aksi korporasi @bbri … 010614_010116

Bisnis.com, JAKARTA–Kalangan bankir kelas menengah mulai menyiapkan rencana masif dalam ekspansi anorganik pada tahun depan, mengikuti jejak bank besar yang telah memiliki beragam jenis anak usaha.

Adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. yang pada tahun monyet api mendatang berniat memiliki 3 anak usaha sekaligus. Direktur Utama BTN Maryono menuturkan pihaknya berencana memiliki anak usaha di bidang asuransi,multifinance, dan teknologi informasi (IT).

Dalam rancangan perseroan, rinci Maryono, perusahaan asuransi akan diluncurkan pada kuartal I/2015. Kemudian, pada kuartal II/2015, emiten bersandi saham BBTN ini pun akan meluncurkan perusahaan pembiayaan. Adapun, untuk perusahaan IT, Maryono menuturkan pihaknya bakal menggandeng bank pelat merah lainnya.

“Kami alokasikan Rp300 miliar untuk ekspansi anorganik tahun ini” jelas Maryono di Jakarta, pekan ini.

Maryono melanjutkan, nantinya perusahaan asuransi tersebut akan berupa entitas patungan dengan menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo. Posisi BTN, tambah dia, akan menjadi pemegang saham pengendali atas perusahaan yang bakal menyediakan produk asuransi jiwa tersebut.

Untuk perusahaan multifinance, kata Maryono, akan menyasar masyarakat berpenghasilan tidak tetap. Kami memanfaatkan adanya aturan Otoritas Jasa Keuangan yang merestuimultifinancemasuk ke pembiayaan jangka panjang.

Kendati masif berekspansi anorganik, Maryono menyebut pihaknya tak menargetkan posisi aset perseroan naik signifikan. Pasalnya, menurut dia, pada tahun depan pihaknya tetap mengutamakan peningkatan produktivitas dibanding kenaikan aset.

Sementara itu, Direktur Utama Jasindo Budi Tjahjono mengatakan saat ini proses pembentukan perusahaan patungan asuransi dengan BTN terus berjalan. Jasindo, ujar dia, akan menyiapkan dana patungan bergantung pada kajian BTN.

Kamikandiajak. Jadi nanti persiapan dana untuk perusahaan ini akan bergantung alokasi BTN dan kami diberi saham berapa, jelas Budi.

Tahun depan, PT Bank OCBC NISP Tbk. pun kembali melanjutkan niatan untuk mengakuisisi perusahaanmultifinance. Namun, Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja memastikan perusahaan tetap akan mengutamakan adanya nilai tambah dari aksi akuisisi tersebut.

Kami tak hanya ingin beli license, tapi memang ada integrasi sehingga betul ada nilai tambah. Jadi kami enggak ingin yang pasif yang ada izinnya saja, jelas Parwati.

Sebelumnya, beberapa entitas kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) 4 pun telah memasang rancangan bakal mengakusisi perusahaan keuangan pada tahun depan

Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso menuturkan pihaknya siap menggelar aksi akuisisi pada tahun depan. Kalau akuisisi, mudah-mudahan tiap tahun ada, kata dia.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Budi Gunadi Sadikin pun sempat mengungkapkan perusahaan yang dipimpinnya tak menutup kesempatan untuk mengakusisi entitas baru pada tahun depan. Budi menyebutkan sesuai aturan, pihaknya memiliki ruang sebesar 10% dari modal untuk bisa membeli entitas perusahaan keuangan. Namun, peluang tersebut pun belum akan dieksekusi Bank Mandiri sampai akhir tahun ini.

Sekarang kondisi harga memang agak turun, tapi saat ini belum ada yang akan kami beli. Belum tahu tahun depan, kata Budi.
Hingga kini, emiten berkode saham BMRI tersebut telah memiliki 10 anak usaha yakni Bank Mandiri Europe Limited London (BMEL), Mandiri International Remittance (MIR), Bank Syariah Mandiri, Mandiri Sekuritas, Bank Mandiri Taspen Pos, Mandiri Tunas Finance, AXA Mandiri Financial Services, Mandiri Investasi, Mandiri AXA General Insurance, dan Asuransi Jiwa InHealth Indonesia.

Jakarta -PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali menjalin kerjasama dengan beberapa business partner perbankan di wilayah Malaysia, melalui peningkatan sinergi bisnis dengan Bank Kerjasama Rakyat Malaysia Berhad (Bank Rakyat) dalam melakukan ekspansii di berbagai bidang layanan perbankan.

Malaysia merupakan negara dengan nilai strategis dalam bidang ekonomi, mengingat Malaysia merupakan negara kerja utama TKI yang menjadi sumber devisa bagi Indonsia.

Sepanjang periode Januari-Desember 2014, sebanyak 127.827 orang dari total penempatan 429.872 orang TKI ditempatkan di Malaysia atau menempati porsi terbesar dari seluruh negara tujuan kerja TKI yaitu 29,73%.

