rupiA(HALUS)aakh … 241114

JAKARTA— Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada pagi ini, Senin (24/11/2014) bergerak menguat, setelah sempat dibuka melemah tipis.Berdasarkan Bloomberg Dollar Index membuka perdagangan hari ini, Senin (24/11/2014), rupiah melemah 0,02% ke Rp12.149 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Jumat (21/11/2014), rupiah menguat 0,23% ke Rp12.147/US$.

Pada pk. 08:36 WIB, rupiah menguat 0,2% ke Rp12.123/US$, dan bergerak di kisaran 12.120—12.149.

Pergerakan rupiah/US$

Tanggal

Rp/US$
Pk. 08:36 WIB

(24 November)

12.123
Buka

(24 November)

12.149
21 November

12.147

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg Dollar Index, 2014

http://market.bisnis.com/read/20141124/93/275010/rupiahus-rupiah-lanjutkan-penguatan-ke-12.123
Sumber : BISNIS.COM

JAKARTA— Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada pagi ini, Senin (17/11/2014) bergerak menguat.Berdasarkan Bloomberg Dollar Index membuka perdagangan hari ini, Senin (17/11/2014), rupiah menguat 0,25% ke Rp12.183 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Jumat (14/11/2014), rupiah melemah 0,07% ke Rp12.214/US$.WE Online, Jakarta – Indonesia perlu segera mengimplementasikan lindung nilai untuk mengendalikan risiko nilai tukar mata uang sehingga akan lebih mudah mencapai target pertumbuhan ekonomi tujuh persen, kata pakar perdagangan valuta asing asal Singapura Mario Singh.”Pencapaian target pertumbuhan ekonomi tujuh persen akan lebih mudah dengan pengendalian ‘currency risk’ akibat fluktuasi mata uang asing melalui ‘hedging’,” kata Mario Singh di Jakarta, Sabtu (22/11/2014).

Menurut dia, lindung nilai (hedging) penting dilakukan untuk memitigasi dampak kemungkinan pergolakan ekonomi dunia serta menjaga stabilitas mata uang rupiah terhadap mata uang utama dunia.

“Sangat berbahaya bagi perekonomian nasional jika 60 persen perusahaan di Indonesia saat ini belum menerapkan ‘hedging’,” kata mentor di bidang pasar uang dan valuta asing itu.

Ia juga menekankan pentingnya Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengikuti dan mengantisipasi pergerakan valuta asing dunia. Dengan volume transaksi valuta asing harian dunia sebesar 5,3 triliun dolar Amerika Serikat dan terus meningkat, katanya, pengaruh transaksi fluktuasi kurs sangatlah signifikan.

“Makin terbukanya suatu negara maka makin rentan pula ekonomi negara tersebut dari fluktuasi valuta asing utama dunia,” ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan BUMN yang melakukan transaksi dalam valas sebaiknya melakukan lindung nilai, karena apabila tidak diupayakan, bisa mengakibatkan kerugian dalam laporan keuangan perseroan dan pemeriksaan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kalau seandainya mereka melakukan hedging dengan betul, itu bisa ada keseimbangan sehingga tidak terjadi suatu risiko nilai tukar yang berakibat terhadap kerugian perusahaan,” ujarnya.

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Edi Susianto menyebutkan lindung nilai merupakan suatu cara atau strategi untuk mengurangi atau meniadakan risiko keuangan baik yang timbul di sisi aset maupun kewajiban karena ketidakpastian harga terutama nilai tukar dan suku bunga.

Ia mengatakan sebagian besar BUMN belum melakukan hedging (lindung nilai). BUMN besar yaitu Pertamina dan PLN sedang dalam proses finalisasi infrastruktur pendukung seperti standar operasi dan prosedur (SOP), sistem, sumber daya manusia dan sebagainya.

“Pasar valuta asing di Indonesia termasuk paling bergejolak karena didominasi transaksi tunai,” katanya.

