PDB kite 2016: +4.92% (yoy @Q1), seh

gifi

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui laju pertumbuham ekonomi secara kuartalan mengalami perlambatan.

Baru saja Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal-I 2016 mengalami kontraksi sebesar 0,34 persen poin dibandingkan kuartal-IV 2015.

“Kelihatannya penyebabnya, pertama kredit perbankan lambat pertumbuhannya,” kata Darmin di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (4/5/2016).

“Kedua, panen terutama padi bergeser. Itu yang tadinya di bulan Maret, tapi terjadinya di bulan April sehingga sudah masuk kuartal-II,” kata Darmin.

Darmin mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2016 didorong oleh investasi, baik investasi swasta maupun investasi pemerintah termasuk di dalamnya belanja barang.

Catatan BPS, realisasi belanja negara pada kuartal-I 2016 meningkat 6,16 persen secara tahunan.

Kendati begitu menurut Darmin, peningkatan realisasi belanja tersebut masih kurang mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Tentu akan diteruskan upaya untuk mempercepat, terutama belanja barang dan belanja modal,” pungkas Darmin.

Penulis : Estu Suryowati
Editor : M Fajar Marta

dollar small

JAKARTA kontan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2016 mencapai 4,92% persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibanding triwulan keempat 2015 yang sebesar 5,04%, tetapi lebih tinggi dibanding triwulan pertama 2015 yang sebesar 4,73%.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, meski secara tahunan mengalami pertumbuhan, secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi -0,34%.

“Tetapi start di triwulan pertama 2016 kalau dibanding triwulan pertama 2015 lebih baik,” kata dia dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (4/5).

Ia menjelaskan, perekonomian global pada triwulan pertama 2016 masih melemah. Negara mitra dagang Indonesia seperti China mengalami perlambatan ekonomi dari 6,8% menjadi 6,7%.

Pertumbuhan Amerika Serikat sendiri stagnan di angka 2% dan juga Singapura yang stagnan di 1,8%.

Sementara itu dari sisi domestik sendiri, inflasi bergerak rendah sebesar 0,62% pada periode Januari-Maret 2016, rupiah menguat 3,67%, belanja negara meningkat 6,16% year on year (YoY), dan realisasi penerimaan pajak 13,24% dari target tahun ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s