rups bbri (2015) dan bnii 2012 … 220312_040515

Chasing asset growth

n  Net profit was up 3.5% yoy in 1Q15, below expectations

n  NIM fell 134bps as deposit growth outpaced loans (25% vs 9%)

n  Credit cost rose to 89bps, from 63bps, due to higher NPLs

n  Reiterate Buy with new TP of Rp13,900

 

Weak results. BBRI’s net profit of Rp6.14tn in 1Q15 (+3.5% yoy) was below our and consensus estimates (1Q: 22% of our full year forecast), largely due to lower NIMs and higher credit costs. Core earnings (PPOP) grew modestly by 12.5% yoy, driven by strong non-interest income growth (+91% yoy), which offset its slower net interest income growth (+9% yoy). However, a sharp rise in loan provisions (+42% yoy) led to the bank’s much lower earnings growth and profitability ratios with ROAA/ROAE declining to 3.09%/25.3%, respectively (1Q14: 3.89%/30.0%, respectively). BBRI’s aggressive asset growth strategy, in support of its ambition to become Indonesia’s largest payment bank, has been achieved at the expense of its profitability ratios.

 

NIM fell 134bps yoy. BBRI’s loan growth of 9.6% yoy in 1Q was below industry growth (Feb 2015: 12% yoy), due to weak loan demand from SOEs in 1Q pending parliamentary approval of the state budget, while growth of its high-margin micro loans remained robust at 16% yoy in 1Q. However, its strong deposit growth of 25.3% yoy, which well outpaced its loan growth, has narrowed its NIM by 134bps yoy to 7.16% in 1Q – although this was still well above industry average NIM, it sustained the downtrend of the bank’s NIMs from its peak of 11.8% in 2005. The strong growth of BBRI’s high cost deposits (+42% yoy) has lowered its CASA ratio to 50.7% (1Q14: 56.4%). However, the bank’s strong fee income growth, albeit from a low base, should help mitigate its NIM pressure, in our view.

 

Rising credit costs. BBRI’s net credit cost rose to 89bps in 1Q15 (1Q14: 63bps) as its new NPLs rose to 2.6% of loans in 1Q, from 1.9% a year earlier. Overall NPL ratio worsened slightly to 2.1% (from 1.8%) as the rise in NPL ratios for its medium loans rose to 7.50% (from 5.27%) and non-SOE corporate loans to 1.92% (from 0.92%) were mitigated by relatively stable asset quality for micro and consumer loans, which account for 50% of loan portfolio. Provisions/NPL coverage remained high at 160%, albeit a decline from 194% a year earlier.

 

Reiterate Buy. We cut our FY15F forecast by 5.6% (6.2% for FY16F) on the back of the results. In spite of this, we raised our GGM-derived TP slightly to Rp13,900 (assumptions: 22% LT ROE, 9% LT growth and 13.5% cost of equity) due to our 50bps lower cost of equity assumption in line with lower bond yields this year. Our new TP implies a target FY16F P/E of 11.5x, which in our view is not demanding.

 

Download PDF
Sumber : IPS RESEARCH

 

JAKARTA – Rencana pemerintah untuk konsolidasi bank pelat merah terus dilakukan dengan cara merotasi sejumlah jajaran direksi di empat bank milik pemerintah.

Perombakan jajaran di empat bank badan usaha milik negara (BUMN) sebagai upaya konsolidasi ini diakui oleh kalangan bankir. Konsolidasi ini bukan menggabungkan usaha tetapi melakukan konsolidasi di operasional dan bisnis bank BUMN.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk Maryono mengatakan rotasi direksi bank milik pemerintah merupakan bagian dari upaya konsolidasi strategis.
“Ini pilihan kombinasi tepat dalam rangka konsolidasi strategis, lebih mudah, bisa sinergi antar BUMN secara efisien,” ujarnya di Menara BTN, Selasa (24/3/2015).;

Dia menuturkan sinergi yang dapat dilakukan antar bank BUMN yakni penyatuan atau penggabungan anjungan tunai mandiri (ATM) empat bank BUMN.
Selain itu, tidak menutup kemungkinan bank milik pemerintah memanfaatkan kerja sama teknologi, khususnya dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk yang bakal segera memiliki satelit sendiri.

“Bisa juga kerja sama IT, dengan BRI yang beli satelit kami bisa kerja sama. Apalagi, kami juga sekarang sudah ada direksi yang berasal dari BRI,” ucapnya.

Menurut Maryono, keputusan penggantian susunan pengurus perseroan merupakan kewenangan pemegang saham. Tujuannya untuk memperkuat perseroan dalam menghadapi ketatnya persaingan serta ketidakpastian ekonomi global.

Direktur Utama Terpilih Bank BRI Asmawi Syam juga tak menampik adanya upaya konsolidasi antar-bank BUMN dilihat dari perputaran pimpinan di empat bank BUMN terbesar. “Lihat saja direksi yang baru saat ini,” katanya.

Sinergisme merupakan bagian dari upaya efisiensi yang menjadi perhatian BRI pada tahun ini.”Di sisi lain, perbankan Indonesia saat ini sedang memasuki era efisiensi,” ujarnya.