Selain itu, Mario Singh juga mengatakan Pemerintah Indonesia harus menjaga nilai rupiah tidak terlalu melemah sehingga obligasi negara tetap akan menarik, karena imbal hasil atas obligasi tidak tergerus oleh tingkat pelemahan IDR (International Depository Receipt).

Ia juga merekomendasikan strategi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen terutama dengan memprioritaskan pengembangan dan investasi di sektor keuangan, perbankan, pertambangan, kelautan dan agribisnis. (Ant)

Editor: Cahyo

 

Pada pk. 08:10 WIB, rupiah menguat 0,15% ke Rp12.196/US$, dan bergerak di kisaran 12.175—12.198.

Pergerakan rupiah/US$

Tanggal

Rp/US$
Pk. 08:10 WIB

(17 November)

12.196
Buka

(17 November)

12.183
14 November

12.214

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg Dollar Index, 2014

http://market.bisnis.com/read/20141117/93/273383/rupiahus-menguat-sempat-senggol-12.175-pagi-ini
Sumber : BISNIS.COM

JAKARTA — Hampir seluruh mata uang Asia ditransaksikan menguat terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini, Senin (10/11/2014).Dari 11 mata uang Asia, sebanyak 9 mata uang menguat dipimpin oleh won sebesar 0,8% terhadap dolar AS. Adapun, satu mata uang stagnan yakni dolar Hong Kong, dan rupee belum aktif ditransaksikan pada pagi ini.Sementara itu, rupiah terpantau menguat 0,36% ke Rp12.135 per dolar AS pada pukul 09.11 WIB.Nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Asia, Senin 10 November 2014KursNilai

Perubahan

WIB
Yen

114,16

-0,38%

09:11:00
$Hong Kong

7,75

0,00%

09:11:36
$Singapura

1,29

-0,02%

09:11:26
$Taiwan

30,58

-0,20%

09:09:59
Won

1.084,64

-0,80%

09:10:53
Peso

44,88

-0,34%

09:10:45
Rupiah

12.135

-0,36%

09:11:00
Rupee*

61,64

+0,36%

18:29:59
Yuan

6,12

-0,11%

09:11:31
Ringgit

3,33

-0,54%

09:11:45
Baht

32,7420

-0,14%

09:11:37
Sumber: Bloomberg.

*Jumat (7/11/2014)

http://market.bisnis.com/read/20141110/93/271607/dolar-as-vs-uang-asia-won-terkuat-rupiah-terapresiasi-ke-rp12.135us
Sumber : BISNIS.COM

Asia Currencies Stabilize Following Biggest Slide Since 2012

An index tracking Asian currencies stabilized in October, following September’s biggest drop since 2012, as the rupiah rose on optimism Indonesia’s new government will spur the economy.

The Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index was little changed in October, after falling 1.4 percent in September in the steepest decline since May 2012. The rupiah strengthened 0.8 percent to 12,085 per dollar, the Indian rupee advanced 0.6 percent.

Joko Widodo, who was sworn in as Indonesia’s president on Oct. 20, has pledged to cut fuel subsidies and boost economic growth to more than 7 percent. A 23 percent slide in Brent crude since the end of June is helping cool inflation and narrow the budget deficit in India, which imports almost 80 percent of its oil. Asian currencies are still vulnerable to potential changes in U.S. interest rates, according to Australia & New Zealand Banking Group Ltd.

“The rupiah benefited from some positive political developments in the lead-up to Joko Widodo’s inauguration, while lower oil prices are seen to benefit the rupee the most,” said Khoon Goh, ANZ’s currency strategist in Singapore. Regional currency gains “were later partly unwound following a more hawkish than expected statement from the Federal Reserve. I expect the dollar to be stronger,” he said.

Fund Outflows

The Bloomberg Dollar Spot Index, which tracks the greenback against 10 major currencies, rose to the highest level since 2010 after the Fed decided to end its asset-purchase program and Japan unexpectedly added monetary stimulus. Global funds pulled a combined $4 billion in October from stocks in India, Indonesia, the Philippines, South Korea, Taiwan and Thailand, according to exchange data.

