bbri, bnii @MEA, miapah … 121212_260516

rose KECIL

JAKARTA okezone- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan segera meluncurkan satelitnya. Adapun nama satelitnya adalah BRISat. Jika tidak aral melintang, BRISat akan dijadwalkan meluncur pada 9 Juni 2016.

Langkah BRI mengorbitkan BRISat karena beberapa hal. Pertama, tantangan jaringan kerja, meningkatkan efisiensi proses otoritas, menjaga kualitas jaringan, mewujudkan finansial inklusi, memanfaatkan slot orbit 150,5 BT dan meningkatkan fungsi intermediasi.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Taufik Widjoyono mengatakan, nantinya Kementerian PUPR akan mempelajari agar bisa memanfaatkan sebagian transpondernya. Adapun nantinya akan berguna untuk memantau pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

 [Baca juga: Dukung Laku Pandai, BRI Incar 2.000 Agen Baru BRILink]

“Kami berfikir juga untuk memanfaatkan sebagian transpondernya, untuk penggunaan Teknologi Informasi (TI) di PUPR, karena kita punya 12.000 paket pekerjaan di tahun ini, dan untuk mengetahui progress setiap jam dan setiap menitnya kita menggunakan TI. Tentunya kalau BRI punya satelit akan lebih mudah lagi dalam menggunakan TI ini,” ujarnya usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan BRI di Gedung Kementerian PUPR, seperti dilansir dari laman Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Sekadar informasi, tahapan final performance test satelit BRI yang dilaksanakan di pabrik Space Systems/Loral, LLC (SSL) Palo Alto, California, telah dilalui dengan sukses. Berikutnya, satelit akan dikirimkan ke lokasi peluncuran (Kourou) pada 8 Mei 2016 dengan menggunakan pesawat kargo Antonov-124. Diperkirakan tiba pada 9 Mei 2016 waktu Kourou, French Guiana. Pihak BRI, SSL dan Arianespace telah menyepakati peluncuran akan dilakukan pada 8 Juni 2016 jam 20.30-21.15 UTC atau 9 Juni 2016 waktu Indonesia.

(rai)

gifi

Jakarta detik -PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berambisi untuk menjadi bank terbesar di ASEAN. Berbagai langkah dilakukan untuk bisa mencapai misinya tersebut. Salah satunya melalui pembentukan bisnis satelit.

Demikian dikatakan Direktur Kelembagaan BRI Kuswiyoto saat ditemui di Gedung BRI 1, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

“Banyak sekali (strategi untuk jadi bank terbesar di ASEAN), contohnya dimulai dari yang simple seperti peluncuran satelit di bulan Juni,” ujarnya.

Melalui satelit tersebut, kata Kuswiyoto, jangkauan bisnis BRI semakin luas dan menjadi lompatan perseroan untuk tumbuh lebih pesat.

“Otomatis kan jangkauan kita kan tambah luas, pasti banyak yang bisa kita akses, itu akan membuat lompatan kita,” paparnya.

Di sisi lain, perseroan juga memperluas bisnisnya hingga ke Singapura dan Timor Leste.

“Kita juga sudah buka di Singapura, tahun ini di Timor Leste. Jadi kita nggak hanya mengembangkan di sini,” katanya.

Sebagai informasi, pengiriman satelit BRIsat ke lokasi peluncuran (Kourou) dilakukan pada tanggal 8 Mei 2016 dengan menggunakan pesawat kargo Antonov-124, dan diperkirakan tiba pada tanggal 9 Mei 2016 waktu Kourou, French Guiana.

“BRI, SSL dan Arianespace telah menyepakati bahwa peluncuran akan dilakukan pada tanggal 8 Juni 2016 jam 20.30-21.15 UTC atau tanggal 9 Juni 2016 waktu Indonesia,” ujar Corporate Secretary BRI, Hari Siaga Amijarso, Senin (9/5/2016).

Sementara itu, untuk pembangunan satellite control facility sudah hampir 100%. Tim teknis telah selesai melaksanakan sebagian besar proses Instalasi dan Site Acceptance Test (SAT) yang akan dilanjutkan dengan End To End Testing (ETE).

(drk/feb)

spiral

Bisnis.com,JAKARTA –  PT Bank Maybank Indonesia Tbk. fokus pada dua negara, yaitu Malaysia dan Singapura untuk penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR khusus tenaga kerja Indonesia (TKI).