Bahkan, Asmawi menuturkan pihaknya sedang mendiskusikan operasional konsolidasi ATM dengan bank BUMN lain dan sudah ada sejumlah opsi yang akan dijajaki.

Dia menjabarkan opsi pertama yakni dengan membentuk jaringan switching baru yang dimiliki bank BUMN. Nantinya, empat bank BUMN akan menyetor modal ke perusahaan switching ini.

Kedua, menggunakan jaringan yang sudah ada yakni melalui jaringan link. Selain itu, opsi terakhir yakni dengan memindahkan mesin ATM bank BUMN yang ada di satu lokasi.

Dia menerangkan di satu lokasi terdapat tiga mesin ATM milik bank BUMN yang mana dua mesin ATM tersebut akan dipindah ke lokasi lain. “Kalau seperti ini biaya operasional bank akan berkurang karena tidak perlu tambah ATM,” kata Asmawi.

Saat ini, lanjutnya, rencana konsolidasi ATM ini masih dalam kajian termasuk biaya yang hendak dikenakan ke nasabah. “Dalam dua hingga tiga bulan ke depan kami akan menyampaikan konsep rencana sinergi ATM ini,” tutur Asmawi.

Seperti diketahui, dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan empat bank BUMN pada bulan ini, terdapat sejumlah direktur yang berpindah dari satu bank ke bank lain.

Seperti jajaran direksi BTN terdapat empat direktur baru.Keempat direktur itu adalah Adi Setianto, Sis Apik Wijayanto, Sulis Usdoko, dan Oni Febriarto.
Dua dari empat direktur tersebut berasal dari bank BUMN lain, yakni Adi Setianto sebelumnya menjadi Direktur Jaringan dan Layanan Bank BNI dan Sis Apik Wijayanto sebelumnya menjabat sebagai Pimpinan Wilayah Bank BRI.

Sementara itu, rotasi juga terjadi di bank pemerintah lainnya. Dua direksi BRI yakni mantan Direktur Keuangan BRI Ahmad Baiquni dipilih untuk memimpin BNI sebagai Direktur Utama, sedangkan mantan Direktur Jaringan dan Layanan BRI Suprajarto menduduki jabatan baru sebagai Wakil Direktur Utama BNI.
Mantan Direktur Bisnis Komersial BRI Sulaiman Arif Arianto juga berpindah menjadi Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk.

Mantan Direktur BNI Gatot M Suwondo diangkat menjadi Komisaris BRI. Sunarso yang sebelumnya merupakan direktur commercial banking Bank Mandiri ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama Bank BRI.

http://finansial.bisnis.com/read/20150325/90/415389/perombakan-direksi-awal-konsolidasi-bank-pelat-merah
Sumber : BISNIS.COM

Hasil Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

RUPS Tahunan

Rapat Umum Pemegang Saham Telah memenuhi korum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 20.881.597.578 saham atau 84,65 % dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.

Hasil RUPS Tahunan:

Agenda Kesatu
1. Menyetujui Laporan Tahunan 2014 dan mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2014 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman, dan Surja  sesuai Laporan No. RPC-6591/PSS/2015 tanggal 16 Januari 2015 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam Laporan Tahunan Perseroan 2014.
2. Mengesahkan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan tahun buku 2014 termasuk Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman, dan Surja  sesuai dengan Laporan No. RPC-6769/PSS/2015 tanggal 18 Februari 2015 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan tahun buku 2014 sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Perseroan tahun buku 2014.

Agenda Kedua
1. Menyetujui penggunaan laba Perseroan tahun buku 2014 sebesar Rp 24.241.649.766.770,30 sebagai berikut :
a. Rp 7.272.494.930.031,00 atau sebesar 30%ditetapkan sebagai dividen tahun buku 2014
b. Rp2.666.581.474.344,00atau sebesar 11% untuk cadangan tujuan guna mendukung investasi
c. Sisanya untuk menambah laba ditahan Perseroan.
2. Memberi wewenang dan kuasa kepada Direksi untuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen tahun buku 2014 sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Agenda Ketiga
Memberikan kuasa dan wewenang  kepada Dewan Komisaris denganterlebih dahulu mendapat persetujuan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan besarnya tantiem yang diberikan untuk tahun buku 2014kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang menjabat selama tahun 2014 serta menetapkan besarnya gaji, honorarium, fasilitas dan/atau tunjangan lainnya bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun 2015.

Agenda Keempat
Memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan Kantor Akuntan Publik (KAP) serta KAP Pengganti dalam hal KAP yang ditunjuk karena sebab apapun tidak dapat menyelesaikan audit atas Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan untuk tahun buku 2015 serta menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi KAP maupun KAP Pengganti tersebut.

Agenda Kelima
1. Menyetujui Perubahan Anggaran Dasar Perseroan antara lain penyesuaian dengan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka dan Peraturan OJK No.33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
2. Menyetujui untuk menyusun kembali Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan perubahan sebagaimana dimaksud pada butir 1 tersebut diatas.
3. Memberikan kuasa dan kewenangan kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan keputusan Mata Acara Rapat ini sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menyatakan kembali seluruh perubahan Anggaran Dasar Perseroan tersebut dalam Akta Notaris.