The yuan rose 0.8 percent in October in Hong Kong offshore trading after global use of the currency climbed to a record and on optimism the economy will pick up through year-end.

The yuan’s share of global payments rose to an all-time high in September and it ranked seventh in terms of usage, the Society for Worldwide International Financial Telecommunications said this week.

(A previous version of this article corrected the scope of the yuan’s October gain.)

Jakarta —  Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi (21/10) bergerak menguat sebesar 31 poin menjadi Rp11.994 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.025 per dolar AS.”Sentimen dari euforia pemerintahan baru kembali menopang mata uang rupiah untuk melanjutkan penguatan berada di bawah level Rp12.000 per dolar AS,” kata pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova, di Jakarta, Selasa (21/10).Rully menyatakan pada pemerintahan baru ini, investor mengharapkan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dapat terus berlanjut sehingga dapat memberikan efek positif bagi pertumbuhan sektor lain.”Berkembangnya infrastruktur akan mendorong investasi tumbuh di dalam negeri sehingga perekonomian domestik akan terdorong,” katanya.Di sisi lain, lanjut dia, masih adanya spekulasi perlambatan pertumbuhan global akan membuat bank sentral AS (the Fed) untuk menunda waktu kenaikan suku bunganya masih membebani laju dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia.Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa euforia dari situasi domestik masih menopang mata uang rupiah terhadap dolar AS meski dibayangi proyeksi negatif dari produk domestik bruto (PDB) Tiongkok yang melambat.”Data PDB Tiongkok bisa menghadirkan tekanan pelemahan terhadap seluruh mata uang di Asia, termasuk rupiah,” kata Rangga.Di sisi lain, lanjut dia, pengumuman susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla juga masih ditunggu oleh investor.

http://www.imq21.com/news/read/261485/20141021/112906/Rupiah-Terus-Menguat-Kini-Jauhi-Rp12-000.html
Sumber : IMQ21.COM

JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada pagi ini, Selasa (21/10/2014) bergerak makin menguat dibandingkan dengan penutupan Senin (20/10/2014).Bloomberg Dollar Index mengemukakan saat dibuka, rupiah menguat 0,23% ke  Rp12.004 per dolar AS.  Pada penutupan perdagangan Senin (20/10/2014), rupiah bertengger di Rp12.032/US$.Pada pk. 08:09 WIB, rupiah makin menguat bertengger di Rp11.999 atau menguat 0,27%, dan bergerak di kisaran Rp11.974—Rp12.004/US$.Pergerakan rupiah/US$TanggalRp/US$
Pk. 08.09 WIB(21 Oktober)11.999
Buka (21 Oktober)12.004
20 Oktober

12.032

Sumber: Bloomberg Dollar Index, 2014

http://market.bisnis.com/read/20141021/93/266556/rupiahus-21-oktober-sentuh-rp11.999us-setelah-dibuka-naik-023
Sumber : BISNIS.COM

