sore kemarin ditutup berada di zona merah, dengan pelemahan sebesar 0,16% di level 5,393.76. Pelemahan IHSG ini lebih disebabkan oleh keadaan geopolitik yang semakin memanas di dunia, seperti pemilu Belanda, Jerman dan Prancis, ketegangan di semenanjung korea, referendum pemisahan diri Skotlandia, hingga peluncuran rudal korut.

Dow Jones hingga pada pagi ini punmasih bergerak melemah, dengan pelemahan sebesar 0,33% ke level 20,855.73. Oleh karena itu, saya lihat IHSG masih akan bergerak mixed dalam range konsolidasinya 5345-5410.

Sektor perbankan merupakan tiang utama perkembangan ekonomi suatu negara. Lalu, hal-hal apa saja yang dapat meningkatkan pertumbuhan perbankan tersebut? Berikut ulasannya.

Kondisi Perbankan dan Ekonomi Di Indonesia

Pembangunan sektor keuangan, terutama perubahan susunan atau struktur perbankan di Indonesia sangat diharapkan dapat membawa perubahan yang positif bagi perekonomian nasional.

Mengapa? Karena lembaga keuangan, khususnya perbankan memiliki peran yang sangat penting terhadap pergerakan roda perekonomian Indonesia.

Ketika negara sedang melakukan proses pemulihan ataupun peningkatan ekonomi, umumnya hal tersebut akan langsung tergambarkan oleh kondisi bank, mengingat fungsi utamanya sebagai lembaga intermediasi keuangan internasional.

Kondisi kesehatan lembaga keuangan ini juga dapat dilihat dari rasio perbandingan jumlah kredit yang diberikan pada pihak ketiga (LDR/ Loan to Deposit Ratio) oleh bank tersebut.

Peranan intermediasi lembaga perbankan sangat berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian suatu negara. Ketika terjadi penurunan jumlah kredit yang disalurkan akibat sikap kehati-hatian dari pihak bank, secara tidak langsung akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara yang bersangkutan.

Sebagai Informasi, terdapat 3 tugas pokok lembaga perbankan, yaitu menyalurkan kredit, tempat penyimpanan uang, dan tempat lalu lintas peredaran uang.

Akibat hal tersebut, beberapa sentimen berikut ini akan sangat mempengaruhi pergerakan dari saham-saham di perbankan, di antaranya:

– Kenaikan outlook utang Indonesia
Beberapa waktu yang lalu, perusahaan pemeringkat kredit di Jepang The Japan Credit Rating Agency, Ltd (JCR) menaikkan outlook sovereign credit rating Indonesia dari posisi stable menjadi positive.

Kenaikan rating tersebut terjadi akibat 2 faktor utama, yaitu perbaikan iklim investasi yang didorong oleh berbagai kebijakan ekonomi dari BI dan pemerintah. Serta perlambatan utang luar negeri swasta seiring dengan diimplementasikannya prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan utang luar negeri korporasi nonbank yang diatur oleh otoritas moneter.

Selain itu, Implementasi 14 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia juga berhasil meningkatkan daya saing industri, daya beli masyarakat, investasi, ekspor, efi siensi sektor logistik serta pariwisata. Berkat perbaikan tersebut, saat ini JCR mengafirmasi rating utang Indonesia di posisi BBB- atau sudah masuk ke dalam level investment grade.

-Program Tax Amnesty
Sebelum membahas Tax Amnesty, apa itu Tax Amnesty? Tax amnesty merupakan pengampunan atau pengurangan pajak terhadap property yang dimiliki oleh perusahaan maupun perseorangan. Jadi, jika Anda memiliki pajak yang belum terbayarkan pada tahun-tahun sebelumnya, Anda cukup membayarkan pajak pada tahun ini dan seluruh pajak yang belum pernah Anda bayarkan sebelumnya akan dianggap lunas.

