PRO GROWTH atawa ANTI GROWTH (2)

pro growth or anti growth

6% itu PDB kita pernah TUMBUH era reformasi

MUNGKIN kah kita kembali mengalaminya… 

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0032

KAYAKNYa mestinya bisa lah, syarat:  konsumerisme n investasi dalam negeri WAJIB TUMBUH

ekspor dah sulit n sedang sulit DIUSUNG-USUNG, tunggu KEMBALINYA KOMODITAS BERJAYA di GLOBAL lage

bird

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) genap berusia 2 tahun, Kamis (20/10/2016).

Cukup banyak yang sudah dilakukan duet Jokowi-JK dibantu jajaran Kabinet Kerja dalam dua tahun terakhir, terutama di bidang ekonomi

Apa saja yang sudah dicapai Jokowi-JK dalam 2 tahun pemerintahannya?

Berdasarkan data Kantor Staf Presiden (KSP), kinerja pemerintahan Jokowi-JK dapat diukur dalam beberapa indikator.

Diantaranya berdasarkan indikator pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi pada Semester I 2016 meningkat menjadi 5,04% dibandingkan periode yang sama di tahun 2015 yang sebesar 4,79%.

ets-small

 

Jakarta detik – Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), yaitu 7 Days Reverse Repo Rate, sudah diturunkan sampai ke 4,75%. Akan tetapi, penurunan ini tidak dibuntuti oleh bunga kredit perbankan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menilai penyebabnya adalah Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah perbankan masih tinggi.

“Kemungkinan persoalan NPL yang sudah ada memang agak tinggi, jadi berpengaruh ke bunga kredit,” ujarnya kepada detikFinance di Gedung Kemenko Keuangan, Jakarta, Rabu (20/10/2016).

Pada sisi lain, memang ekonomi saat ini sedang mengalami perlambatan dan dianggap masih rentan terhadap berbagai risiko, sehingga bank-bank lebih berhati-hati menurunkan bunga kredit.

“Mestinya setelah beberapa kali suku bunga acuan turun, bunga kredit bank juga akan turun. Jadi tak usah khawatir, mestinya akan turun dengan segera, ya tapi waktunya tidak satu banding satu, tidak langsung. Tapi saya tegaskan mestinya si akan segera turun,” ujarnya. (ang/ang)

ets-small

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan di akhir pekan ini, Jumat (14/10/2016), meski sempat diwarnai pelemahan di tengah perdagangan.

Menghijaunya indeks seiring dengan menguatnya bursa-bursa di kawasan Asia Pasifik pada sore hari ini, meskipun Wall Street berakhir memerah pada dini hari tadi. Saham-saham perbankan menjadi lokomotif penguatan IHSG hari ini.

Pukul 04.00 IHSG berakhir naik sebesar 1,11 persen atau 59,48 poin di posisi 5.399,88. Sebanyak 156 saham diperdagangkan menguat, 116 saham melemah dan 98 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 8,11 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 7,2 triliun. Adapun investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 596,7 miliar di seluruh pasar dan Rp 308,5 di pasar reguler.

Saham-saham yang menopang penguatan IHSG pada sore akhir pekan ini adalah TLKM (Rp 4.210), ASII (Rp 8.325), BBCA (Rp 15.800), BMRI (Rp 11.350), MYRX (Rp 138), DOID (Rp 480), danBBRI (Rp 12.225).

Seluruh indeks sektoral juga menghijau di akhir pekan ini, yakni agribisnis (0,56 persen), pertambangan (0,67 persen), industri dasar (0,07 persen), aneka industri (1,34 persen), konsumer (1,69 persen), properti (0,4 persen), infrastruktur (0,21 persen), keuangan (1,8 persen), perdagangan (0,64 persen), dan manufaktur (1,33 persen).

