Rup1ah (time2hedge for more) (23/01/2017)

spiral

Jakarta beritasatu – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi hari perdagangan hari ini, Senin (23/1) terpantau menguat dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Data Bloomberg menyatakan, rupiah pukul 09.32 WIB di pasar spot exchange berada di level Rp 13.360 per dolar AS atau menguat 50 poin (0,37 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 13.410. Transaksi rupiah hari ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 13.360-Rp 13.397 per dolar AS. Dari awal tahun hingga hari ini, rupiah terdepresiasi 2,56 persen. Dalam 52 minggu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp 12.886-Rp 14.002.

Sementara euro di pasar spot exchange menguat 0,35 persen ke 1,0740 euro per dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya. Adapun pound sterling naik 0,37 persen mencapai 1,2421 pound sterling per dolar AS. Yen menguat 0,85 persen ke 113,64 per dolar, yuan menguat 0,48 persen ke 6,8437 per dolar.

Menurut data IMQ21, rupiah pagi ini berada di level Rp 13.354 atau menguat 56 poin (0,42 persen) dari penutupan sebelumnya Rp 13.410. Rupiah berada di level terlemah di Rp 13.397 dan terkuat di Rp 13.345.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (23/1) pagi ini di Bank Rakyat Indonesia (BRI) sedikit menguat.

Berdasarkan situs resmi BRI pukul 09.00 WIB, rupiah berada pada posisi kurs beli Rp 13.305 per dolar AS, sementara posisi kurs jual Rp 13.455 per dolar AS.‬

Dibandingkan Jumat (20/1) pukul 09.00 WIB, posisi kurs beli Rp 13.315 per dolar AS atau menguat 10 poin. Sementara posisi kurs jual Rp 13.465 per dolar AS, juga menguat 10 poin

Sementara itu nilai tukar rupiah dengan mata uang lain tercatat sebagai berikut :‬‪

– Dolar Australia : kurs beli Rp 10.030,28; kurs jual Rp 10.236,81.
– Dolar Singapura : kurs beli Rp 9.303,03; kurs jual Rp 9.468,92.
– Yen Jepang : kurs beli Rp 114,86; kurs jual Rp 119,11.
– Euro Eropa : kurs beli Rp 14.154,17; kurs jual Rp 14.415,21.

 

Faisal Maliki Baskoro/FMB

BeritaSatu.com

lol

 

JAKARTA kontan. Sudah hampir tiga pekan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan. Ini terjadi setelah pemilihan presiden di AS dan rencana kenaikan suku bunga The Fed pada Desember nanti.

Pada Selasa (29/11), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot dalam sesi pembukaan berada di level Rp 13.536 per dollar AS. Namun, rupiahtertekan pada sore harinya ke level Rp 13.547 per dollar AS.

Melihat kondisi itu, Bank Indonesia (BI) meyakini rata-rata nilai tukar rupiahterhadap dollar AS terjaga. Meski demikian, keyakinan BI ini mulai sedikit berkurang. Otoritas moneter itu memperkirakan rata-rata nilai tukar rupiah di tahun 2016 akan ada di batas bawah prediksi semula.

Berdasarkan dokumen paparan BI pada rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (29/11), proyeksi rata-rata nilai tukar hingga akhir tahun akan menyentuh level Rp 13.300 per dollar AS.

Sebelumnya, BI memperkirakan nilai tukar mata uang Garuda ini ada di dalam rentang antara Rp 13.300 per dollar AS–Rp 13.600 per dollar AS. Tak hanya itu, BI bahkan memperkirakan rata-rata nilai tukar rupiah di tahun depan sebesar Rp 13.280 per dollar AS.

Sebelumnya, BI memperkirakan rata-rata rupiah tahun 2017 ada dalam rentang antara Rp 13.200 per dollar AS–Rp 13.500 per dollar AS. Kisaran rupiah tersebut menguat dibanding kurs rata-rata tahun ini karena pengaruh dari kebijakan amnesti pajak.