Tujuan utama Tax Amnesty ini ialah untuk menarik dana orang kaya di Indonesia yang mengendap di negara asing. Sebentar lagi, masa Tax Amnesty akan segera berakhir pada bulan Maret ini. Hingga tanggal 7 Maret kemarin, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat dana amnesti pajak yang masuk mencapai Rp 113 triliun dalam bentuk tebusan, dan Rp 145 triliun yang berupa dana repatriasi.

Dengan kata lain, jumlah dana yang telah kembali dan masuk ke dalam kas negara sudah mencapai Rp 258 triliun. Hal ini, tentunya akan dapat membantu meningkatkan perekonomian serta pembangunan negara dengan menggunakan dana tersebut.

-Cadangan Devisa
Selasa kemarin, telah rilis data cadangan devisa Indonesia. Jumlah cadangan devisa tersebut dirilis naik sesuai prediksi yang meningkat hingga US$ 119,9 miliar pada bulan Februari, dari US$ 116,89 miliar pada Januari lalu.

Hal utama yang menyebabkan kenaikan tersebut ialah dikarenakan berhasil terjaganya stabilitas kurs rupiah terhadap mata uang asing. Selain itu, kenaikan CaDev ini juga didukung oleh penerimaan pajak yang terus meningkat, devisa ekspor migas, utang luar negeri yang menurun serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.

Selain sentimen di atas, kuatnya perekonomian Indonesia pun juga didukung oleh kenaikan ekspor, serta adanya kenaikan harga pada beberapa hasil komoditas andalan Indonesia. Hal tersebut merupakan sentimen positif untuk saham-saham seperti BBRI, BBNI, BBCA dan BMRI yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, meskipun saat ini sedang berada dalam masa konsolidasi.

Salam profit,

Ellen May (ang/ang)

ets-small

per tgl 08 Nov 2016, harga saham bbri @ 12775:

Saham PT.BANK RAKYAT INDO Tbk (BBRI) disarankan “Buy” (Buy
Rating) dengan target harga di Rp 13100

Hal itu dikutip dari hasil riset analis SURIA DHARMA, PT Buana Capital
Sumber : IPS RESEARCH

lol

Saham PT.BANK RAKYAT INDONESIA Tbk (BBRI) disarankan “Sell” (Sell
Rating) dengan target harga di Rp 11400

Hal itu dikutip dari hasil riset analis MILKA MUTIARA, Phillip Securities

Saham PT.BANK RAKYAT INDONESIA Tbk (BBRI) disarankan “Buy” (Buy
Rating) dengan target harga di Rp 13700

Hal itu dikutip dari hasil riset analis ANDY FERDINAND, Samuel Sekuritas Indonesia
Sumber : IPS RESEARCH

dollar small

Jakarta- Menko Perekonomian Darmin Nasution menilai pasar bereaksi terlalu berlebihan menyusul anjloknya saham bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak akhir pekan lalu.

Disebut-sebut, pasar bereaksi negatif menyusul rencana pemerintah memangkas hingga 3 persen margin keuntungan (Net Interest Margin/NIM) bank BUMN yakni Bank BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN.

“Itu biasa. Ada reaksi berlebihan. Padahal sudah dibilang bahwa kita tidak akan mengatur profit atau tingkat bunga. Yang kita atur input-nya. Hasil akhir tetap saja market yang menentukan,” kata Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (24/2).

Darmin berharap investor di pasar modal bersikap hati-hati dan tidak menanggapi berlebihan terhadap sesuatu hal yang belum pasti. Meskipun demikian, Darmin optimistis, pasar akan kembali normal dalam beberapa hari mendatang.

“Kalau itu memang susah untuk dibilangin. Selalu ada saja reaksinya berlebihan. Nanti pada dua atau tiga hari sampai seminggu investor akan lihat. Tidak apa-apa,” katanya.

Sejak akhir pekan lalu Jumat (19/2) hingga Selasa (23/2), saham perbankan terus mengalami aksi jual. Bahkan saham BBRI menjadi top looser pada perdagangan Senin. Namun pada perdagangan hari ini, saham perbankan sudah menunjukkan penguatan.