Direktur Bisnis Banking Maybank Indonesia Tbk. Jenny Wiriyanto mengatakan penyaluran KUR TKI tersebut bakal dimulai tahun ini.

Sekarang ini produknya sudah ada. Baru tahun ini kami akan pecah telur, katanya, Selasa (26/1/2015).

Terkait dengan target penyaluran, Jenny mengatakan pihaknya masih melakukan finalisasi penentuannya.

Meski demikian, dia mengatakan pihaknya tidak hanya fokus pada angka target penyaluran KUR TKI tersebut. Menurutnya, penyaluran KUR TKI ini juga memiliki tujuan pada aspek sosial.

“Kami ada financing dan non financing.Yang dibangun adalah mereka end to end solusinya, bagaimana para majikan dan employer-nya membuka rekening, sehingga ada suatu kepastian pembayaran dan kami juga bisa memantau kinerja para TKI kita,”  ujar Jenny.

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. fokus pada dua negara, yaitu Malaysia dan Singapura
untuk penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR khusus tenaga kerja Indonesia (TKI).
Direktur Bisnis Banking Maybank Indonesia Tbk. Jenny Wiriyanto mengatakan penyaluran
KUR TKI tersebut bakal dimulai tahun ini.Sekarang ini produknya sudah ada. Baru tahun ini kami akan pecah telur, katanya,
Selasa (26/1/2015). (bisnis/uth) read more…

dollar small

TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan ada gap atau kesenjangan antara Indonesia dan Malaysia di bidang perbankan. Jumlah kantor yang dimiliki bank Malaysia di Indonesia mencapai 1.456 cabang dengan 4.317 anjungan tunai mandiri (ATM). “Sedangkan bank asal Indonesia yang beroperasi di Malaysia hanya satu cabang dan satu ATM,” katanya dalam rapat bersama anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 18 Januari 2016.

Begitu juga dengan Singapura. Agus menjelaskan, ada sekitar 2.167 kantor cabang bank asal Singapura yang beroperasi di Indonesia. Sedangkan bank Indonesia yang beroperasi di Singapura hanya satu kantor cabang. “Ini kan gapnya besar,” ucapnya. Menurut Agus, Indonesia akan mengikat diri dengan negara-negara ASEAN, agar ketimpangan dengan Malaysia dan Singapura bisa berkurang.

Pemerintah yang diwakili Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Perdagangan meminta persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat untuk meratifikasi protokol ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) paket keenam. “Kalau melihat peran BI dan OJK dalam AFAS ini, kami juga menyelesaikan ASEAN Banking Integrating Free World,” ujar Agus.

Menurut dia, jika ASEAN ingin melakukan integrasi di bidang keuangan, perbankan adalah bidang yang paling perlu menjadi perhatian. “Kami ingin menyampaikan, dalam AFAS, kami melakukan integrasi sistem perbankan di ASEAN,” tuturnya.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia telah meratifikasi lima paket AFAS. Paket keenam yang mereka ajukan adalah paket kelima dengan perubahan. “Yaitu Indonesia menambahkan Makassar sebagai salah satu kota di mana bank dari ASEAN boleh membuka cabangnya, sehingga jumlah total bank dari ASEAN yang boleh membuka cabangnya di Indonesia menjadi sebelas kota,” ucap Bambang.

Pada protokol keenam, komitmen yang diberikan negara ASEAN lain lebih besar dibanding komitmen Indonesia. Contohnya, Malaysia memberi akses profesional di sektor asuransi dan membuka akses pasar untuk sektor asuransi syariah. Thailand menambah batas pemegang asing untuk jasa asuransi. Myanmar membuka akses pasar jasa keuangan seperti intermediasi. Ada pula Brunei Darussalam yang membuka akses untuk sektor perbankan dan Kamboja di sektor sekuritas.

REZKI ALVIONITASARI

bird_bbri_unvr

JAKARTA – Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mulya Siregar mengungkapkan, bank asal Indonesia yang akan melakukan ekspansi ke Malaysia bisa membuka bank secara penuh tanpa harus akuisisi bank lokal.

Mulya menjelaskan, nantinya bank dalam negeri tidak hanya sekadar membuka cabang saja di Negeri Jiran untuk remitansi tapi bisa mengoperasikan secara penuh.

“Enggak harus (akusisi bank lokal Malaysia), kita nanti bisa buka secara full, skemanya seperti buka PT saja di sana,” ujarnya di Jakarta, Senin (12/10/2015).

