bbri dan kredit mikro emang akrab … 070410_270115

JAKARTA kontan. Bank Rakyat Indonesia (BRI) menegaskan dirinya sebagai bank spesialis kredit mikro. Itu bisa terlihat dari porsi pinjaman mikro yang mencapai 31,25% dari total outstanding kredit sebesar Rp 490,41 triliun di akhir 2014.

Angka porsi pinjaman mikro BRI setara dengan Rp 153,26 triliun. “Total pinjaman mikro BRI dengan komposisi nasabah berjumlah 7,3 juta nasabah, BRI mampu mempertahankan posisinya sebagai bank nasional yang fokus pada segmen UMKM,” tutur Djarot Kusumayakti, Direktur UMKM BRI dalam paparan kinerja 2014, Senin (26/1).

Secara year on year pinjaman mikro BRI tumbuh sebesar 16% jika dibandingkan pada pertumbuhan tahun 2013 lalu. Sementara peningkatan jumlah nasabah Mikro BRI telah meningkat sebesar 800 ribu nasabah pada tahun 2014.

Asal tahu saja, BRI membukukan total outstanding kredit meningkat sebesar Rp 57,79 triliun atau tumbuh sebesar 13,88 % (yoy), dari Rp 430.62 triliun di tahun 2013 menjadi Rp 490,41 triliun di tahun 2014.

 

Editor: Sanny Cicilia

 

Selasa, 06 April 2010 | 17:37

KREDIT MIKRO

Kredit Mikro BRI Tambah Rp 1,2 Triliun

JAKARTA. Dalam dua bulan, kredit mikro PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bertambah sekitar Rp 1,2 triliun. Menurut Kepala Divisi Bisnis Mikro BRI Wasito Pramono, outstanding kredit mikro per Februari tercatat sebesar Rp 55,3 triliun.

“Per Desember 2009 lalu masih Rp 54,08 triliun,” katanya kepada KONTAN, Selasa (6/4).

Menurut dia, pertambahan kredit mikro sebesar itu sejalan dengan strategi yang diterapkan BRI tahun ini. Beberapa strategi BRI untuk menggenjot kredit mikro di antaranya penambahan outlet, perubahan kebijakan, dan peningkatan layanan.

Tahun ini, BRI akan menambah sekitar 400 outlet khusus kredit mikro. Perinciannya, BRI akan menambah 100 Unit, 250 Teras, dan 50 Pos Pelayanan Desa.

Sekedar informasi, outlet kredit mikro BRI bernama “Unit”. Di bawah Unit terdapat “Teras” dan “Pos Pelayanan Desa”. Teras merupakan outlet BRI yang berada di pasar-pasar tradisional, sedangkan Pos Pelayanan Desa adalah sebutan oultlet BRI setingkat teras yang berada di luar pasar tradisional.

Untuk mendukung penambahan outlet, BRI juga sudah menyiapkan sekitar 1.250 tenaga kerja tambahan. Pasalnya, untuk setingkat Unit saja, BRI memerlukan 4 tenaga kerja. Sementara Teras dan Pos Pelayanan Desa membutuhkan masing-masing 2-3 dan 2 tenaga kerja.

Di samping outlet, BRI juga menerapkan kebijakan relaksasi kredit mikro. “Maksudnya, meringankan persyaratan penyaluran kredit mikro. Dahulu calon nasabah harus menunjukkan sertifikat hak milik atau hak sewa bangunan. Sekarang tidak lagi. Cukup membuktikan punya kios yang disewa saja sudah bisa menerima kredit mikro,” tegas Pramono.

Ditanya mengenai rencana penurunan suku bunga, Pramono mengaku BRI tak begitu tertarik berperang di suku bunga dengan para kompetitor. Dia bilang, BRI akan lebih fokus pada peningkatan layanan sehingga produk mikro BRI bisa diakses lebih luas, cepat, dan mudah.

Namun, kata Pramono, BRI telah menerapkan biaya yang rendah di luar bunga. Besarnya cuma sekitar Rp 300.000 hingga fasilitas kredit murah. “Khusus bunga, BRI sudah menerapkan bunga yang paling rendah di antara bank lainnya, yaitu sekitar 24-26%,” imbuh Pramono.

Dengan beberapa strategi tersebut, Pramono berharap target penyaluran BRI tahun ini yang mencapai Rp 70,1 triliun bisa tercapai. Maklum saja, kredit mikro ini masih menjadi penopang utama bisnis bank yang mencetak laba hingga Rp 7,3 triliun akhir tahun lalu. “Kredit mikro memiliki porsi sekitar 27-30% dari total kredit BRI,” tegas Pramono.

Andri Indradie kontan
Rabu, 07 April 2010 | 11:27

KREDIT MIKRO BRI

BRI Targetkan Kucuran Kredit Mikro Mencapai Rp 70,1 Triliun di Akhir 2010

JAKARTA. Sepanjang Januari-Februari 2010, kucuran kredit mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah bertambah Rp 1,2 triliun. Menurut Kepala Divisi Bisnis Mikro BRI Wasito Pramono, outstanding kredit mikro BRI per Februari tercatat Rp 55,3 triliun. “Per Desember 2009 outstanding Rp 54,08 triliun,” katanya kepada KONTAN, Selasa (6/4).

Menurut Wasito, pertambahan kredit mikro ini sejalan dengan strategi yang diterapkan BRI tahun ini. BRI memang menempuh beberapa strategi untuk menggenjot kredit mikro. Misalnya dengan menambah outlet, mengubah kebijakan, dan meningkatkan layanan.

Tahun ini, BRI berencana menambah 400 outlet khusus kredit mikro. Rinciannya, 100 Unit (outlet mikro), 250 Teras (outlet mikro di pasar tradisional), dan 50 Pos Pelayanan Desa (outlet di luar pasar tradisional).

BRI juga mempersiapkan sekitar 1.250 tenaga kerja tambahan. Maklum, untuk setingkat Unit saja, BRI memerlukan 4 tenaga kerja. Sementara, tiap Teras dan Pos Pelayanan Desa butuh 2 hingga 3 karyawan.

Di samping outlet, BRI juga menerapkan kebijakan relaksasi kredit mikro. “Maksudnya meringankan persyaratan kredit. Dulu, calon nasabah harus menunjukkan sertifikat hak milik atau hak sewa bangunan. Sekarang cukup membuktikan punya kios sudah bisa menerima kredit mikro,” tegas Wasito.

Soal bunga, BRI tak tertarik melakukan perang bunga dengan kompetitor. Menurut Wasito, BRI akan lebih fokus meningkatkan layanan agar akses nasabah ke bank bisa lebih luas, lebih cepat, dan lebih mudah.

Apalagi, BRI memungut biaya kredit yang rendah di luar bunga, hanya Rp 300.000 untuk setiap kredit mikro yang disetujui. “Kami juga mengenakan tingkat bunga paling rendah di antara bank lainnya, sekitar 24%-26% per tahun,” imbuh dia.

Dengan beberapa strategi itu, Sawito berharap target penyaluran kredit mikro BRI tahun ini bisa mencapai Rp 70,1 triliun. Maklum, kredit mikro masih menjadi penopang utama bisnis BRI, yang tahun lalu mencetak laba Rp 7,3 triliun. “Kredit mikro memiliki porsi sekitar 27%-30% dari total kredit BRI,” tegas Wasito.

Andri Indradie KONTAN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s