Rp ga :( kok, :) donk : 170210_030816

spiral

Liputan6.com, Jakarta – Tiga bank nasional dan satu lembaga keuangan ikut berperan dalam pembiayaan proyek kilang gas alam cair (Liquid Natural Gas / LNG) Tangguh Train 3. Dana sebesar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun dikucurkan untuk proyek itu.

Proyek kilang LNG Tangguh mendapat paket pinjaman senilai total US$ 3,745 miliar atau sekitar Rp 50,557 triliun. Sebesar US$ 100 juta didapatkan dari pinjaman , PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT Indonesia Infrastruktur Indonesia Infrastructure Finance.‎

Sedangkan sisanya, paket pinjaman berasal dari lembaga-lembaga keuangan Tiongkok, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Prancis, Singapura, dan lembaga multilateral lainnya.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan, keikutsertaan pemberi pinjaman nasional dalam proyek hulu migas ini sejalan dengan inisiatif pemerintah dalam meningkatkan partisipasi lokal dalam proyek-proyek strategis, sekaligus memperluas pengalaman lembaga keuangan nasional dalam pembiayaan proyek berskala internasional.

“Untuk pertama kalinya pembiayaan proyek LNG melibatkan institusi-institusi keuangan domestik di Indonesia,” kata Amien, saat menghadiri penandatanganan FID di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu (3/8/2016)‎.

‎Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengungkapkan, dalam membiayai proyek tersebut masing-masing bank dan lembaga keuangan nasional mengeluarkan US$ 25 juta dengan waktu pinjaman 13 tahun.

“Kita dari empat, 3 bank pemerintah lalu satu bank pembiayaan totalnya US$ 100 juta Jadi masing-masing US$ 25 juta,” terang Achmad.

Menurut Achmad, peran BNI dalam proyek migas bukan pertama kalinya,‎ sebelumnya BNI juga telah memberikan pinjaman ke kontraktor dan penyedia jasa migas. Sektor migas menjadi sasaran BNI untuk menyalurkan pinjaman.

‎”Dasarnya begini ya, kan sebenarnya bukan hanya ini, kita melirik proyek-proyek migas bukan hanya Tangguh saja. Yang lain juga,” tuturnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, peran Mandiri dalam proyek hulu migas tersebut untuk ikut berperan dalam meningkatkan ketahanan energi nasional.

Dia melanjutkan, keterlibatan perbankan nasional dalam mendanai proyek Kilang LNG Tangguh Train 3 membuktikan, bank nasional mampu berperan dalam proyek hulu migas.

“Ini membuktikan bahwa bank-bank Indonesia bisa berpartisipasi dalam proyek besar berskala nasional di sisi upstream,” tutup Kartika.

lol

Selasa, 16/02/2010 18:47 WIB
Neraca Pembayaran RI 2009 Surplus US$ 12,5 Miliar
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang tahun 2009 melonjak tajam mencapai US$ 12,506 miliar. Angka itu melonjak tajam dibandingkan tahun 2008 yang defisit sebesar US$ 1,945 miliar.

Lonjakan surplus NPI terutama berasal dari lonjakan surplus transaksi berjalan yang mencapai US$ 10,582 miliar pada tahun 2009, dibandingkan tahun 2008 yang hanya US$ 126 juta.

Kenaikan juga terjadi pada transaksi modal dan finansial yang mencapai surplus US$ 3,673 miliar pada tahun 2009, dibandingkan tahun 2008 yang mencatat defisit US$ 1,876 miliar.

Khusus untuk triwulan IV-2009, NPI juga mencetak surplus US$ 4 miliar, meningkat dibandingkan surplus US$ 3,5 miliar pada triwulan III-2009. Surplus tersebut disumbangkan baik oleh transaksi berjalan maupun transaksi modal dan finansial.

Transaksi berjalan pada triwulan IV 2009 mencatat surplus US$ 3,4 miliar, meningkat dibandingkan surplus US$2,2 miliar pada triwulan III-2009.

“Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh membaiknya kinerja ekspor sebagai dampak dari terus berlangsungnya pemulihan ekonomi global dan membaiknya harga sejumlah komoditas ekspor unggulan,” ujar Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A. Johansyah dalam siaran persnya, Selasa (16/2/2010).

Ia menjelaskan, perbaikan kinerja ekspor tersebut masih didominasi oleh produk berbasis sumber daya alam yang tidak banyak membutuhkan bahan baku impor.

“Membaiknya kinerja ekspor juga didukung oleh kenaikan harga minyak dan bertambahnya volume ekspor LNG sejalan dengan beroperasinya Train 1 dan 2 di lapangan Tangguh. Kondisi ini mengakibatkan kenaikan ekspor lebih kuat daripada kenaikan impor,” imbuhnya.

Selama periode triwulan IV-2009, transaksi modal dan finansial mengalami surplus US$1,4 miliar yang disumbangkan oleh surplus pada kelompok investasi langsung dan investasi portofolio.

“Meskipun tekanan di pasar keuangan internasional sempat menurunkan risk appetite investor asing sehingga mendorong terjadinya arus keluar modal di instrumen tertentu pada Desember 2009, namun surplus investasi portofolio pada triwulan IV-2009 secara keseluruhan masih meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya,” urainya.

Menurutnya, perkembangan positif pada transaksi modal dan finansial ini tidak terlepas dari kondisi makroekonomi di dalam negeri yang relatif stabil dan membaiknya likuiditas global. (qom/dnl)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s