bn11 mAu d1G0r3n6 … 251113_251116

tren harga saham BNII sejak 2015, seh, POSITIF BANGET

lol

JAKARTA kontan. Sejumlah bank kelas menengah bersiap memupuk modal. Tahun depan, beberapa bank berencana menerbitkan saham baru (rights issue) agar memenuhi aturan Basel III.

PT Maybank Indonesia Tbk misalnya. Direktur Keuangan Maybank Indonesia Thilagavathy Nadason mengatakan, tahun depan pihaknya berencana menggelar rights isssue. Potensi nilai saham baru mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

“Tahun ini kami sudah menerbitkan subdebt. Tahun depan kami berencana rights issue untuk memperkuat permodalan,” ujar Thila.

PT Bank Permata Tbk pun merencanakan hal sama. Tapi, hingga saat ini manajemen Bank Permata masih mematangkan opsi penambahan modal yang bakal tertuang di rencana bisnis bank (RBB).

Sampai akhir tahun ini, Maybank menargetkan rasio kecukupan modal atawa capital adequacy ratio (CAR) berada di 17%. Tahun depan CAR diharapkan 17%-18%. Sebelumnya, Bank Permata baru saja melakukan rights issue pada Juni 2016 dengan perolehan dana segar Rp 5,5 triliun. Dari hajatan itu, CAR Bank Permata naik menjadi 19,3% per September 2016.

“Pada akhir tahun ini ada tambahan modal tapi masih diskusi dengan pemegang saham,” timpal Roy Arman Arfandy, Direktur Utama Bank Permata.

Yang paling dekat bakal menerbitkan saham baru adalah PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. Bank milik taipan Tommy Winata ini bakal rights issue pada Desember 2016. Nantinya Bank Artha Graha akan menerbitkan sebanyak 2,7 juta saham baru dengan harga penawaran sebesar Rp 111 per saham.

“Jumlah dana yang bisa diraup dalam rights issue sebesar Rp 300,57 triliun,” ujar Direktur Utama Bank Artha Graha Internasional Andy Kasih, Kamis (24/11).

Bank Banten juga menggelar rights issue pada Februari 2017 sekitar Rp 200 miliar. Dana hasil aksi korporasi ini akan dimanfaatkan untuk menambah cabang. Di atas ketentuan Gambaran saja, rasio kecukupan modal industri perbankan sudah jauh di atas batas minimum 8%.

Per akhir kuartal III 2016, CAR perbankan sebesar 22,6%, naik 198 basis poin (bps) ketimbang tahun lalu (year on year/yoy). Kelompok bank menengah atau bank umum kegiatan usaha (BUKU) III mencatatkan CAR tertinggi yaitu sebesar 25,23% per September.

Rasio modal bank kelas menengah naik 253 bps yoy. Ironisnya, bank jumbo atau BUKU IV, justru memiliki CAR terendah yakni sebesar 20,67%. Permodalan bank kakap juga di bawah rata-rata industri.

ets-small

Crossing saham BNII Rp 1,8 triliun di akhir pekan
Oleh Annisa Aninditya Wibawa – Senin, 25 November 2013 | 06:14 WIB
kontan

JAKARTA. Ada transaksi tutup sendiri alias crossing saham PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) cukup besar pada akhir pekan lalu. Total transaksinya mencapai Rp 1,8 triliun.

Transaksi saham BNII di pasar negosiasi terjadi sebanyak tiga kali pada harga yang sama, yakni Rp 310 per saham. Jika dibandingkan harga di pasar reguler sebesar Rp 320, maka harga negosiasi lebih rendah 3,22%.

Volume transaksi saham di pasar negosiasi sebanyak 11,35 juta lot terjadi pada pukul 09.58 WIB. Total saham tercatat BNII mencapai

60,36 miliar

. Artinya crossing saham tersebut melibatkan 9,4% saham BNII.

Berdasarkan data RTI, transaksi negosiasi tersebut difasilitasi oleh UBS Securities Indonesia sebagai broker pembeli dan Kim Eng Securities sebagai broker penjual. Transaksi pertama dan kedua sebanyak 4 juta lot. Sementara itu, transaksi ketiga sebanyak 3,35 juta lot.

Direktur Global Banking BNII Rahardja Alimhamzah mengaku tidak mengetahui penyebab transaksi negosiasi dengan nilai cukup besar itu. Ia pun bilang, tidak memiliki rencana aksi korporasi apa pun dalam waktu dekat ini.

Sekadar informasi, pemegang saham BNII sampai 31 Oktober sebesar 54,33% dimiliki oleh Sorak Financial Holdings Pte Ltd. Maybank Offshore Corporate Service (Labuan) Sdn Bhd 33,9%, UBS AG London memiliki 9%, dan masyarakat dengan porsi di bawah 5% memegang 2,71%.

Aksi korporasi BNII terakhir adalah rights issue pada Mei 2013. Kala itu, BNII menjual 4,69 miliar saham baru ke publik di harga Rp 320.

Kepala Riset Reliance Securities Wilson Sofan bilang, ada dua hal yang bisa menyebabkan transaksi besar di pasar negosiasi. Pertama, karena ada aksi korporasi. Kedua adalah sekadar aksi menggoreng saham.

long jump icon

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s