Dari regional, bursa di kawasan Asia Pasifik mayoritas juga berakhir menguat. Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo berakhir naik 0,49 persen menjadi 16.856,37. Sementara itu, indeks Hang Seng di bursa Hong Kong ditutup menguat 0,88 persen menjadi 23.233,31.

Selanjutnya, bursa Shanghai menguat tipis di sesi penutupan menjadi 3.063,81 dan bursa Seoul Comp naik 0,36 persen menjadi 2.022,66.

Seiring dengan penguatan IHSG, rupiah pada sore ini juga menguat terhadap dollar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot berakhir di Rp 13.033 per dollar AS.

ets-small

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan sukses kembali ditutup menguat pada perdagangan hari ketiga, Jumat (23/9/2016).

IHSG ditutup menguat 0,16% atau 8,65 poin di level 5.388,91 pada perdagangan hari ini, meski dibuka dengan pelemahan 0,08% atau 4,55 poin di posisi 5.375,71. Bahkan IHSG masih melemah menjelang penutupan perdagangan.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG telah bergerak di kisaran 5.355,93 – 5.388,91.

Sementara itu pada perdagangan Kamis (22/9), IHSG ditutup menguat 0,71% atau 37,67 poin di level 5.380,26.

Dari 536 saham yang diperdagangkan, sebanyak 115 saham menguat, 159 saham melemah, dan 262 saham stagnan.

Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG ditutup positif, dengan support utama dari sektor industri dasar yang menguat 1,74% dan sektor konsumer yang naik 0,98%.

Adapun, empat sektor lainnya ditutup melemah dengan tekanan utama oleh sektor aneka industri yang turun signifikan 1,81%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 juga ditutup menguat meski hanya sebesar 0,04% atau 0,19 poin ke 480,35 setelah dibuka dengan penguatan 0,13% di posisi 480,77.

“(IHSG) masih (bertahan) di atas 5.350. (Penurunan) BI Repo rate kemarin (salah satu sentimen yang mempengaruhi gerak IHSG hari ini). (Pasar nampaknya juga) menunggu (capaian) target tax amnesty,” kata Kiswoyo, Analis Recapital Securities saat dihubungi hari ini, Jumat (23/9/2016).

Seperti diketahui, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk memangkas BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5%.

Selain itu, bank sentral juga menurunkan deposit facility sebesar 25 basis poin menjadi 4,25% dan lending facility turun 25 basis poin menjadi 5,75% berlaku efektif 23 September 2016.

Gubernur BI Agus D.W Martowardojo mengatakan pelonggaran kebijakan moneter melalui 7-day Reverse Repo Rate ini sejalan dengan berlanjutnya stabilitas makroekonomi tercermin dari inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang terkendali, dan nilai tukar rupiah relatif stabil.

Hal senada juga diungkapkan tim riset Samuel Sekuritas. Dalam risetnya disebutkan potensi penguatan indeks pada perdagangan hari ini masih ditopang keputusan BI untuk menurunkan suku bunga repo rate menjadi 5%.

Selain itu ada sentimen positif dari tax amnesty setelah Presiden Jokowi mengundang beberapa pengusaha besar ke istana untuk membahas tax amnesty.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode (%)
BBCA +0,81
CPIN +3,87
MLBI +7,11
INTP +2,56

 

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode (%)
ASII -3,13
HMSP -0,99
BMRI -1,50
NISP -7,89

 

Sumber: Bloomberg

dollar small

JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa ruang pelonggaran kebijakan moneter masih terbuka.

Kondisi pelonggaran kebijakan moneter tersebut diperkirakan tetap terbuka sampai dengan tahun 2017 mendatang.

“Kami lihat kondisi longgar atau easing akan tetap berjalan sampai akhir tahun (2016) dan di awal tahun 2017,” ujar Gubernur BI Agus DW Martowardojo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Agus menjelaskan, saat ini bank sentral pun telah menunjukkan komitmennya untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini, bank sentral memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin dari 5,25 persen menjadi 5 persen.