“Di sisi lain Malaysia merupakan negara dengan sumber transaksi remittance terbesar,” kata Corporate Secretary BRI Budi Satria dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6/2015).

Budi menyebutkan, sepanjang 2014, nilai transaksi remittance dari Malaysia sebesar US$ 2,54 miliar, atau setara dengan Rp 32,98 triliun atau menempati porsi 30,43% dari total nilai remittance seluruh negara tujuan kerja utama TKI, sebesar US$ 8,34 miliar atau Rp 103,31 triliun.

Terkait hal itu, Budi menyebutkan, BRI dengan Bank Rakyat, Minister of Domestic Trade, Cooperative and Consumerism melakukan kerjasama, yang secara umum Meningkatkan hubungan perdagangan antara pelaku bisnis di Malaysia dengan aktivitas bisnis di Indonesia, terutama di bidang pelayanan perbankan.

Selain itu, mengupayakan dan memfasilitasi kemudahan dalam pengembangan dunia usaha bilateral Malaysia dan Indonesia dalam bentuk penyederhanaan birokrasi, kemudahan akses pengembangan usaha, dan sebagainya

Di samping itu, menjembatani timbulnya komunikasi antara pelaku usaha dan bisnis di wilayah Malaysia dengan Indonesia untuk kemungkinan pengembangan usaha lebih lanjut yang menguntungkan kedua belah pihak.

BRI dengan jumlah jaringan kerja sebesar 10.396 kantor pelayanan perbankan dan 152.443 jaringan kerja E-Chanel memiliki competitive advantage di bidang pelayanan remittance bagi keluarga TKI di tanah air, terutama bagi TKI yang berada di Malaysia.

Saat ini, BRI memiliki 47 business partner dalam bentuk bank, remittance company maupun money transfer operator di berbagai koridor negara tujuan kerja utama TKI di luar negeri.

Hingga akhir 2014, total nilai remittance TKI yang dikirim melalui jaringan kerja BRI sebanyak 3,5 juta transaksi dengan nilai remittance sebesar Rp 13,65 triliun yang disalurkan TKI kepada keluarganya di seluruh penjuru tanah air.

Bank BRI telah menempatkan Remittance Representative di negara Malaysia dan Dubai untuk Representative BRI terhadap koresponden, pelayanan langsung ke nasabah BRI yang di luar negeri, dan meningkatkan business patner.

Rencananya, akan penambahan penempatan Remittance Representative di negara Taiwan, Malaysia Timur, Arab Saudi dan Korea. Khusus di wilayah Malaysia business partner Bank BRI hingga saat ini sejumlah 12 institusi berupa bank, remittance company, maupun money transfer operator dengan jumlah transaksi remittance TKI di negara tersebut ke tanah air sebanyak 2,3 juta transaksi dengan nilai Rp 7,7 triliun.

Kerjasama BRI dengan Bank Kerjasama Rakyat Malaysia Berhad juga meliputi Business partnership untuk pelayanan transaksi remittance TKI kepada keluarganya di tanah air dengan memanfaatkan 145 jaringan kantor cabang Bank Kerjasama Rakyat Malaysia Berhad di Malaysia.

Pengembangan fungsi pelayanan pembiayaan inklusif kepada TKI dalam bentuk pembukaan rekening tabungan TKI pada saat pra keberangkatan, pemberian pembiayaan kepada Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) yang akan berangkat ke LN serta pengiriman uang gaji TKI kepada keluarganya di tanah air melalui pelayanan remittance dengan memanfaatkan jaringan kerja Bank Kerjasama Rakyat Malaysia Berhad.

Pemanfaatan produk perbankan Bank Kerjasama Rakyat Malaysia Berhad dan Bank BRI secara bersama-sama untuk bidang pelayanan produk berkartu, pemanfaatan sarana e-banking serta pemanfaatan jaringan kerja kedua belah pihak secara optimal untuk menunjang dan meningkatkan kemampuan pelayanan kepada publik.

WE Online, Jakarta – Pengamat ekonomi Aviliani resmi mengajukan pengundurun diri sebagai Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan selanjutnya dia akan menempati posisi yang sama pada PT Bank Mandiri Tbk.

Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan BRI Budi Satria dalam keterbukaan informasi pada Rabu (28/5/2014) menyebutkan Aviliani telah mengajukan pengunduran diri sebagai Komisaris Independen BRI sebagaimana surat permohonan yang diajukan oleh yang bersangkutan pada 23 Mei 2014.

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri pada Rabu (21/5/2014) memutuskan untuk mengangkat Aviliani sebagai Komisaris Independen bank BUMN itu.

Aviliani diangkat sebagai Komisaris Independen BRI pada 28 Maret 2012. (Ant)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s