pegadaian dan bbri, seirama kayanya … 060110_200216

JAKARTA kontan. Kementerian BUMN belum memastikan siapa bank yang akan berpartner dengan PT Pegadaian (Persero). Menurut Gatot Trihargo, Deputi Bidang Jasa Keuangan Kementerian BUMN, saat ini seluruh bank BUMN dipastikan masih terbuka untuk memiliki Pegadaian.

Ia menolak jika bank BRI hanyalah satu-satunya bank BUMN yang berpotensi untuk mengakuisisi Pegadaian. “Saya tidak bilang bank BRI,” ujarnya, belum lama ini.

Seperti diketahui bahwa wacana Pegadaian akan dibeli oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dilontarkan oleh Menteri BUMN pada waktu itu, yakni Dahlan Iskan.

Dahlan mengungkapkan keinginannya pada tahun 2014 lalu agar BRI bisa membeli Pegadaian. Pertimbangannya, karena bisnis Pegadaian dinilai memiliki kesamaan dengan BRI, yakni menggarap segmen retail menengah mikro. Namun hingga saat ini, akuisisi tersebut urung terjadi.

Sebaliknya, Bandung Pardede, Asisten Deputi Bidang Jasa Keuangan Kementerian BUMN mengatakan, semua bank BUMN tertarik untuk memiliki Pegadaian.

Bukan hanya karena jumlah nasabah yang banyak, Pegadaian juga memiliki kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, Pegadaian juga memiliki produk yang diminati oleh masyarakat, yakni emas.

 

Selasa, 05/01/2010 19:20 WIB

4 Bank topang pendanaan Pegadaian Rp4 triliun

oleh : M. Tahir Saleh

JAKARTA (Bisnis.com): Sebanyak empat bank menyokong pendanaan Perum Pegadaian sebesar Rp4 triliun guna menggenjot omzet tahun ini yang ditargetkan meningkat hingga 60% dibandingkan dengan tahun lalu.

Budiyanto, Direktur Keuangan Perum Pegadaian, mengatakan keempat bank tersebut ialah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Central Asia, dan Bank Rakyat Indonesia. “Kami mendapatkan komitmen dari empat bank ini sehingga kebutuhan dana kami bisa ditutup,” katanya kepada pers di Jakarta, hari ini.

Dia mengungkapkan sebetulnya kebutuhan dana tahun ini untuk menggejot bisnis mencapai Rp7 triliun. Dari jumlah itu, katanya, Rp2 triliun akan dijajaki melalui penerbitan obligasi dan sisanya melalui dana cadangan dari investasi jangka pendek.

“Rp2 triliun kan dari obligasi, dan sisanya Rp1 triliun ini dari investasi money market kami,” katanya.

Dia mengatakan penjajakan penerbitan obligasi dengan nilai sekitar Rp2 triliun itu menggenjot target omzet yang mencapai Rp75,85 triliun. Namun, Budiyanto belum bisa memastikan pihak penjamin emisi obligasi atau underwriter dan kapan waktu tepatnya emisi obligasi itu. “Kami masih membicarakan rencana ini,” katanya.

Pada Juli tahun lalu, perusahaan juga menerbitkan obligasi XIII/2009 sebesar Rp1,5 triliun sebagai kebutuhan dana untuk ekspansi bisnis.(yn)

bisnis.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s