Liputan6.com, Jakarta – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) seolah menjadi jurus ampuh untuk kembali menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sudah terpuruk sejak tahun lalu. Benarkah langkah ini akan mendorong apresiasi rupiah atau justru semakin menenggelamkan kurs rupiah?Pengamat Valas Farial Anwar membantah anggapan banyak kalangan yang mengatakan kenaikan harga BBM subsidi mampu mengangkat rupiah ke level lebih baik. Menurut Farial, penyesuaian harga BBM dapat berdampak negatif nilai tukar rupiah.”Saya nggak percaya kenaikan harga BBM akan menguatkan rupiah. Buktinya usai penyesuian harga BBM tahun lalu, rupiah malah melorot dari Rp 9.600 dan sekarang menembus Rp 12.100 per dolar AS,” ucap dia kepada Liputan6.com, seperti ditulis Minggu (5/10/2014).Lebih jauh dijelaskan Farial, imbas kenaikan harga BBM subsidi akan melambungkan inflasi akibat lonjakan harga barang dan jasa. Penyebab inflasi karena ketidakseimbangan antara suplai  dan permintaan. Kondisi ini kerap terjadi saat momen puasa dan Lebaran sehingga mengakibatkan tren inflasi cukup tinggi.”Tapi beda, kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik akan mengerek kenaikan harga barang dan jasa luar biasa besar karena membebani transportasi dan industri,” paparnya.Akibat kenaikan harga BBM subsidi di Juni 2013, lanjut dia, inflasi menyentuh level 8,5 persen. Pada akhirnya Bank Indonesia (BI) terpaksa menyesuaikan suku bunga acuan (BI Rate) dari 5,75 persen menjadi 7,5 persen. “Kurs rupiah jeblok karena orang nggak mau pegang uang yang dilanda inflasi,” keluh Farial.Sambungnya, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bergerak kacau balau karena pelemahan rupiah mencapai Rp 3.000 sejak 2013 sampai sekarang. Imbasnya anggaran subsidi energi membengkak. “Kinerja rupiah menjadi yang paling buruk, nggak bisa dikendalikan,” ujarnya.Sebelumnya, Anggota Tim Transisi Jokowi-JK Luhut Panjaitan mengatakan, harga BBM bersubsidi naik akan memberi ruang fiskal pemerintah baru untuk membangun infrastruktur.”Subsidi (saat ini) di APBN hampir 25 persen, untuk infrastrktur cuma 16 persen, jadi banyak uang yang dibakar. Jadi uang BBM harus dialihkan ke infrastruktur,” kata Luhut.Luhut menambahkan, dengan adanya pengalihan subsidi ke anggaran infrastruktur tersebut dan perbaikan penerimaan dari sektor pajak berdampak pada perbaikan neraca transaksi berjalan, sehingga akan menguatkan rupiah  terhadap dolar AS.”Nanti defisit transaksi berjalan kita bisa  bagus. Kalau harga BBM dinaikkan, saya yakin rupiah bisa menguat, pajak diperbaiki, rupiah bisa di kisaran Rp 10 ribu atau di bawah Rp 11 ribu,” ungkapnya.

Credit: Agustina Melani

Bisnis.com, JAKARTA — Mata uang Asia ditransaksikan cenderung melemah terhadap dolar AS pagi ini, Rabu (24/9/2014).

Dari 11 mata uang Asia, sebanyak sembilan mata uang melemah terhadap dolar AS dengan rupiah paling tertekan sebesar 0,58% ke Rp12.117 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB.

Adapun dua mata uang lainnya menguat yakni dolar Singapura dan rupee.

Nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Asia, Senin 29 September 2014

Kurs

Nilai

Perubahan

WIB

Yen

109,46

+0,16%

09:10:49

$Hong Kong

7,76

+0,04%

09:05:01

$Singapura

1,27

-0,02%

09:05:06

$Taiwan

30,37

+0,23%

09:05:41

Won

1.049,85

+0,53%

09:04:59

Peso

44,97

+0,32%

09:04:52

Rupiah

12.117

+0,58%

09:05:00

Rupee*

61,16

-0,31%

09/26/2014

Yuan

6,13

+0,11%

09:05:02

Ringgit

3,27

+0,31%

09:01:55

Baht

32,3500

+0,05%

09:09:47

Sumber: Bloomberg

*Jumat (26/9/2014)

Editor : Nurbaiti

Bisnis.com, JAKARTA – Salah satu tugas utama Bank Indonesia (BI) adalah menjaga stabilitas makroprudensial. Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kebijakan makroprudensial?

Mengutip penjelasan dalam buletin Gerai Info yang diterbitkan oleh BI, secara garis besar dapat disimpulkan bahwa kebijakan makroprudensial yang menjadi tugas utama BI adalah seluruh upaya yang dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Apapun bentuknya.

Di Indonesia, ketika risiko instabilitas sistem keuangan berasal dari tekanan inflasi dan volatilitas nilai tukar rupiah, maka kebijakan makroprudensial yang diambil oleh BI akan selalu mengarah kepada usaha untuk menuntaskan kedua masalah tersebut. Sebut saja, misalnya, pengetatan moneter melalui penaikan suku bunga acuan.