Di sisi lain, kesepakatan kerja sama bilateral dengan Malaysia, masih terkendala adanya perbedaan perlakuan antara bank lokal Malaysia dan bank asal Indonesia. “Mereka memberlakukan fee berbeda terkait transaksi clearence.” jelas dia.

Menurutnya, setelah kesepakatan yang sudah dicapai, maka harus ada tiga bank asal Tanah Air yang membuka cabang di sana, sama seperti yang sudah dilakukan Malaysia di Indonesia.

“Kalau sekarang posisinya 3-0, tapi dengan penandatangan itu kita harapkan posisi sama,” pungkasnya.
(izz)

source: http://ekbis.sindonews.com/read/1052488/178/bank-ri-bisa-masuk-malaysia-tanpa-akuisisi-bank-lokal-1444645916

gifi

JAKARTA sindonews – Inovasi dan investasi terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi kunci keberhasilan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal ini sejalan dengan peluang dan tantangan industri jasa keuangan dalam peta persaingan ke depan. Karena akan tiba masa konsumen semakin tidak memerlukan uang fisik dan kantor cabang.

CEO Citibank Indonesia, Batara Sianturi menjelaskan, saat ini tengah terjadi tiga tren di dunia, yaitu globalisasi, urbanisasi dan digitalisasi. Agar dapat beradaptasi dan berkompetisi di era ini diperlukan pemikiran inovatif dan out of the box atau bahkan no box atau tidak ada sekat. (Baca: Citibank Indonesia Siapkan Layanan Garap Pasar ASEAN)

“Hal tersebut hanya dapat terjadi apabila kita memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki wawasan yang luas,” ujar Batara, dalam siaran persnya, Selasa (13/10/2015).

Dalam tren globalisasi, arus perdagangan dan kapital akan semakin kompleks. Apabila sebelumnya ASEAN sudah banyak bertransaksi dengan negara-negara lain di luar kawasan, maka dengan adanya MEA otomatis akan lebih banyak transaksi antar negara anggota.

Sementara untuk urbanisasi, menurutnya, hal ini ditandai dengan tumbuhnya megapolitan di berbagai negara. Ciri utama dari kota-kota ini adalah jumlah penduduknya yang lebih dari 10 juta jiwa. “Di kawasan ASEAN sendiri terdapat tiga kota megapolitan, yaitu Jakarta, Manila dan Bangkok. Kota-kota ini telah mengubah arus perdagangan barang dan jasa. Sehingga menimbulkan tantangan dan peluang masing-masing yang berbeda,” tuturnya.

Perkembangan teknologi yang cukup pesat juga mengharuskan industri perbankan untuk beradaptasi melalui berbagai inovasi digital. Saat ini jumlah kartu seluler yang beredar lebih banyak dari jumlah nasabah bank. “Hal ini berarti, kita harus memikirkan bagaimana dapat membawa layanan dan solusi perbankan ke genggaman tangan nasabah,” kata Batara.

Dia memandang, yang terjadi ke depan adalah terbentuknya masyarakat yang menggunakan lebih sedikit uang tunai dan menurunnya kebutuhan layanan di kantor cabang bank. “Bukan cashless society tapi less cash society dan bukan branchless banking, tapi less branch banking. Sebab itu, diperlukan solusi dan pendekatan inovatif dari sektor perbankan,” tambahnya.

Citi melihat ASEAN sebagai kawasan yang strategis. Saat ini Citibank telah berada di enam negara kawasan ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Di Indonesia sendiri, Citi telah berdiri sejak 1968.

“Ke depan ASEAN akan menjadi kekuatan ekonomi ke-7 di dunia dan saya yakin Indonesia dapat menjadi salah satu pemain penting di arena ini, asalkan kita memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar berwawasan global, serta mendukung terjadinya inovasi,” tutupnya.

(dmd)

source: http://ekbis.sindonews.com/read/1052866/178/era-mea-hilangkan-uang-fisik-dan-kantor-cabang-1444738746

dollar small

Kondisi perbankan nasional dinilai belum siap menghadapi integrasi ekonomi kawasan
ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan pada 2015, ujar
ekonom. Minimnya modal dan belum adanya bank lokal yang berekspansi di ASEAN menjadi
hambatan perbankan nasional memasuki era perdagangan bebas AEC.

Telisa Aulia Falianty, Peneliti dan Staff Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,
mengatakan ketidaksiapan perbankan nasional menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
bisa berdampak buruk. (ift/uth)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s