24,2 T @ LABA bbr1 … 0201201empat_071114_280115

 

Moderating growth

n  Net profit was up 13.6% yoy in FY14 (in line)

n  Moderating loan growth and profitability ratios

n  NPLs, credit cost have risen albeit from a low base

n  Reiterate Buy with TP of Rp12,900

 

Good results. BBRI’s profit of Rp24.2tn in FY14 (+13.6% yoy) came in line with our forecast (Rp24.3tn) and consensus estimate (Rp23.9tn). Earnings growth was driven by strong B/S growth (loans: +13.8%; deposits: +23.4%), stable NIMs of 8.06% (vs. 8.17%), fee income growth (+23% yoy), and despite its rising credit costs. In 4Q, earnings fell 5% qoq due to a high base in 3Q (which was boosted by exceptional incomes) but NIM also narrowed to 7.47%. Core earnings (PPOP) grew a robust 15.4% yoy but ROAA/ROAE eased to 3.63%/28.2%, respectively (FY13: 3.80%/30.6%, respectively). For 2015, the bank expects earnings to grow by 10-12% with loan growth of 15-17% and slightly lower NIM (-25bps).

 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan laba bersih pada tahun 2014 sebesar 24,24 Triliun. Naik bila di bandingkan dengan periode yang sama di tahun 2013 sebesar 21,34 triliun. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 993.51 per lembar.

 

Berikut Laporan keuangan BBRI Tahun 2014 :

Account Quarter 4 2014
Last Price          11775
Share Out 24,4 B
Market Cap. 287.574,6 B
Balance Sheet
Cash               22.469,2 B
Total Asset 801.955,0 B
S.T Borrowing 15.456,7 B
L.T Borrowing 40.565,6 B
Total Equity 97.737,4 B
Income Statement
Revenue           75.122,2 B
Gross Profit 75.122,2 B
Operating Profit 28.361,9 B
Net. Profit        24.241,7 B
EBITDA         29.281,0 B
Interest Exp. 0,0
Ratio
EPS                 993,51
PER                 11,85x
BVPS                 4.001,95
PBV                 2,94x
ROA                 3,02%
ROE                 24,80%
EV/EBITDA 10,97
Debt/Equity 0,57
Debt/TotalCap 0,36
Debt/EBITDA 1,91
EBITDA/IntExp. 0,00

Sumber : IPS RESEARCH

Strong deposit growth. BBRI’s loan growth of 13.6% yoy was ahead of industry growth (c.12%), driven by robust growth in its microcredit (16%) and corporate loans (19%). This reflects strong investments in micro banking networks (outlet: +594 units; E-channel: +48,000) and personnel to cope with growth in borrowers to 7.3m (+0.75m in FY14; +1.0m in FY13). Customer deposits grew 23.4% yoy, largely driven by high-cost deposits (+40%) although CASA ratio remains strong at 52.5%. In response to Micro KUR moratorium by the government in Dec 2014 (pending revisions of the state budget), BBRI launched a new loan product called Kupedes Rakyat with a higher lending rate of 26% (vs. 22% for Micro KUR) to cover for insurance cost (2% pa). BBRI’s large investment in network capacities makes it more important for the bank to sustain its loan growth in the coming years.

 

Asset quality. BBRI’s net credit cost (after recoveries) jumped to 80bps in FY14 albeit from a low base in the past two years (FY13: 51bps; FY12: 14bps). Despite an uptrend in its new NPLs in the past two years, we view its asset quality as still well-controlled with low NPL ratio of 1.6% and high provision/NPL coverage of 192% (albeit a decline from  >200% in 2010-13). Asset quality of BBRI’s micro and consumer loans, which accounted for nearly half of loan portfolio, remained stable with low NPL ratios of 1.1-1.2%.

 

Reiterate Buy. We are still bullish on the earnings outlook of Indonesia’s Big Four banks, which have so far been resilient despite macro headwinds in Indonesia in the past two years. We maintain our TP of Rp12,900, which implies a FY15F P/B and P/E target of 2.6x and 11.5x, respectively, which is still cheap compared with market valuation (15x) and the stock’s historical trading range. Reiterate Buy.

 

Download PDF
Sumber : IPS RESEARCH

 

JAKARTA kontan. Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, kinerja perbankan memang melambat, seiring melempemnya pertumbuhan ekonomi. Toh, sejumlah bank besar tetap masih mampu menggenjot pertumbuhan aset tinggi.

Salah satunya: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Aset BRI bahkan mampu mendaki 20,01%. Ini merupakan pertumbuhan tertinggi di jajaran 10 bank terbesar Indonesia, per September tahun ini.