 

Novy Lumanauw/WBP

Investor Daily

ezgif.com-resize

Jakarta – Pergerakan saham di seluruh sektor pasar modal pada tahun ini memang kurang menggembirakan, tidak terkecuali saham perbankan. Perlambatan ekonomi global menjadi salah satu penyebabnya. Kondisi tersebut mendorong kinerja perbankan tahun ini sedikit melandai.

Berdasarkan data yang dihimpun Infobank, sampai dengan bulan November 2015 indeks acuan saham perbankan yakni Indeks infobank15 berada di posisi level 492.19 atau turun secara years to date (ytd) sebesar 12,60%. Penurunan ini tentu masih tergolong tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan indeks atau sektoral saham lainnya dilantai bursa. Contohnya saja indeks saham unggulan Liquid45, yang tercatat merosot hingga 15,93% ke level 755.462. Sementara penurunan paling dalam terjadi pada sektor tambang dan agri yang masing-masing anjlok hingga diatas 30%.

Bagaimana prospek perbankan kedepan? Dan saham-saham bank apa saja yang perlu dipertimbangkan?

Analis Infovesta Utama, Beben Feri Wibowo mengatakan, tahun ini prospek perbankan diprediksi akan lebih baik dengan berbagai pertimbangan, pertama, pemerintah menurunkan GWM dari 8% menjadi 7,5%. Hal ini berpotensi menambah likuiditas sekitar Rp18,22 triliun atau mendorong laju pertumbuhan kredit sebesar 0,61%.

Kedua, disaat ekonomi sedang melambat, permintaan kredit baru justru tumbuh lebih baik. Berdasarkan survei perbankan triwulan III-2015 oleh BI, pertumbuhan triwulanan permintaan kredit baru menguat menjadi 76,9% dibandingkan dengan triwulan II-2015 66,7%.  Tidak terkecuali, triwulan IV-2015 akan lebih baik menuju 93,2%. Pertumbuhan permintaan kredit tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT).

Ketiga, pada Agustus 2015, Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap tumbuh 13,2% (year on year/yoy), artinya likuiditas perbankan masih bisa terjaga selain penurunan GWM oleh BI. Berdasarkan prediksi BI melalui SBT, DPK triwulan IV-2015 akan tumbuh mencapai 86,8%.

Keempat program sejuta rumah pemerintah, membawa angin segar bagi perbankan untuk menyalurkan KPR kepada masyarakat. Selain itu kenaikan DPK perbankan juga bisa terdongkrak, sehingga mengurangi Net Interest Margin (NIM).

Kelima, sentimen kenaikan tingkat suku bunga oleh The Fed ditahun depan berpotensi kembali berhembus, akibat sistem kenaikan yang bertahap. Potensi arah kenaikannya menuju level 1,4% pada akhir 2016.

Beben menambahkan, ada tiga saham-saham yang perlu dipertimbangkan tahun depan, yakni Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Saham BBCA perlu dipertimbangkan karena ditengah kondisi ekonomi yang sedang melambat, perseroan masih mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp13,37 triliun atau naik 9,6% dan NPL realtif  rendah per September 2015, tercatat NPL gross 0,7% dan NPL net hanya 0,3%. Sedangkan untuk DPK, BBCA tercatat mengalami kenaikan 7% menjadi Rp462,3 triliun. Current account saving account (CASA) mencapai 76,5% dari DPK.

Untuk BBRI pada kuartal III 2015 berhasil membukukan

  • pertumbuhan laba bersih sebesar 11,5% menjadi Rp6,42 triliun,
  • NPL masih dibawah 5% atau 2,24%,
  • Pinjaman mikro mengalami kenaikan menjadi Rp170,2triliun atau 14,69% per September 2015, sementara
  • total pinjaman tumbuh 11,81% menjadi Rp519 triliun. Sementara
  • CASA mengalami peningkatan di September 2015 menjadi 56,2% dari semula 53,3% .

Selain itu, saham BMRI juga bisa jadi pertimbangan di tahun depan karena Per kuartal III-2015, kredit perseroan tumbuh mencapai 10,7%, Memiliki target sebagai perbankan kelas atas di ASEAN tahun 2020.