Bahkan, perkiraan tersebut juga lebih optimistis dibanding asumsi yang dipatok dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2017, yang sebesar Rp 13.300 per dollar AS.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, pengaruh terbesar yang terjadi saat ini adalah masalah ketidakpastian masa depan AS. Semua pihak masih menunggu langkah nyata presiden terpilih, yang dilihat dari komposisi anggota kabinet yang dibentuk.

Sementara itu, mengenai rencana kenaikan Fed Fund Rate pada pertengahan Desember, BI meyakini sudah masuk dalam kalkulasi pasar, alias price in.Sehingga, jika hal itu dilakukan, gejolaknya tidak akan terlalu besar terhadap rupiah.

Agus memperkirakan, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini hanya sementara. Sebab, pada tahun depan, rupiah akan lebih stabil lagi.

Pengaruh amnesti pajak

Ekonom Maybank Indonesia Juniman mengatakan, nilai tukar rupiah hingga akhir tahun akan tergantung pada kondisi global dan domestik. Namun demikian, penguatan rupiah akan sangat tergantung pada realisasi program amnesti pajak yang dijalankan pemerintah.

Dari sisi global, pergerakan nilai tukar rupiah berkaitan dengan ekspektasi pasar terhadap kebijakan, yang akan diambil Presiden AS terpilih Donald Trump dan kebijakan moneter yang akan diambil Bank Sentral AS. Sedangkan dari sisi domestik, lanjut dia, nilai tukar rupiah akan sangat tergantung pada dana repatriasi amnesti pajak.

Keberadaan dana repatriasi akan menambah likuiditas di pasar keuangan. Meski demikian, lanjutnya, jika dana repatriasi amnesti pajak yang masuk tidak sesuai ekspektasi, nilai tukar rupiah masih mungkin bisa menguat.

Asal tahu saja, hingga akhir tahun nanti, diperkirakan akan ada aliran dana dari repatriasi sebesar Rp 140 triliun. Dari jumlah itu, yang sudah terealisasi baru mencapai sekitar Rp 42 triliun.

Juniman juga melihat, upaya intervensi kurs rupiah yang dilakukan BI tak semasif saat sebelum dilaksanakan rapat dewan gubernur (RDG) 17 November lalu. “BI intervensi, tapi disesuaikan dengan kondisi pasar. Kalau regional melemah semua, BI kelihatannya tidak masif melakukan intervensi,” tambahnya.

Sebagai catatan, ketika pekan ini rupiah melemah, BI telah melakukan intervensi di tiga pasar: pasar valuta asing, pasar surat berharga negara (SBN) dan pasar swap. Dengan semua pertimbangan itu, Juniman memperkirakan, rata-rata nilai tukar rupiah tahun depan akan berada di level Rp 13.300 per dollar AS.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara mengatakan, hingga saat ini, pemerintah belum akan merevisi target rupiah untuk tahun ini. Begitu juga dengan proyeksi rupiah di tahun 2017. Menurutnya, rata-rata nilai tukar rupiahdalam beberapa bulan terakhir masih belum mempengaruhi rata-rata sepanjang tahun.

Sementara untuk tahun 2017, pemerintah akan mengevaluasi semua asumsi ekonomi makro ketika mulai pembahasan APBN-P 2017. Pemerintah mengaku sudah melakukan koordinasi dengan BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terkait kondisi ekonomi terkini.

Bahkan, dengan kondisi saat ini, likuiditas di pasar keuangan masih cukup aman, meskipun dana repatriasi belum terealisasi. Dengan pertimbangan itu, nilai tukar rupiah akan terjaga.


ets-small

JP: Based on year-to-date (ytd) data from Bank Indonesia, the average daily turnover for the rupiah spot market was only US$1.7 billion, which is shallow by regional standards at just half the gross domestic product (Exhibit 1).