Tak pelak, pertumbuhan aset BRI ini makin mempersempit jarak dengan sang jawara aset, PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri). Saat ini selisih aset BRI dan Bank Mandiri cuma sebesar Rp 92,87 triliun. Di periode yang sama tahun 2013, aset BRI bahkan sempat di atas Bank Mandiri dengan selisih  Rp 112,37 triliun.

Achmad Baiquni, Direktur Keuangan BRI belum bisa memastikan, apakah sampai akhir tahun, BRI  bisa kembali menggeser Bank Mandiri dari  sisi aset.  “Yang pasti, BRI berharap bisa membukukan pertumbuhan aset sekitar 15%-17% sampai akhir tahun ini,” tandas Baiquni kepada KONTAN, kemarin.

Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Bank Mandiri juga berharap, aset Bank Mandiri mampu tumbuh 15% hingga pengujung tahun 2014. Jika harapan BRI dan Mandiri itu terkabul, bukan mustahil, aset BRI ungguli Bank Mandiri.

Apalagi, tahun depan, Mandiri mematok konservatif dalam pertumbuhan aset karena ekonomi masih gamang. “Target tumbuh maksimal 15%, sama dengan target tahun ini karena ada kenaikan bahan bakar minyak dan inflasi tinggi,”  ujar Budi beralasan.

Gatot M. Suwondo, Direktur Utama Bank BNI bilang BNI mematok target pertumbuhan moderat aset. Pasalnya, sebagian besar industri masih belum tumbuh stabil. “BNI di peringkat empat aset itu by design. Ibarat balap lari, kami bukan sprinter tapi maraton, dengan tetap menjaga jarak dengan BCA dan CIMB Niaga,” ujar Gatot.

Di luar empat bank jumbo, saling balap pertumbuhan aset terjadi di bank kelas menengah. Yang menarik: posisi Bank Permata yang getol mengejar aset Bank Danamon.

Aset bank patungan milik Standard Chartered Bank dan Astra International itu naik 19,96%, hanya berjarak Rp 9 triliun dari Danamon. Tahun lalu, jarak keduanya Rp 18,57 triliun. Kendati naik tinggi, Bank Permata memasang target moderat.  “Aset tumbuh 10%-12% sampai akhir tahun ini, sejalan kredit tumbuh 12%-15%,” ujar Roy A. Arfandy, Plt Dirut Bank Permata.

Editor: Sanny Cicilia
 

 

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten badan usaha milik negara (BUMN) tercatat membukukan perlambatan pertumbuhan laba bersih hingga kuartal III/2014 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Simak daftar lengkapnya.

Tahun ini tampaknya menjadi periode yang kurang menggembirakan bagi emiten pelat merah akibat pertumbuhan pendapatan hanya mencapai 9,83%, lebih lambat dibandingkan sebelumnya 13,92% secara agregat.

Dari catatan Bisnis, Rabu (5/11/2014), sebanyak 20 emiten badan usaha milik negara (BUMN), tercatat 17 perusahaan persero mampu membukukan pendapatan yang masih positif hingga kuartal III/2014. Sedangkan 3 emiten BUMN harus menelan kemerosotan raihan pendapatan secara tahunan.

Berikut daftar lengkapnya:

 

Kinerja emiten BUMN per 30 September 2014
(Rp miliar)
Ticker Laba bersih
2012 2013 2014
ADHI 88,21 179,76 101,89
ANTM 627,77 347,99 -563,90
BBNI 5.037,26 6.536,46 7.611,47
BBRI 13.161 15.443 18.156
BBTN 1.021 1.057 755
BMRI 11.119 12.803 14.453
GIAA */** 1,87 -10,92 -211,70
INAF 20,03 -61,16 -35,67
JSMR 1.205 1.020 1.140
KAEF 148,13 121,44 143,82
KRAS * -43,54 -10,09 -117,47
PGAS * 621,28 641,61 591,79
PTBA 2.195,57 1.243,63 1.582,02
PTPP 105,62 218,34 290,11
SMBR 223,16 202,45 220,56
SMGR 3.389,36 3.906,24 4.088,11
TINS 369,91 141,01 327,72
TLKM 10.001 11.057 11.446
WIKA 282,57 390,03 400,70
WSKT 102,73 118,15 129,14
Keterangan:
* disajikan dalam jutaan dolar AS
** per 30 Juni 2014
Sumber: laporan keuangan publikasi, diolah.