“Saham BBCA target price Rp15.425, BBRI Rp12.250 dan BMRI Rp9.800,” jelasnya. (*) Dwitya Putra

Realisasi laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sepanjang 2015 telah
melampaui ekspektasi dan konsensus analis. Pertumbuhan ini diproyeksi tetap
berlanjut hingga tahun ini, seiring mulai pulihnya perekonomian nasional.
BRI membukukan peningkatan pendapatan bunga dari Rp 72,46 triliun menjadi Rp 82,22
triliun pada 2015. Pendapatan bunga bersih bertumbuh dari Rp 50,12 triliun menjadi
Rp 56,5 triliun. Peningkatan tersebut membuat laba bersih BRI meningkat dari Rp 24,17
triliun menjadi Rp 25,2 triliun.(beirtasatu/hla)read more…

 

bird_bbri_unvr

ID REALISASI laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sepanjang 2015 telah melampaui ekspektasi dan konsensus analis. Pertumbuhan ini diproyeksi tetap berlanjut hingga tahun ini, seiring mulai pulihnya perekonomian nasional.

BRI membukukan peningkatan pendapatan bunga dari Rp 72,46 triliun menjadi Rp 82,22 triliun pada 2015. Pendapatan bunga bersih bertumbuh dari Rp 50,12 triliun menjadi Rp 56,5 triliun. Peningkatan tersebut membuat laba bersih BRI meningkat dari Rp 24,17 triliun menjadi Rp 25,2 triliun.

Perseroan mengakui pertumbuhan laba bersih tahun lalu masih di bawah periode 2014. Hal ini akibat peningkatan tambahan biaya pencadangan perseroan yang meningkat dari Rp 5 triliun pada 2014 menjadi sekitar Rp 8 triliun.

BRI juga mencatat penurunan biaya bunga (cost of fund/CoF) dari 4,4% menjadi 4,2% pada 2015. Sedangkan margin bunga bersih menunjukkan penurunan dari 8,5 kali menjadi 8,1 kali pada 2015. Sedangkan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) kotor naik dari 1,69% menjadi 2% dengan coverage ratio mencapai 151,1%.

“Realisasi laba bersih perseroan senilai Rp 25,2 triliun sepanjang 2015 mencerminkan 3,5% di atas perkiraan kami semula dan konsensus analis. Sedangkan perolehan pendapatan bunga sudah sesuai dengan perkiraan Danareksa Sekuritas,” tulis analis Danareksa Sekuritas A Indrajatri Suwono dalam risetnya, Kamis (4/2).

Selain membukukan perolehan laba di atas estimasi, BRI dinilai mampu untuk mencetak peningkatan kredit di atas rata-rata industri pada 2015. Pertumbuhan kredit perseroan mencapai 13,8%, dibandingkan dengan rata-rata industri perbankan sekitar 10%.

BRI juga berhasil meraih lonjakan kredit korporasi di luar BUMN sebesar 31,5% menjadi Rp 75,1 triliun pada 2015 dan kredit korporasi BUMN naik sekitar 9,6% menjadi Rp 81,2 triliun.

“Program KUR baru menjadi pendukung pertumbuhan kredit perseroan terlihat dari kenaikan kredit segmen mikro sebesar 16,8% dengan jumlah peminjam mencapai 7,8 juta orang tahun lalu,” jelas Indrajatri.

Terkait kenaikan NPL gross, dia menjelaskan, BRI menunjukkan tren penurunan dalam beberapa kuartal terakhir, meskipun belum bisa menyamai tahun lalu. NPL gross secara perlahan-lahan turun dari 2,3% pada semester I-2015 menjadi 2,2% pada kuartal III-2015, dan turun kembali menjadi 2% pada kuartal terakhir 2015. Berdasarkan proyeksi manajemen BRI, NPL gross masih bisa naik menjadi 2,45 tahun ini akibat ekonomi masih memasuki fase pemulihan.