The one-month non-deliverable forward (NDF) market is even less active, trading just $0.7 billion a day ytd. Unfortunately, the NDF market sometimes influences the spot market, as became particularly obvious following the recent US election.

However, given such illiquidity, we advise investors to remain calm, particularly as we believe the fundamentals in Indonesia remain largely unchanged.

We note that, through years of balance sheet repair since the 1998 financial crisis, the Indonesian stock market’s net gearing has improved from more than 150 percent back then to 27.3 percent in the first nine months of this year.

Furthermore, we believe Indonesia is currently in a good position, given that its third quarter current account deficit at 1.86 percent is the lowest since the first quarter of 2012.

In fact, we think the current situation presents buying opportunities for investors, as we expect the rupiah to become stronger by next year. It is worth pointing out that there should still be around $10 billion to come in from tax amnesty repatriation between now and the end of 2016.

Given the recent rupiah volatility, we present our latest currency sensitivity analysis on the rupiah against the US dollar in an effort to aid investors in gauging their investments in Indonesia.

Our study, based on 87 non-financial stocks under our coverage, which represent 62 percent of the Jakarta Composite Index (JCI) market capitalization, shows that every 1 percent of rupiah depreciation could lower the earnings per share (EPS) of our covered stocks by 0.9 percent overall.

That said, it is not a surprise that a recent 3 percent negative swing in the NDF market spooked investors, as it could translate into a 2.7 percent wipeout in 2017 market EPS growth.

(Source: Statistics Indonesia/Bahana)

A stronger dollar should in general spell good news for sectors with dollar revenue, such as coal, metals, oil and gas and plantations (Exhibit 5). By stock, our sensitivity analysis indicates that Salim Ivomas Pratama (SIMP), Wintermar Offshore Marine (WINS), Tunas Baru Lampung (TBLA) and Sampoerna Agro (SGRO) should be the major beneficiaries of rupiah deprecation within our basket of stocks (Chart 2).

Against the backdrop of a weaker rupiah, sectors with large US dollar costs and borrowings should suffer, which would include poultry, property and consumer discretionary goods. Losers of a stronger dollar include heavily leveraged companies under our coverage: Holcim Indonesia (SMCB), Lippo Karawaci (LPKR) and Mitra Adiperkasa (MAPI) (Exhibit 3).

For investors seeking shelter from currency volatility, we point to the construction and telecommunications sectors. In terms of stocks, Jasa Marga (JSMR), Surya Citra Media (SCMA), Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) and Waskita Karya (WSKT) should see their earnings least affected by foreign exchange swings.

______________________________________

The writer is senior associate director and head of strategy and research at Bahana Securities.

lol

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan pagi tadi sempat anjlok hampir 4%. Bahkan Rupiah sempat menembus level Rp13.731 per USD.

Ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengungkapkan, hal ini merupakan dampak dari pemilihan presiden Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Selain itu, juga terdapat sentimen dari pasar obligasi AS yang berdampak pada pasar obligasi di Indonesia.

Pelemahan Rupiah hari ini yang sempat melonjak hingga Rp13.800 dipicu oleh kenaikan nilai NDF (non-deliverable forward) Rupiah terhadap dolar semalam karena pelaku pasar melakukan aksi hedging besar-besaran mengantisipasi faktor ketidakpastian global yang tinggi pasca-terpilihnya Trump jadi Presiden,” kata Myrdal dalam pesan singkatnya kepada Okezonedi Jakarta, Jumat (11/11/2016).

“Aksi jual obligasi AS juga berdampak terhadap penjualan di pasar obligasi lokal,” imbuhnya.