Agenda Keenam
1. Memberhentikan dengan hormat nama-nama berikut sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan:
Sdr. Bunasor Sanim  : Komisaris Utama/Komisaris Independen
Sdr. Adhyaksa Dault  : Komisaris Independen
Sdr. Hermanto Siregar  : Komisaris Independen
Sdr. Heru Lelono   : Komisaris
Sdri. Dwijanti Tjahjaningsih : Komisaris
Pemberhentian anggota Dewan Komisaris tersebut terhitung sejak ditutupnya Rapat ini dengan ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikiran yang diberikan selama menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris.

2. Mengalihkan penugasan Sdr. Mustafa Abubakar semula sebagai Wakil Komisaris Utama/Independen menjadi Komisaris Utama/Independen efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test), dengan masa jabatan meneruskan masa jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama/Independen.

3. Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai anggota Dewan Komisaris:
Sdr. Gatot Trihargo  : Wakil Komisaris Utama
Sdr. Fuad Rahmany  : Komisaris Independen
Sdr. Sony Keraf   : Komisaris Independen
Sdr. Adhyaksa Dault  : Komisaris Independen
Sdr. Jeffry W. Wurangian  :Komisaris
Sdr. Gatot M. Suwondo  : Komisaris

Pengangkatan anggota Dewan Komisaris tersebut berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test) dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, kecuali untuk Sdr. Adhyaksa Dault berlaku efektif sejak ditutupnya Rapat ini.  Berakhirnya masa jabatan anggota Dewan Komisaris yang diangkat tersebut sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan yangk ke-5 sejak pengangkatan mereka tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu.

4. Mengukuhkan pemberhentian nama-nama tersebut di bawah ini dengan ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikiran yang diberikan selama menjabat DIreksi sebagai berikut:
a. Sdr. Sofyan Basir dan Sdr. Sarwono Sudarto terhitung sejak diangkatnya sebagai Direktur Utama dan Direktur di PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tanggal 2 Januari 2015;
b. Sdri.  Lenny Sugihat terhitung sejak diangkatnya sebagai Direktur Utama di Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik tanggal 2 Januari 2015

5. Memberhentikan dengan hormat nama-nama berikut sebagai anggota Direksi
Sdr. Djarot Kusumayakti  : Direktur
Sdr. Sulaiman Arif Arianto : Direktur
Sdr. Suprajarto   : Direktur
Sdr. Achmad Baiquni  : Direktur
Pemberhentian anggota DIreksi tersebut dihitung sejak ditutupnya Rapat ini dengan ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikiran yang diberikan selama menjabat sebagai Direksi.

6. Mengalihkan penugasan Sdr. Asmawi Syam dari semula Direktur menjadi Direktur Utama efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test), dengan masa jabatan meneruskan masa jabatan sebagai Direktur.

7. Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai anggota Direksi:
Sdr Sunarso: Wakil Direktur Utama
Sdr. Djarot Kusumayakti   : Direktur
Sdr. Mohammad Irfan   : Direktur
Sdr. Haru Koesmahargyo   : Direktur
Sdr. Donsuwan Simatupang  : Direktur
Sdri. Susy Liestiowaty   : Direktur
Sdr. Zulhelfi Abidin   : Direktur

Pengangkatan anggota Direksi tersebut berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test) dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, kecuali untuk Sdr. Djarot Kusumayakti berlaku efektif sejak ditutupnya Rapat ini.  Berakhirnya masa jabatan anggota Dewan Komisaris yang diangkat tersebut sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan yang ke-5 sejak pengangkatan mereka tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu.

8. Dengan adanya pengangkatan tersebut, maka susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris Independen : Mustafa Abubakar*
Wakil Komisaris Utama   : Gatot Trihargo*
Komisaris Independen   : Fuad Rahmany*
Komisaris Independen   : Ahmad Fuad
Komisaris Independen   : Adhyaksa Dault
Komisaris Independen   : Sony Keraf*
Komisaris     : Vincentius Sony Loho
Komisaris     :Jeffry W. Wurangian*
Komisaris     : Gatot M. Suwondo*

Direksi
Direktur Utama    : Asmawi Syam*
Wakil Direktur Utama    : Sunarso*
Direktur     : Djarot Kusumayakti
Direktur     :Gatot Mardiwasisto
Direktur     :A. Toni Soetirto
Direktur     :Randi Anto
Direktur     : Susy Liestiowaty*
Direktur     : Zulhelfi Abidin*
Direktur     :Donsuwan SImatupang*
Direktur     :Haru Koesmahargyo*
Direktur     :Mohammad Irfan*

*efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test) dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku
9. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan keputusan agenda ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk untuk menyatakan dalam akta Notaris tersendiri dan memberitahukan susunan annggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Kementerian Hukum dan HAM, serta meminta Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test) terhadap calon-calon pengurus sesuai dengan  ketentuan yang berlaku.

Sumber : IPS RESEARCH

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s