penjaminan simpanan: STABIL … 131010_180515

Bisnis.com, JAKARTA—Lembaga Penjamin Simpanan tetap mempertahankan suku bunga penjaminan hingga 14 September 2015, kendati suku bunga deposito bank mulai menunjukkan penurunan.

Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Samsu Adi Nugroho menuturkan pihaknya memang melihat ada ruang untuk menurunkan suku bunga penjaminan. Apalagi melihat kondisi likuiditas perbankan yang mulai menunjukkan perbaikan.

Namun, menurut Samsu, mempertimbangkan kinerja industri perbankan nasional yang masih mengalami perlambatan, serta prospek ekonomi yang butuh waktu untuk kembali stabil, membuat LPS tidak mengubah tingkat bunga penjaminan.

“Tingkat bunga penjaminan ditetapkan tidak mengalami perubahan dan berlaku efektif mulai tanggal 15 Mei 2015 sampai dengan 14 September 2015,” tulis Samsu dalam keterangan resminya, pekan lalu.

Tak berubahnya tingkat bunga penjaminan tersebut, lanjut Samsu, juga mempertimbangkan risiko likuiditas dari faktor eksternal terutama dari arah kebijakan moneter Amerika.

Adapun, pada periode 15 Mei 2015-14 September 2015, LPS menetapkan tingkat bunga penjaminan untuk bank perkreditan rakyat (BPR) sebesar 10,25%.

Sementara itu, untuk bank umum, tingkat bunga penjaminan LPS yakni sebesar 7,75% untuk simpanan dengan mata uang rupiah. Lalu, untuk valuta asing, tingkat bunga yang dijamin LPS yakni sebesar 1,5%.

LPS juga mengimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana.

Dalam menjalankan usahanya, LPS juga menyarankan bank untuk memperhatikan kondisi likuiditas ke depan.

 

Rabu, 13/10/2010 15:26 WIB
LPS Tahan Lagi Suku Bunga Penjaminan
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Rapat Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali memutuskan untuk tetap mempertahankan besaran tingkat suku bunga penjaminan periode 15 Oktober-14 Januari 2011.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris LPS Ahmad Fajarprana kepada detikFinance, Rabu (10/13/2010).

Tingkat suku bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum sebesar 7%, suku bunga penjaminan simpanan valas di bank umum sebesar 2,75%, dan suku bunga penjaminan simpanan di BPR sebesar 10,25%.

“Dengan pertimbangan tidak ada variabel ekonomi yang signifikan yang mempengaruhi perubahan,” jelas Fajar.

Fajar menambahkan, perbedaan suku bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di bank umum dengan BI rate sebesar 50 basis poin merupakan rentang yang wajar dan perlu tetap dipertahankan.

(dru/dnl)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s