Meskipun demikian, imbuh Agus, dalam menentukan pelonggaran kebijakan moneter, bank sentral tetap memperhatikan beberapa aspek.

Ia menyebut, aspek-aspek itu antara lain pembahasan Anggatan Pendapatan dan Belanja Negata (APBN) 2017,  target pertumbuhan ekonomi, subsidi, realisasi kebijakan pengampunan pajak, dan sebagainya.

“Kami lihat bahwa kemarin juga ada diskusi subsidi listrik, kelihatannya ada penyesuaian. Itu hal yang bagus karena akan membuat fiskal kita lebih sehat,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan, hal-hal semacam itu akan berpengaruh kepada pengambilan kebijakan moneter oleh bank sentral.

Dengan begitu, kata Agus, semua indikator perekonomian Indonesia akan diperhatikan oleh BI.

“Kalau semua indikator ekonomi dapat terjaga, maka kita masih tetap dalam kondisi easing, kondisi longgar,” terang Agus.

bird_bbri_unvr

JAKARTA kontan. Bank Indonesia punya nafas panjang menenteramkan hati bankir agar mau menurunkan bunga kredit. Bunga rendah, pasalnya, diharapkan bisa mendorong masyarakat mengambil kredit, mendorong konsumsi, lalu ujungnya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Cara BI yang terbaru adalah menetapkan bunga acuan utama baru, bernama seven-day (reverse) repo rate menggantikan istilah BI rate. Acuan baru ini berlaku per 19 Agustus lalu.

Bedanya, BI rate mengacu pada suku bunga moneter bertenor 12 bulan. Sedangkan 7-Day RR rate mengacu pada rata-rata bunga pasar uang antarbank (PUAB)/ overnight seminggu. Dengan tenor pendek dan menyasar bunga transaksional antarbank, BI menilai, instrumen baru ini lebih mencerminkan kondisi likuiditas bank.

Setelah dihitung oleh BI, 7-Day RR rate lebih rendah. Per Agustus, dengan keputusan mempertahankan bunga, BI menetapkan 7-Day RR rate sebesar 5,25%, sedangkan BI rate di level 6,25%.

Jalan bunga acuan baru berimbas pada bunga kredit bank, masih panjang. Pasalnya, sasaran awal BI dari kebijakan ini adalah likuiditas bank. Semakin encer likuiditas bank, semakin murah biaya dana (cost of fund), semakin tenang hati bank menyalurkan kredit. Bonusnya, bunga kredit bisa lebih murah.

Kerangka operasi moneter untuk menjaga likuiditas bank dari BI ini masih sama. Ada deposit facility rate (DF) yang menjadi acuan bunga bagi bank yang menyimpan di BI, serta lending facility rate (LF) sebagai bantuan likuiditas jangka pendek dari BI bagi bank yang membutuhkan dana.

Bedanya, dalam kerangka operasi moneter lama, DF ditetapkan sebesar 200 basis poin di bawah BI rate, dan LF sebesar 50 basis poin di atas BI rate.

Sebagai gambaran, jika BI rate 6,5%, maka bunga yang didapat bank jika menyimpan di BI sebesar 4,5%, sedangkan jika meminjam dari BI, beban bunganya 7%.

Dengan kerangka baru, bunga DF dan LF ditetapkan simetris 75 basis poin ke bawah dan ke atas dari 7-Day RR rate. Dengan kata lain, bunga simpanan untuk bank dari BI sama 4,5%, tetapi jika meminjam likuiditas dari BI beban bunganya hanya 6%. Lebih ringan bagi bank ketika mencari likuiditas.