Realisasi yang melampaui perkiraan tersebut mendorong Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 13.400. Target harga ini merefleksikan PBV sebesar 2,4 kali tahun ini dan turun menjadi 2,1 kali pada 2017. “Kami masih menjadikan BBRI sebagai saham pilihan teratas untuk sektor perbankan di Indonesia,” jelas Indrajatri.

Tahun ini, BRI diproyeksikan membukukan peningkatan pendapatan bunga bersih menjadi Rp 65,54 triliun dengan laba bersih diproyeksikan mencapai Rp 25,86 triliun. Pandangan hampir senada diungkapkan analis CIMB Securities Jovent Giovanny dan Timothy Handerson.

Menurut mereka, realisasi pendapatan non-bunga BEI yang senilai Rp 12,39 triliun pada 2015 setara dengan 110% dari perkiraan CIMB Securities. Realisasi laba bersih sebesar Rp 25,39 triliun mencerminkan 105% dari proyeksi CIMB Securities.

“Peningkatan realisasi laba bersih perseroan tahun lalu sebagai sebuah kejutan positif, karena di atas estimasi kami dan konsensus analis. Sedangkan faktor pendongkrak datang dari lonjakan pendapatan non-bunga dan penurunan provisi menjelang akhir tahun lalu,” tulis Jovent dan Timothy dalam risetnya.

Selain realisasi kinerja di atas ekspektasi, CIMB Securities juga memberikan pandangan positif terhadap BRI menyusul penguatan sejumlah indikator. Misalnya CASA bertumbuh signifikan sebesar 27%. Rasio CASA juga meningkat menjadi 59%, CoF turun menjadi 3,8%, dan sebagainya.

Realisasi yang positif tersebut ditambah ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan mendorong CIMB Securities untuk merekomendasikan add (potensi return di atas 10%) saham BBRI dengan target harga Rp 13.600. Pihaknya juga menetapkan saham BBRI sebagai pilihan teratas untuk sektor perbankan.

Terkait kinerja keuangan tahun ini, Jovent dan Timothy mengungkapkan, BRI diharapkan mencetak kenaikan pendapatan bunga bersih menjadi Rp 67,38 triliun tahun ini, dibandingkan tahun lalu Rp 58,27 triliun.

Total provisi kemungkinan meningkat dari Rp 8,89 triliun menjadi Rp 12,3 triliun. Sedangkan laba bersih diestimasi melonjak dari Rp 25,39 triliun menjadi Rp 27,18 triliun. BRI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 13-15% tahun ini.

Direktur Utama BRI Asmawi Syam sebelumnya mengatakan, pertumbuhan diharapkan didukung atas peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan target Rp 67,5 triliun dan bunga yang ditetapkan sebesar 9%.

Tahun ini, pemerintah menargetkan pengucuran KUR lebih dari Rp 100 triliun, dan BRI merupakan penyalur terbesar. Tahun lalu, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 16,2 triliun yang tersebar kepada 920 ribu debitor.

BRI juga yakin penyaluran kredit mikro perseroan di luar KUR tetap bakal tumbuh dengan baik pada tahun ini. Sedangkan, tambahan biaya pencadangan diperkirakan hanya sekitar 15-20%. Penurunan pertumbuhan biaya pencadangan diharapkan berpengaruh positif terhadap kinerja laba perseroan tahun ini. BRI memperkirakan NPL tahun ini berada pada kisaran 2,1-2,4%.

lol

TREN bbri 5yr 271115 selalu naek

tren harga saham BBRI sejak 2011, dari awal 2011 s/d awal 2015 @ +145.40%, emang seh saat ini harga saham bbri @11400 turun dari 12025 (awal 2015), tapi ekspektasi 5 taon @ bbri maseh bagus ya … 🙂

lolMega Capital: Cermati BBRI, ASII, HRUM
Oleh Lahyanto Nadie

bisnis indonesia

 

 

Published On: 05 July 2011
… well, baca posting saat gw kebeli bbri : beli@6700, mantul ke 6800

JAKARTA: Tiga saham yang perlu dicermati BBRI, ASII dan HRUM karena tren kenaikannya masih kuat sehingga berpotensi meraih capital gain. Muhammad Alfatih, Vice President Mega Capital berpendapat bahwa BBRI berada di posisi Rp6.900. Setelah menguat dalam pola pennant yang terbentuk pada April-Juni 2011, harga mendekati resistance awal di Rp7.000-Rp7.100, sehingga berpeluang fluktuasi di sekitar level ini.

