NPL @bbri … 080413_231115

JAKARTA – Direktur PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Asmawi Syam menyatakan, pertumbuhan kredit macet (Non Performing Loan/NPL) diperkirakan akan stabil hingga sepanjang akhir tahun 2015. Bahkan, diharapkan tidak akan ada tanda-tanda naik.

“(NPL) Akan stabil, karena tidak ada tanda-tanda (meningkat),” ujarnya di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (23/11/2015).

Dia menjelaskan, bila pun ada kredit macet (Non Performing Loan/NPL) dari debitur, maka itu bukan berasal dari bisnis yang bermasalah. Namun, melainkan diakibatkan oleh omzet bisnis usaha yang kini tengah menurun meskipun geliat bisnis kini sudah mulai berjalan dan terlihat.

“Sebenarnya bukan karena bisnisnya bermasalah tapi omzet-nya ‘kan turun,” imbuh dia.

Oleh sebab itu, pihaknya beberapa waktu lalu melakukan restrukturisasi yang berkaitan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun kaitan tersebut adalah tadinya empat pilar menjadi dua pilar saja karena kondisi ekonomi.

Sementara itu, dia memprediksikan kredit macet (Non Performing Loan/NPL) tahun 2016 juga akan menurun secara nominal akibat bisnis yang kembali menggeliat.

Adapun selama ini, kredit macet (Non Performing Loan/NPL) terjadi lantaran dalam hal bunga misalnya yang terjadi penundaan.

“Ada tiga hal yang bisa dilakukan. Restrukturisasi, pembayaran bunga ditunda, lalu tahun depan dia bisa bayar bunga lebih mudah,” pungkasnya.

http://economy.okezone.com/read/2015/11/23/278/1254250/tingkat-kredit-macet-bri-stabil-hingga-akhir-2015
Sumber : OKEZONE.COM

 

Kredit Macet BRI Capai Rp 26 Triliun, Paling Banyak Sektor Perdagangan
Dewi Rachmat Kusuma – detikfinance
Senin, 08/04/2013 12:33 WIB
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat jumlah kredit macet hingga akhir 2012 mencapai hingga Rp 26,664 triliun dengan jumlah debitur 1.540.749 orang. Secara jenis usaha, kredit macet terbesar berasal dari sektor perdagangan mencapai 51,16% dengan nilai Rp 7,4 triliun.

Direktur BRI Achmad Baiquni mengatakan, total kredit macet itu telah di-recovery sebesar Rp 10,134 triliun. Sementara sisanya tinggal Rp 14,530 triliun.

Komposisi kredit macet BRI per jenis usaha posisi Desember 2012 meliputi pertanian, pertambangan, perindustrian, listrik, air, dan gas, konstruksi, perdagangan, pengangkutan, jasa dunia usaha, dan jasa sosial masyarakat.

Sedangkan komposisi kredit macet per segmen berasal dari sektor mikro, ritel, program, menengah, dan korporasi.

“Kredit macet karena kegagalan panen dan harga tiba-tiba jatuh. Komposisi kredit terbanyak di mikro sebanyak Rp 5,3 triliun atau mencapai 36,58%,” kata dia dalam paparannya kepada Komisi XI, di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (8/4/2013).

Saat ini, kata Achmad, dari total kredit macet, yang dikelola oleh BRI mencapai Rp 9,320 triliun. Sementara sisanya dikelola oleh pihak ketiga sebesar Rp 5,21 triliun.

Realisasi hapus tagih sampai Desember 2012 mencapai Rp 39,54 miliar. Sisa plafon hapus tagih tinggal Rp 424,46 miliar.

(dru/dru)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s