Ketika suku bunga acuan naik, maka secara otomatis akan mengerek bunga kredit perbankan. Akibatnya bisa ditebak, yakni permintaan kredit akan melambat. BI sengaja mengambil kebijakan ini untuk menjaga pertumbuhan kredit agar tidak terlalu tinggi, terutama kredit konsumsi yang ditopang oleh kredit perumahan dan kendaraan. BI tak mau ada pertumbuhan yang terlampau cepat karena dapat mengancam stabilitas jika mendadak terjadi krisis keuangan.

Di sisi lain, BI juga senantiasa menjaga nilai tukar rupiah agar selalu stabil. Stabil, bukan selalu berarti rendah, namun disesuaikan dengan kebutuhan.

Kebijakan makroprudensial dimulai sejak tahap awal yakni pemetaan dan pemantauan risiko, hingga berlanjut ke tahap pemilihan instrumen kebijakan yang diperlukan beirkut implementasinya. Tahap terakhir adalah evaluasi untuk mengetahui efektivitas tindakan yang diambil.

Editor : Setyardi Widodo

Bisnis.com, JAKARTA–Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo belum mau menyebutkan rasio pasti yang akan diatur oleh BI.
“Utang luar negeri (ULN) itu tentu ingin diyakini dapat dijalankan dengan sehat dan BI memang ada beberapa aspek yang akan dikendalikan,” ungkapnya, Senin (15/9/2014).
Ada 3 tujuan otoritas moneter yang melandasi disusunnya kebijakan ini. Pertama, memastikan tak ada resiko ketidaksesuaian (mismatch) yang berlebihan karena perbedaan nilai mata uang.
Kedua, menjaga likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya membayar cicilan atau saat jatuh tempo tiba.
Ketiga, memastikan keamanan jangka waktu pendanaan dengan durasi proyek yang dibiayai. “Kalau seandainya waktu proyeknya panjang sedangkan sumber dananya pendek itu akan bisa membuat resiko,” ungkapnya.
Saat ditanya detail ketentuan terkait tenggat waktu ketersediaan valuta asing sebelum jatuh tempo pembayaran, Agus enggan berkomentar. BI, ujarnya, hanya ingin memastikan ULN swasta tak mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara mengatakan BI sudah mempunyai perhitungan tentang hal itu. “Oh udah ada tentang rasionya, udah ada nanti dong,” ungkapnya.
Dia mengatakan saat ini BI tinggal melakukan finalisasi terhadap aturan tersebut. Namun, saat ditanya persisnya pada Agus, dia enggan menjawabnya.
Nantinya tingkat rasio itu akan menjadi acuan yang memberi gambaran keamanan dan kesehatan valas korporasi.
Per Juni 2014 BI mencatat kenaikan ULN menjadi US$284,9 miliar. Peningkatan itu terutama disumbang oleh tingginya pinjaman luar negeri swasta yang mencapai US$151,2 miliar atau sekitar 54% dari total ULN.

Editor : Martin Sihombing

Suara.com – Bank Indonesia menerbitkan empat aturan penyempurnaan ketentuan transaksi valas terhadap rupiah dan juga terkait lindung nilai (hedging).

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Peter Jacob mengatakan, aturan Bank Indonesia yang disempurnakan tersebut tertuang dalam empat Peraturan Bank Indonesia (PBI), di mana dua aturan merupakan leburan dari enam PBI, sedangkan dua lainnya yakni merupakan perubahan dan penyempurnaan BI sebelumnya.

“Penyempurnaan mencakup antara lain relaksasi dan penegasan mengenai underlying, penegasan pelaksanaan netting dalam rangka penyelesaian transaksi, serta pelarangan pemberian kredit atau pembiayaan dalam valuta asing dan/atau dalam Rupiah untuk kepentingan transaksi derivative,” kata Peter dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, Kamis (18/9/2014).