Keadaan ini pun direspons oleh Bank Indonesia (BI) secara cepat. BI pun melakukan intervensi dengan cara melepas sebagian cadangan devisa untuk kembali memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

“Hal tersebut kemudian direspons oleh Bank Indonesia untuk intervensi di pasar keuangan dengan cara menjual cadangan devisanya untuk dikonversi ke obligasi pemerintah. Langkah intervensi tersebut kemudian membuat pasar keuangan domestik menjadi lebih stabil,” tuturnya.

Intervensi tersebut telah berdampak pada stabilnya Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Rupiah pada jeda siang kali ini bergerak di kisaran Rp13.200-an per USD.

Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di pasar Asia melemah 148 poin atau 1,12% ke Rp13.285 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah berada di level Rp13.238-Rp13.873 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat Rupiah berada di level Rp13.270 per USD atau melemah 170 poin (1,60%). Dalam pergerakannya terlihat Rupiah bergerak dalam kisaran Rp13.250 hingga Rp13.723 per USD.

Menurut Myrdal, nilai tukar Rupiah ini akan bertahan cukup lama pada level Rp13.300. Salah satu penopangnya adalah adanya aliran dana masuk dari program tax amnesty hingga akhir tahun 2016.

“Dana repatriasi dari tax amnesty juga diproyeksikan akan tetap menjaga kestabilan Rupiah di kisaran level 13.300 pada akhir tahun. Rupiah yang lemah akan menjadi daya tarik bagi wajib pajak yang ingin merepatriasi dananya ke dalam negeri,” tutupnya.

http://economy.okezone.com/read/2016/11/11/278/1538961/bi-jual-cadangan-devisa-demi-selamatkan-rupiah
Sumber : OKEZONE.COM

 

ets-small


Transaksi penukaran mata uang dollar Amerika Serikat (AS) terhadap Rupiah pada layanan penukaran uang (money changer), PT Ayu Masagung masih terlihat sepi. Padahal, pada pembukaan pagi ini, mata uang Garuda sempat menembus level Rp13.731 per USD.

Sampai sekarang masih sama saja. Masih belum ramai antara penukaran dan pembelian dolar AS,” ujar salah seorang teller money changer, di bilangan Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016).

Dirinya mengatakan, sampai saat ini penukaran uang dolar terhadap Rupiah masih dilakukan Rp13.300 per kurs. Namun, dirinya enggan mengatakan kenapa belum ada perubahan nilai penukaran hingga saat ini.

“Penukaran masih Rp13.300 sekarang,” singkatnya.

Sekedar informasi, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada pagi ini anjlok 4%. Bahkan, Rupiah sempat menembus level Rp13.731 per USD. Pada perdagangan kemarin, Rupiah masih di level Rp13.100-an per USD.

http://economy.okezone.com/read/2016/11/11/278/1538707/rupiah-rp13-700-per-usd-money-changer-sepi
Sumber : OKEZONE.COM

 lol

JAKARTA okezone– Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dikarenakan keberhasilan program tax amnesty.

Nilai tukar Rupiah agresif menguat tajam menuju level Rp12.900 per USD. “Lah iya lah, itu karena dengan makin baiknya hasil tax amnesty,” kata Darmin di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Darmin menuturkan, keberhasilan program tax amnesty yang mampu membawa masuk dana dari luar negeri memang berdampak secara langsung pada nilai tukar.

“Itu pasti arahnya ke sana, arahnya Rupiah menguat, IHSG menguat arahnya pasti ke sana,” tambahnya.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di pasar Asia tercatat menguat 86 poin atau 0,66 persen ke Rp12.955 per USD. Adapun, kisaran perdagangan harian Rupiah, berada di angka Rp12.886 sampai Rp13.042 per USD.

(rai)

lol

JAKARTA. Rupiah dalam tren positif di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Mengacu data Bloomberg, Selasa (27/9), di pasar spot rupiah ke Rp 12.998 per dollar AS atau menguat 0,33% dari sebelumnya Rp 13.041 per dollar pukul 10.08 WIB.

