opsi buyback dipraktekkan bbri … 091109_020516

ID : Selain berencana menurunkan suku bunga kredit, pada awal Mei mendatang, BRI akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 4,35 triliun. Obligasi tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan senilai total Rp 12 triliun.

“Seperti obligasi perseroan yang diterbitkan sebelumnya, penerbitan obligasi pada Mei akan dilakukan dalam tiga tenor, yakni 1, 3, dan 5 tahun. Sejak dibuka penawaran awal sampai saat ini, permintaan obligasi tersebut sudah mencapai Rp 8 triliun. Jadi, sudah di atas target kami,” tutur Haru.

Haru mengatakan, tahun ini, BRI menyiapkan alokasi investasi sekitar Rp 3-5 triliun.

Dana tersebut antara lain akan digunakan untuk menambah modal tiga anak usaha, yakni PT BRI Syariah, PT BRI Agroniaga Tbk, dan PT Bringin Life. (ID/gor)

JAKARTA ID – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah merealisasikan program pembelian kembali (buyback) saham perseroan sebanyak 221,71 juta unit. BRI menghabiskan dana sebesar Rp 2,41 triliun.

Pgs Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan BRI Aestika Oryza mengungkapkan, harga rata-rata buyback saham perseroan sebesar Rp 10.910 atau masih di bawah harga rata-rata penutupan saham perseroan selama periodebuyback yang sebesar Rp 10.991. “Pelaksanaan buybacktelah selesai dilaksanakan,” ungkap dia dalam penjelasan resmi, Rabu (20/1).

Sebelumnya, BRI mengumumkan bahwa perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 2,5 triliun untuk buybacksaham. Periode buyback selama tiga bulan, sejak 12 Oktober 2015 hingga 12 Januari 2016.

Wakil Direktur Utama BRI Sunarso pernah menegaskan bahwa pihaknya yakin pembelian kembali saham tersebut tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan usaha perseroan.

“Perseroan memiliki modal kerja dan cash flow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan,” katanya. Dalam transaksi tersebut, BRI menunjuk Bahana Securities sebagai perusahaan perantara perdagangan efek. (ID/jau)

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. berencana untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham akibat pasar modal tengah anjlok.

Budi Satria, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan BRI, mengatakan perseroan tengah melakukan kajian awal secara internal untuk buyback saham.

“Saat ini BRI masih dalam tahap awal kajian internal untuk menentukan kelayakan dari rencana tersebut,” ungkapnya dalam keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia, Selasa (25/8/2015).

Dia memastikan dalam melakukan aksi korporasi, emiten berkode saham BBRI tersebut akan melalui seluruh tahap pelaksanaan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan dana Rp10 triliun untuk buyback saham 13 badan usaha milik negara (BUMN) kakap yang dilepas melalui Bursa Efek Indonesia.

Rini Soemarno, Menteri BUMN, mengatakan pihaknya menargetkan mulai menyuntikkan dana untuk buyback saham BUMN hari ini, Selasa (25/8/2015). Buyback dilakukan kepada 13 emiten pelat merah yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia.

“Total BUMN yang akan melakukan buyback ada 13 yang besar dan kami lihat. Kami pada dasarnya berkisar di situ. Minimal Rp10 triliun yang kami siapkan,” katanya.

Pada perdagangan hari ini, saham BBRI telah melorot 18,03% sejak awal tahun. Tetapi, hari ini saham BBRI menghijau 4,37% atau 400 poin ke level Rp9.550 per lembar.

Senin, 09/11/2009 10:10 WIB
BRI Beli Balik Obligasi Rp 500 Miliar
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menawarkan opsi pembelian kembali atas obligasi subordinasi yang diterbitkan pada tahun 2004 senilai Rp 500 miliar. Opsi ini rencananya dieksekusi pada 9 Januari 2010.

Demikian berdasarkan pengumuman perseroan, Senin (9/11/2009).

Opsi beli rencananya dilaksanakan pada tahun keenam sejak diterbitkannya obligasi tersebut, yaitu pada 9 Januari 2010. Rencana ini telah mendapat persetujuan Bank Indonesia (BI).

“Emiten akan melunasi lebih awal seluruh pokok obligasi subordinasi yang masih terhutang kepada pemegang obligasi melalui agen pembayaran pada tanggal pelaksanaan opsi beli dengan nilai 100% dari nilai pokok berikut bunga obligasi yang masih terhutang (kupon bunga ke 24 yang dibayarkan pada 9 Januari 2010,” demikian tertulis dalam pengumuman tersebut.

Pada 9 Januari 2004, BRI menerbitkan obligasi subordinasi I senilai Rp 500 miliar. Obligasi ini jatuh tempo pada 2014 dengan opsi beli balik pada tahun keenam.

Setelah opsi beli ini dieksekusi, perseroan tidak memiliki kewajiban atas obligasi ini.
(dro/qom)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s