Dua PBI yang merupakan leburan dari enam PBI sebelumnya yaki PBI Nomor 16/16/PBI/2014 tanggal 17 September 2014 tentang Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah Antara Bank dengan Pihak Domestik dan PBI Nomor 16/17/PBI/2014 tanggal 17 September 2014 tentang Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah Antara Bank dengan Pihak Asing, dan akan mulai berlaku pada 10 November 2014.

Bank Indonesia juga akan menerbitkan ketentuan dalam rangka penyempurnaan terkait transaksi swap lindung nilai antara Bank dengan Bank Indonesia. Hal ini merupakan upaya Bank Indonesia untuk meningkatkan likuiditas instrumen lindung nilai di pasar valuta asing domestik melalui perluasan underlying, peningkatan fleksibilitas dan kepastian bagi pelaku pasar dengan memperkenankan skema perpanjangan kontrak lindung nilai, dan fleksibilitas atas tenor perpanjangan transaksi swap.

Ke depan, sejalan dengan perkembangan dan dinamika baik di domestik maupun di tataran global, review terhadap ketentuan transaksi valuta asing terus dilanjutkan untuk mendorong pendalaman pasar keuangan sehingga likuid, efisien dan aman guna mendukung stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Awal pekan ini, rupiah kembali mengalami pelemahan. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah melemah ke level Rp11.875 per USD.

Hal ini ditenggarai oleh akan berlangsungnya pertemuan Federal Open Market Commitee (FOMC) yang merupakan kelompok dalam The Federal Reserve (The Fed).

“Rupiah melemah karena The Fed mau mengadakan pertemuan. Tapi nanti kita lihat hasil rapat FOMC-nya seperti apa,” tutur Menteri Keuangan Chairul Basri ditemui di Komplek Prlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (15/9/2014).

Chatib mengatakan, rupiah akan terus mengalami pelemahan hingga adanya keputusan dari pertemuan The Fed. Namun, dirinya yakin setelah mengetahui hasilnya, rupiah akan bangkit kembali.

“Setelah hasil keputusan The Fed baru nanti, market-nya akan kembali lagi, setelah itu mereka akan rasional apa yang akan diambil oleh The Fed,” pungkasnya.

Sekadar informasi, data Yahoo Finance menunjukkan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pagi ini dibuka di level Rp11.930 per USD, setelah sebelumnya ditutup di level Rp11.868 per USD. Adapun kurs yang ditransaksikan pada hari ini ditetapkan antara Rp11.823-Rp11.930. Sementara data Bloomberg, rupiah pagi ini dibuka di level Rp11.877 per USD.

Adapun, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai kurs rupiah pada Senin (15/9/2014) berada di level Rp11.875 per USD, sementara, pada Jumat lalu rupiah berada di level Rp11.831 per USD.

(Ahl)

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/09/15/291788/menkeu-yakin-usai-pertemuan-the-fed-rupiah-akan-perkasa

Sumber : METROTVNEWS.COM
Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan transaksi Senin pagi (15/9/2014) ini melanjutkan pelemahan.

Berdasarkan data Yahoo Finance, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (15/9/2014) pagi ini dibuka di level Rp11.930 per USD, setelah sebelumnya ditutup di level Rp11.868 per USD. Adapun kurs yang ditransaksikan pada hari ini ditetapkan antara Rp11.823-Rp11.930.

Data Bloomberg, rupiah pagi ini dibuka di level Rp11.877 per USD.

Adapun, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai kurs rupiah pada Senin (15/9/2014) berada di level Rp11.875, sementara, pada Jumat lalu rupiah berada di level Rp11.831.

Pelemahan rupiah ini berbanding sejajar dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan bursa pagi ini. IHSG pagi ini langsung dibuka memerah mengikuti pergerakan bursa di Asia Pasifik.

IHSG Senin (15/9/2014) pagi jeblok 25,445 poin atau setara 0,49 persen ke posisi 5.118. Mengikuti IHSG, indeks LQ45 juga merosot 6,37 ke level 863 dan JII turun 2,6 poin ke 686.

(Wid)

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/09/15/291690/rupiah-kian-melorot

Sumber : METROTVNEWS.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s