BI ra(aaa+7.5%)te … 180315

JAKARTA kontan. Rupiah bergerak menguat. Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7,5% memberikan sentimen positif. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) kemarin (17/3) memperlihatkan, rupiah menguat 0,21% ke Rp 13.209 per dollar AS. Di pasar spot, rupiah turun 0,49% menjadi Rp 13.180 per dollar AS.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual memaparkan, tiga faktor yang berperan bagi penguatan rupiah. Pertama, BI tidak memangkas suku bunga. Kedua, membaiknya neraca perdagangan Indonesia yang surplus US$ 700 juta. Ketiga, respons positif pasar atas paket kebijakan  pemerintah agar rupiah stabil.

Analis Monex Investindo Futures Agus Chandra mengatakan, kebijakan pemerintah menstabilkan rupiah, salah satunya dengan memperluas pemberlakuan negara bebas visa, berkontribusi terhadap penguatan rupiah. Kebijakan ini dapat menyedot kedatangan turis asing dan menambah cadangan devisa.

David memperkirakan, hari ini rupiah akan menguat terbatas menjelang rapat Bank Sentral AS, The Fed. Ia memprediksi, rupiah bergerak di kisaran  13.070-3.250. Sedangkan Agus memprediksi, rupiah bergerak di 13.000-13.300 per dollar AS.

Editor: Yudho Winarto
JAKARTA okezone – Turunnya tingkat suku bunga acuan (BI Rate) diyakini akan memperbaiki iklim ekonomi Indonesia dan juga pengusaha. Pasalnya, kondisi ekonomi Indonesia yang terus mengalami kemajuan, membuat Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunganya.Menanggapi penurunan BI Rate ini, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan akan berimbas positif pada ekonomi. “The low, the better (makin rendah semakin baik),” kata dia saat ditemui di kantornya, Selasa (17/2/2015).Menurutnya, proyeksi perekonomian Indonesia jauh lebih baik saat ini, sehingga BI menurunkan BI rate-nya. Dia berharap dengan turunnya suku bunga acuan ini, maka akan menjadi stimulus untuk pengusaha Indonesia. “Itu akan bagus bagi ekonomi kita karena menstimulasi pengusaha,” ucap dia.

Selain itu, turunnya BI rate diperkirakan dapat mendorong investasi masuk ke Indonesia. Meski demikian, dia mengatakan masih ada yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dan Bank Sentral, yakni bagaimana mengendalikan inflasi.

“Kalau inflasi sudah terkontrol, suku bunga kita cukup tinggi makanya persoalan inflasi harus dibereskan,” tandas dia.

(mrt)

 

Jakarta -Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,5%. Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan (Menkeu), menilai kebijakan ini searah dengan bank sentral di sejumlah negara.

“Bank sentral negara-negara lain juga kebijakan rate, seperti India. BI mungkin melihat itu sebagai tren yang juga harus dijalankan di Indonesia, langkah BI ini tepat dengan melihat kondisi dunia. Tapi tentunya kita harus jaga stabilitas makro,” kata Bambang di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (17/2/2015).

Bambang menilai, pertimbangan utama BI menurunkan suku bunga adalah proyeksi inflasi. Ke depan, inflasi sepertinya akan terkendali bahkan bukan tidak mungkin terjadi deflasi seperti pada Januari 2015.

“Tekanan inflasi tidak setinggi dulu lagi. Ada kecenderungan inflasi rendah, bahkan deflasi,” tuturnya.

Menurut Bambang, penurunan BI Rate akan membantu sektor riil karena akan memicu kenaikan kredit. Ujungnya adalah investasi akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi pada tahun ini.

“Pertumbuhan kredit mudah-mudahan bisa naik sehingga harapan kita investasi tumbuh, dari swasta juga bisa muncul. Semangat untuk bersama-sama tumbuh. Investasi akan menjadi yang paling penting di 2015 ini,” ucap Bambang.

(hds/hen)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s