Namun, tambahnya, jika terjadi koreksi, trend naik masih kuat selama tidak turun dibawah 6500. Target teoritis pola pennant ada di sekitar 7800.

Analis PT Trimegah Securities juga merekomendasikan kepada para investor untuk mencermati saham BBRI.

Sementara itu, untuk saham Astra International (ASII) yang berada di posisi Rp68.500, menembus trendline dalam upchannel di Rp6.5250, harga berpotensi melanjutkan kenaikan ke arah target teoritis Rp7.5000. Bisa saja terjadi koreksi wajar dalam teori pullback, selama tidak turun di bawah Rp65.250. Bahkan, pola upchannel yang terbentuk sejak Nov2009 memberi resistance di Rp80.000.

Menurut Alfatih, saham Harum Energy (HRUM) yang saat ini berada di posisi Rp9.700 juga dalam rekomendasi spekulation buy.

Mendekati resistance channel Rp9.900, dalam pola upchannel antara Rp9.000 dan Rp9.900 sejak April 2011. Trendline berikutnya ada di Rp10.400. Bahkan jika pola yang terbentuk sejak Januari 2011 adalah triangle, maka target kenaikan teoritis bisa mendekati Rp11.200.

Sentimen positif akan hilang, jika terjadi koreksi hingga ke bawah Rp9.350.

gifiJAKARTA kontan. Jobplanet.com merilis hasil riset mengenai perusahaan-perusahaan apa saja yang paling diidamkan oleh para pekerja di Indonesia.

Data yang dihimpun Jobplanet sejak Agustus hingga pertengahan November 2015, PT Pertamina merupakan perusahaan yang paling diidamkan oleh para pencari kerja di Indonesia. Hasil tersebut diperoleh berdasarkan analisis data pengguna Jobplanet serta ketertarikan mereka terhadap perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam website tersebut.

Dari riset yang dilakukan, ada beberapa faktor yang menjadi penilaian para pengguna dalam memilih perusahaan favoritnya.  Di antaranya adalah, gaji dan tunjangan, jenjang karir, faktor keseimbangan kerja (work-life balance), serta budaya dan manajemen perusahaan.

Nah, Jobplanet merangkum sepuluh perusahaan yang paling disukai dan ingin diikuti perkembangannya di Indonesia:

1.    PT Pertamina (Persero)
Sebanyak 2.586 pengguna Jobplanet memilih Pertamina sebagai perusahaan idaman karena dinilai memberikan fasilitas serta tunjangan-tunjangan yang bagus bagi karyawan, termasuk tunjangan kesehatan serta gaji yang tinggi. Pertamina juga dinilai baik dalam mengelola tenaga kerja serta menawarkan kesempatan karir yang terbuka bagi para karyawan.

2.    PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI)
Sebanyak 2.277 pengguna Jobplanet memilih BRI untuk mengikuti perkembangan perusahaan ini. BRI disukai karena memiliki jaringan yang luas di seluruh Indonesia dan banyak memberikan ilmu bagi para karyawannya. Selain itu, BRI juga dinilai memberikan gaji yang baik, jenjang karir yang jelas, serta tunjangan-tunjangan yang bagus untuk karyawan.

3.    PT Bank Mandiri Tbk
Berdasarkan penilaian para karyawan, Bank Mandiri merupakan tempat terbaik untuk belajar dan memulai karir di bidang perbankan. Suasana kerja di Bank Mandiri dinilai sangat kekeluargaan dan menyenangkan. Selain memberikan gaji serta tunjangan-tunjangan yang baik, perusahaan juga memberikan kesempatan bagi karyawan untuk berkembang dengan mengadakan program pelatihan, serta memberikan kesempatan promosi bagi karyawan-karyawan berprestasi. Sebanyak 1.872 pengguna Jobplanet tertarik dengan Bank Mandiri.