 

 

 

 

Editor : Rustam Agus

 

TEMPO.CO, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp 18,12 triliun sepanjang triwulan ketiga 2014. Laba yang diperoleh ini meningkat 19 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 15,23 triliun. (Baca: BRI Lindungi Nasabah Mikro dengan Asuransi AM-KKM)

Menurut Direktur Utama Sofyan Basir, kenaikan laba bersih diperoleh dari melonjaknya kredit yang disalurkan sebesar Rp 464,19 triliun. “Pertumbuhan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp 979,6, lebih besar daripada periode yang sama dengan tahun lalu sebesar Rp 823,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2014. (Baca: Laba BRI Syariah Naik 130 Persen)

Penyaluran kredit masih didominasi segmen mikro dengan pertumbuhan 15,8 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp Rp 148,43 triliun atau meningkat Rp 20, 2 triliun. “Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) realisasi outstanding KUR yang disalurkan BRI mencapai Rp 32,03 triliun atau meningkat 21, 94 YoY dengan jumlah nasabah 3 juta nasabah,” tuturnya.

Sofyan mengatakan pertumbuhan kredit tersebut diimbangi dengan posisi neraca yang likuid. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) tercatat 85,29 persen pada September 2014, sedangkan kualitas aset produktif tetap terjaga dengan baik. Hal ini terlihat dari rasio kredit bermasalah (NPL) neto sebesar 0,46 persen.

Meski begitu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BRI pada September 2014 naik. BRI mencatat NPL gros pada kuartal ketiga 2014 mencapai 1,89 persen, sedangkan NPL neto sebesar 0,46 persen. Angka ini naik tipis dibandingkan dengan NPL BRI pada September 2013, yaitu NPL gros sebesar 1,77 persen dan NPL neto 0,43 persen.

Menurut Sofyan, kenaikan NPL disebabkan oleh adanya peningkatan kredit bermasalah di segmen menengah, seperti kredit yang disalurkan melalui kantor-kantor wilayah. Selain itu, NPL kredit sektor retail juga mengalami sedikit kenaikan. “Untuk kredit mikro dan konsumer, NPL-nya turun. Meski ada kenaikan NPL, sangat tipis, sedikit sekali dan masih terkendali,” ujarnya.

AMOS SIMANUNGKALIT

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mempublikasikan Kinerja Keuangan Triwulan III Tahun 2014 di Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2014. BRI membukukan perolehan laba bersih sebesar 19% dibanding periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp 15,23 triliun. Pertumbuhan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp. 979,6 lebih besar dari angka di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 823,0.

Di 2013, bank beraset jumbo meraup laba besar
Oleh Nina Dwiantika, Issa Almawadi – Kamis, 02 Januari 2014 | 07:14 WIB

kontan

JAKARTA. Industri perbankan, terutama bank papan atas, melepas tahun 2013 dengan tenang. Bank beraset jumbo yakin, dapat meraup untung besar selama tahun lalu, meski ekonomi domestik dan global melemah.
Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA) dan Bank Mandiri misalnya, optimistis, rencana bisnis tahun 2013 tercapai sesuai target, termasuk pencapaian laba bersih.
Direktur Keuangan BRI, Achmad Baiquni, menyatakan perolehan laba akan tembus hingga Rp 20 triliun pada akhir tahun 2013. Bank fokus ke kredit UMKM ini menargetkan pertumbuhan laba bersih antara 12%-15% year-on-year atau senilai Rp 20,27 triliun hingga Rp 20,81 triliun per akhir 2013. “Saya rasa Rp 20 triliun tetap tercapai,” kata Baiquni, di pengujung akhir tahun 2013. Proyeksi laba BRI sudah memperhitungkan kenaikan bunga yang dimulai kuartal III 2013. Sedangkan realisasi pertumbuhan kreditnya sebesar 20%-22%.
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja juga yakin, pihaknya memperoleh kinerja menggiurkan pada tahun 2013. Lihat saja, realisasi pertumbuhan kredit melebihi target sebesar 22%, artinya pendapatan bunga yang diperoleh lebih tinggi jika beban bunga tak besar. “Target pasti terlewati,” kata Jahja.
Per akhir Oktober tahun lalu, Bank BCA mengantongi laba bersih Rp 11,46 triliun, sedangkan laba pada kuartal III 2013 tumbuh 25,2% menjadi Rp 10,4 triliun. Perolehan laba tersebut seiring pertumbuhan kredit sebesar 25,8%. “Tahun depan, kredit akan lebih kecil, namun soal laba nanti dulu,” kata Jahja.
Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, juga mengakui, laba bank yang ia pimpin pada tahun 2013 lalu akan mencapai target.
Per akhir Oktober 2013, bank pelat merah ini membukukan laba bersih sebesar Rp 13,67 triliun. Pada akhir September 2013, laba bersih Mandiri tumbuh 15,1% year-on-year menjadi Rp 12,8 triliun.

Editor: Barratut Taqiyyah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s