Senada, mengacu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar (JISDOR), rupiah ke Rp 13.027 per dollar AS atau menguat 0,37% dari sebelumnya Rp 13.076 per dollar AS. Sekaligus mempertahankan level terkuatnya tahun ini.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede bilang, rupiah menguat akibat sejumlah sentimen positif dari dalam negeri.

“Penurunan suku bunga acuan BI dan pengampunan pajak yang berpotensi menambah pendapatan negara turut mendongkrak rupiah,” kata dia.

Analis Monex Investindo Futures Yulia Safrina menilai, suku bunga The Fed yang masih rendah membuat rupiah berpotensi terus melaju, meskipun banyak pihak memprediksi suku bunga The Fed bakal dinaikkan pada November mendatang. Ke depan, rupiah masih bisa menguat.

http://investasi.kontan.co.id/news/selasa-pagi-rupiah-tembus-level-rp-12000-an
Sumber : KONTAN.CO.ID

lol

JAKARTA kontan. Bank Indonesia (BI) mencatat ada 2.372 atau 93% dari 2.540 perusahaan yang memiliki utang luar negeri (ULN) melakukan lindung nilai atau hedging selama kuartal pertama 2016. Jumlah itu turun 3% dibanding periode sama tahun 2015.

Pada kuartal I 2015, jumlah perusahaan yang melakukan Kegiatan Penerapan Prinsip Kehati-hatian (KPPK) atau hedging sebanyak 2.444 perusahaan.

Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Hendy Sulistiowati bilang, aksihedging ini merupakan keputusan perusahaan. Menurutnya, penurunan terutama terjadi karena banyaknya perusahaan yang mengurangi porsi ULN jangka pendek.

“Kewajiban jangka pendeknya turun sehingga selisih net aset valas atau net kewajiban valasnya jadi lebih kecil,” kata Hendy, Selasa (23/8).

Untuk diketahui, perusahaan wajib hedging apabila net aset valas atau net kewajiban valas lebih atau sama dengan US$ 100.000. Laporan BI juga menunjukkan jumlah perusahaan yang tidak wajib hedging meningkat, khususnya hedging tenor 0-3 bulan.

Pada kuartal pertama 2015, jumlah perusahaan yang tidak wajib hedging 79%. Sementara kuartal pertama 2016, jumlah perusahaan yang tidak wajib hedgingnaik menjadi 82%. Meski perusahaan yang melaporkan kegiatan hedgingmenurun, nilai hedging meningkat menjadi US$ 6,61 miliar. Pada kuartal pertama tahun lalu, nilai hedging tercatat sebesar US$ 4,41 miliar.

Dari nilai hedging kuartal I, sebagian besar dilakukan di sektor keuangan dan persewaan, perdagangan, hotel dan restoran, dan industri pengolahan. Porsi nilai hedging dari ketiga sektor itu mencapai 80%.

Tak hanya itu, 82% dari perusahaan yang melapor KPPK merupakan perusahaan yang tidak wajib hedging bertenor 0-3 bulan. Sementara 90% perusahaan yang melapor KPPK juga merupakan perusahaan yang tidak wajib melakukan hedgingbertenor 3-6 bulan.

Ekonom Samuel Asset Manajemen, Lana Soelistianingsih menilai, meski jumlah perusahaannya turun, namun peningkatan nilai hedging cukup bagus. Dengan melakukan kegiatan hedging, perusaaan tak perlu khawatir dengan pelemahan rupiah.

Kecenderungan rupiah yang menguat seperti saat ini justru kesempatan bagi perusahan untuk memanfaatkan fasilitas hedging. “Supaya biayanya lebih murah,” katanya.

bird

JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali menembus level 13.200 pagi ini (22/8). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 10.49 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,37% menjadi 13.212 per dollar AS. Sebagai perbandingan, pada akhir pekan lalu (19/8), rupiah ditutup di level 13.163 per dollar.