4.    PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
BCA dinilai memberikan tunjangan yang bagus kepada karyawannya dan menjadi perusahaan yang dibanggakan oleh karyawan. Bank swasta terbesar di Indonesia ini juga dinilai sebagai tempat yang baik untuk belajar dan berkembang, karena memberikan pelatihan berkala bagi semua karyawan. Perusahaan juga memberikan kesempatan promosi tanpa memandang senioritas. Hal yang tak kalah penting, perusahaan ini dinilai cukup memberikan keseimbangan antara hidup dan pekerjaan bagi karyawannya.  Sebanyak 1.769 pengguna Jobplanet memilih BCA sebagai perusahaan idamannya.

5.    PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom)
Telkom dinilai sebagai perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan karyawan, memiliki suasana kerja yang nyaman namun kompetitif, serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi karyawan. Telkom juga dinilai sebagai tempat yang bagus untuk belajar dan menggali ilmu di bidang teknologi. Sebanyak 1.518 pengguna Jobplanet menyukai perusahaan ini.

6.    PT Chevron Pacific Indonesia
Perusahaan multinasional yang bergerak di bidang energi ini disukai karena dinilai memberikan kesempatan bagi para karyawan untuk mengembangkan potensi karirnya melalui beragam pelatihan. Selain memberikan gaji dan tunjangan yang menarik, Chevron juga dinilai memiliki suasana kerja yang nyaman dengan adanya budaya saling mendukung di antara para karyawan. Sebanyak 1.234 pengguna Jobplanet tertarik dengan perusahaan ini.

7.    PT Unilever Indonesia Tbk
Oleh para karyawannya, Unilever dinilai memiliki iklim kerja yang profesional, kompetitif, dan adil dalam penilaian kinerja. Sesuai dengan standar kerjanya yang tinggi, perusahaan ini juga memberikan gaji dan tunjangan yang sangat baik, serta memberikan penghargaan yang sesuai dengan kinerja karyawan. Unilever juga memberikan kesempatan karir yang lebih baik bagi karyawan yang berprestasi. Perusahaan ini dipilih oleh sebanyak 911 pengguna Jobplanet.

8.    PT Indofood Sukses Makmur Tbk
Perusahaan ini dinilai memberikan asuransi dan jaminan kesehatan yang sangat baik kepada para karyawan dan keluarganya, serta gaji yang baik sesuai dengan jabatan dan kinerja karyawan. Selain itu, perusahaan juga memberikan kesempatan bagi karyawan untuk berkarir dan mengembangkan potensi dirinya. Sebanyak 897 pengguna Jobplanet merasa tertarik dan ingin tahu lebih banyak mengenai Indofood.

9.    PT Astra Honda Motor
Astra Honda Motor dinilai memberikan tunjangan-tunjangan yang sangat bagus bagi karyawannya, termasuk tunjangan transportasi, bonus tahunan, THR, serta jaminan kesehatan. Lingkungan kerja di perusahaan juga dinilai menyenangkan. Kinerja karyawan dinilai setiap semester untuk memotivasi karyawan meningkatkan kinerja mereka dan mendapatkan promosi. Sebanyak 863 pengguna Jobplanet tertarik dengan perusahaan ini.

10.    PT Bank Negara Indonesia (BNI)
BNI dinilai sebagai perusahaan perbankan yang sangat bagus untuk mengawali karir di bidang pelayanan. Selain memberikan gaji yang bagus, perusahaan juga memberikan tunjangan serta bonus bagi karyawan. Salah satu hal yang menjadi nilai tambah dari perusahaan ini adalah suasana kerjanya yang kondusif serta memberikan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Sebanyak 785 pengguna Jobplanet tertarik dengan BNI.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s