 

Tabel kerangka operasi moneter lama v baru:

Kerangka Operasi Moneter Kerangka Operasi Moneter
LAMA BARU
Sk bunga kebijakan BI rate BI 7-day RR rate
Tercemin pada tenor OM 12 bulan 1 minggu
Standing facilities LF (ceiling), DF (floor) LF (ceiling), DF (floor)
Koridor Asimetris (50 bps + 200 bps) Simetris (75 bps + 75 bps)

Sumber: Bank Indonesia

lol

Liputan6.com, Jakarta – Perubahan BI Rate menjadi 7-day reverse repo rate mulai berlaku pada Jumat 19 Agustus 2016. Lalu bagaimana dampak perubahan suku bunga acuan ini terhadap pergerakan saham bank?

Berdasarkan data RTI, Jumat (19/8/2016), sektor saham keuangan naik 0,38 persen pada sesi pertama perdagangan saham Jumat pekan ini. Saham-saham bank yang menguat paling besar antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesia Agro Tbk (AGRO) naik 11,04 persen menjadi Rp 342 per saham, saham PT Bank Pan Indonesia Tbk naik 4,23 persen ke level Rp 985 per saham, dan saham PT Bank Agris Tbk menguat 3,26 persen ke level Rp 95 per saham.

Lalu bagaimana gerak saham bank pemerintah? Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,03 persen ke level Rp 11.975 per saham, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) stagnan di level Rp 5.875 per saham, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 1,53 persen ke level Rp 11.600 per saham, dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 1,56 persen ke level Rp 1.955 per saham.

Direktur PT Avere Investama Teguh Hidayat menuturkan BI telah  mengumumkan perubahan suku bunga acuan sejak April 2016. Ketika itu pelaku pasar sudah merespons sentimen tersebut.

“Saat itu IHSG baik-baik saja, saham-saham bank turun. Setelah pada Februari 2016 ada soal NIM sehingga membuat saham bank turun kemudian dua bulan berikutnya (April) ada pengumuman 7 day reverse repo rate,” kata dia saat dihubungiLiputan6.com seperti ditulis Jumat (19/8/2016)

Kini perubahan 7 day reverse repo rate mulai berlaku pada Jumat pekan ini, Teguh menilai belum berdampak ke pergerakan saham bank di pasar modal Indonesia. Ia menuturkan, kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak positif pada Agustus 2016 lebih mendominasi sehingga mendukung pergerakan saham bank.

“Tidak ada dampaknya (harga saham bank). Saya pikir tidak ada pengaruhnya,” kata dia.

Teguh menilai, saat ini cenderung minim sentimen untuk saham bank. Pelaku pasar lebih fokus memperhatikan soal infrastruktur dan perkembangan pengampunan pajak (tax amnesty). “Saat ini belum ada sentimen positif dan negatif,” ujar Teguh.

Teguh menilai ada perubahan suku bunga acuan baru itu berdampak terhadap kinerja emiten bank dalam jangka panjang. Ia optimistis kinerja emiten bank bakal positif pada 2017. Hal itu didukung dengan pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,3 persen dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

Sedangkan Analis PT First Asia Capital David Sutyanto menuturkan, perubahan suku bunga acuan jadi 7 day reverse repo rate akan berdampak positif untuk pergerakan saham bank. Ia menilai, 7 day reverse repo rate berada di kisaran 5,25 persen, dan lebih rendah dari BI di kisaran 6,5 persen akan berdampak ke kinerja bank.

Ekonom PT Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy pernah menuturkan ada perubahan suku bunga acuan menjadi 7 day reverse repo rate itu akan membantu percepat penurunan suku bunga terutama kredit.

Ia memandang penurunan suku bunga sudah terjadi. Ini terlihat dari imbal hasil surat utang negara (SUN) yang cenderung turun. Leo menuturkan, selain BI Rate turun, ada aliran dana investor asing ke SUN juga menurunkan imbal hasil SUN.

“Menurut saya tren penurunan suku bunga sudah terjadi. Ditunggu penurunan suku bunga kredit. 7 day reverse repo rate akan membuat tranmisi jadi lebih cepat,” ujar dia.