Pelemahan juga terlihat pada posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). Pagi ini, kurs JISDOR rupiah melemah 0,59% menjadi 13.197 dari sebelumnya 13.119.

Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Agus Chandra mengungkapkan, pasar masih menunggu efek penetapan suku bunga acuan menjadi BI 7 days repo rate.

Tekanan bertambah setelah adanya spekulasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

Hari ini, Agus memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 13.000–Rp 13.200 per dollar

http://investasi.kontan.co.id/news/tak-bertenaga-rupiah-menembus-level-13200
Sumber : KONTAN.CO.ID

bird_bbri_unvr

JAKARTA kontan. The rupiah may strengthen beyond 10,000 per US dollar, far from the current level of around 13,000, assuming that the tax amnesty program succeeds in repatriating the targeted Rp 1 quadrillion (US$76.5 billion) of Indonesians’ offshore assets, an analyst says.

Reaching the target, which is equal to two third of the central bank’s current foreign reserve assets, would clearly constitute a massive inflow because the repatriated dollar assets would have to be exchanged into rupiah, said NG Korindo Securities Head of Research Reza Priyambada.

If all the multi-billion dollar repatriated assets are converted into rupiah, based on a general estimation of its value, the rupiah will significantly appreciate against the US dollar to below 10,000,” he said in an economic discussion in Bali on Saturday.

Mandiri Sekuritas economist Leo Putera Rinaldy, however, worried that the steep appreciation in the rupiah exchange due to massive inflows of the repatriated assets might harm the economy.

“Indonesia needs a stable currency, as Bank Indonesia has previously highlighted. I believe the tax amnesty’s effect on rupiah appreciation will be limited as the central bank will prevent  volatile movement in the currency,” he said.

Both Reza and Leo warned that the multi-billion inflows might lead to over-liquidity in financial markets, thus the government and Financial Service Authority must prepare instruments to absorb the assets and effectively disburse them into real sectors. (Arif Gunawan Sulistiyono)

lol

Jakarta detik-Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah terhadap rupiah sore ini. Mata uang Paman Sam itu menyentuh level Rp 13.000.

Berdasarkan data perdagangan Reuters, Jumat (1/7/2016), dolar AS sore ini bergerak di Rp 13.092 dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.171.

Angka tersebut merupakan angka terendah dolar AS hari ini. Dolar AS sempat menyentuh level tertingginya hari ini di Rp 13.177.

Secara year to date (ytd), dolar AS sudah melemah terhadap rupiah sebesar 5,13%.

(drk/hns)

lol

JAKARTA kontan. Rupiah berhasil mendulang penguatan di tengah masih tidak stabilnya pasar eksternal pasca Brexit. Katalis dalam negeri jadi penopang kuat pergerakan unggul rupiah di awal pekan.

Di pasar spot, Senin (27/6) posisi kurs rupiah terangkat 0,30% ke level Rp 13.351 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia valuasi rupiah menukik 1,49% di level Rp 13.495 per dollar AS.

Resti Afiadinie, Analis Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk mengatakan intervensi Bank Indonesia jadi penyebab utama terdongkraknya nilai tukarrupiah. Serta buruknya sajian data ekonomi AS di akhir pekan lalu beri ruang bagi rupiah untuk menyesuaikan posisi sementara.

“Apalagi di awal pekan pengujung bulan seperti ini kan faktor penggerak minim,” kata Resti. Tidak heran posisi rupiah sedikit diuntungkan. Meski volatilitas pasar pasca Brexit belum mereda.

Resti mengatakan pergerakan Selasa (28/6) akan bergantung pada hasil akhir dari pertemuan Tax Amnesty. Jika benar disahkan tentu bisa jadi alasan bagi rupiah untuk terangkat lagi.

Karena kepercayaan investor akan pasar domestik tumbuh lagi. “Tapi kalau hal tersebut gagal, rupiah siap tertekan lagi,” perkiraan Resti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s