Rekomendasi Saham

Seperti diketahui, perubahan suku bunga acuan menjadi 7 day reverse repo rate juga turut mengubah acuan rate sertifikat Bank Indonesia (SBI) 12 bulan menjadi reverse repo rate dengan tenor tujuh hari. Saat ini BI Rate berada di level 6,5 persen. Sedangkan BI 7-day reverse repo rate 5,25 persen.

Untuk rekomendasi saham bank, Teguh menilai saat ini saham-saham bank sudah agak mahal. “Kalau ambil posisi bukan sekarang. Bagi sudah miliki saham bank sejak awal tahun 2016 profit taking,” ujar Teguh.

Sementara itu, David merekomendasikan beli saham BUMN antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). (Ahm/Ndw)

lol

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxiation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, pemerintah belum mampu memberikan kepastian kepada para wajib pajak yang berminat ikut program amnesti pajak. Hal itu tercermin dari sejumlah pertanyaan masyakarat yang mengikuti sosialisasi amnesti pajak yang digelar disejumlah daerah.

“Saat ini mereka belum yakin, ‘(Kalau ikut tax amnesty) aman enggak ya? Kalau ganti pemerintahan sustain enggak ya? Polisi, jaksa ngejar saya enggak ya?’,” kata Yustinus usai menjadi pembicara dalam acara sosialisasi amnesti pajak di Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Menurut ia, kepastian yang diharapkan masyarakat yakni adanya satu cara pandang yang sama dan berkelanjutan para penegak hukum terkait Undang-Undang Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.

Pada Pasal 20 disebutkan, data dan informasi yang bersumber dari program amnesti pajak tidak dapat dijadikan sebagai dasar penyelidikan, penyidikan, dan atau penuntunan pidana terhadap wajib pajak.

Pemerintah, ucap Yustinus, harus memberikan jaminan tidak akan ada perubahan sikap atas kebijakan amnesti pajak pada periode-periode pemerintahan selanjutnya.

“Apakah interpretasi A terhadap kasus ini, ke depan akan berbunyi A?. Bukan B, bukan juga C. Ini yang ditunggu para wajib pajak,” kata dia.

Dari sejumlah sosialisasi amnesti pajak, antusiasme masyarakat sangat besar. Di Surabaya, sosialisasi amnesti pajak dihadiri 2.700 orang. Sedangkan di Medan dan Jakarta, sosialisasi amnesti pajak dihadiri 3.500 orang dan 10.000 orang.

Yustinus menyakini sebagian besar orang yang hadir ke acara sosialisasi berminat ikut program amnesti pajak. Hanya saja, para wajib pajak tersebut masih menunggu dan melihat sikap pemerintah.

Sikap Pemerintah

Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah memutuskan untuk menghentikan semua proses pemeriksaan pidana perpajakan. Hal itu dilakukan demi suksesnya program tax amnesty atau pengampunan pajak.

“Untuk menciptakan kesuksesan tax amnesty, kami stop semua pemeriksaan,” kata Sri Mulyani saat melakukan sosialisasi amnesti pajak di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Selama ini, ada pandangan bahwa data pemeriksaan pidana pajak kerap dijadikan instrumen untuk menakuti para wajib pajak.

Kemenkeu, kata Sri, akan berusaha agar para aparat pajak tidak mengancam-ancam wajib pajak dengan data pemeriksaan tersebut.

Ketua Yayasan Satu Keadilan Sugeng Teguh Santoso, penggugat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak ke Mahkamah Konstitusi (MK) menilai, undang-undang tersebut meruntuhkan prinsip Indonesia sebagai negara hukum.

“Kami ingin mengingatkan pemerintah bahwa kepentingan-kepentingan yang sifatnya kontemporer sesaat tidak boleh menabrak prinsip negara hukum,” ujar Sugeng dalam acara talk show salah satu radio swasta di Jakarta, Sabtu (23/7/2016).

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s