direksi bbri GANTI, $14:p … 160311_170714

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dengan agenda reorganisasi atau perubahan jajaran dewan komisaris, Kamis (10/8/2014).

Keputusan RUPSLB yang diambil antara lain menyetujui pengunduran diri Aviliani dari jabatannya sebagai Komisaris Independen berlaku efektif sejak 21 Mei 2014. Avilani telah mengisi jabatan tersebut selama 9 tahun terakhir.

RUPSLB juga mengalihkan jabatan Mustafa Abubakar menjadi Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen, sedangkan Hermanto Siregar menjadi Komisaris Independen. RUPSLB juga mengangkat Dwijanti Tjahjaningsih sebagai Anggota Dewan Komisaris.

“Penetapan ketiganya tentunya berlaku efektif setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Budi Satria.

Berikut susunan dewan komisaris BRI terhitung setelah berakhirnya RUPSLB:

Komisaris Utama/Komisaris Independen Bunasor Sanim
Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen Mustafa Abubakar
Komisaris Heru Lelono
Komisaris Vincentius Sonny Loho
Komisaris Dwijanti Tjahjaningsih
Komisaris Independen Hermanto Siregar
Komisaris Independen Adhyaksa Dault
Komisaris Independen Ahmad Fuad

 

Editor : Fatkhul Maskur

… the same HERU LELONO, or NOT… the same Mustafa Abubakar KAH:

Heru Lelono, Man Behind Blue Energy and Supertoy

Selasa, 9 September 2008 | 06:06 WIB

Di ANTARA orang terdekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), nama Heru Lelono adalah salah seorang figur yang ikut memuluskan SBY meraih kursi kepresidenan pada tahu 2004 lalu. Bahkan, kemanapun SBY melakukan kampanye, Heru Lelono harus terus berada di dekatnya. Heru pulalah yang sukses mengumpulkan para tokoh yang ketika itu pro dengan SBY, di Markas Gerakan Indonesia (GIB) Bersatu, Jalan Wijaya IX Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Hingga kini, Heru Lelono tetap dikenal sebagai tokoh yang dekat dengan Presiden SBY, namun tetap menjadi loyalis PDI Perjuangan. Dalam satu kesempatan, Heru kerap menyatakan hatinya tetap di PDI-P. Dulu, Heru Lelono memang dikenal sebagai orang dekat Megawati Soekarnoputri. Namun, tahun 2004, Heru mulai berani berseberangan dengan Mega, memberanikan diri mendukung SBY.

Sekitar tahun 1997-an Heru Lelono sudah memiliki posisi penting di PDI. Heru Lelono, menjabat sebagai Balitbang PDI yang ketika itu berkantor di kawasan Kemang. Heru, dikenal begitu dekat dengan Suko Sudarso, salah seorang pentolah GMNI. Pada Kongres PDI Perjuangan tahun 2000, menurut cerita petinggi PDI Perjuangan yang mengaku sungkan bila namanya disebut ini menjelaskan, Heru, ketika itu kemudian dikenal sangat dekat pula dengan Widjanarko Puspoyo (mantan Kabulog) yang begitu berkeinginan agar Megawati Soekarnoputri kembali menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan.

Singkat cerita, berkat usaha Heru Lelono, kemudian Wijanarko tetap menjabat sebagai kabulog sampai pada era tiga pemerintahahan. Era pemerintahan Gus Dur, Megawati sampai Presiden SBY yang pada pertengahan jabatannya terpaksa lengser juga.

Setelah Kongres PDI Perjuangan tahun 2000, Heru Lelono kemudian aktif mempromosikan SBY sebagai RI 2, mendampingi Megawati Soekarnoputri. Namun, usaha itu gagal lantaran ada konstelasi politik tingkat tinggi ketika itu. Konstelasi politik berhadapan dengan Gus Dur bersama kelompok poros tengah. Pada akhirnya, Megawati kemudian memilih Hamzah Haz sebagai wakil presiden untuk meredam kekuatan poros tengah.

Heru Lelono tak surut berusaha. Keinginannya pun berubah, menginginknan SBY untuk dijadikan sebagai orang nomor satu dinegeri ini, pada saat itu kemudian digagaslah Gerakan Indonesia Bersatu (GIB) sebagai think-thank persiapan SBY meraih kekuasaan.

Dalam satu kesempatan, Heru Lelono mulai sering terlihat mendampingi SBY. Sejak awal kampanye Pilpres (2004) hingga sekarang ini. Bahkan, kedekatannya dengan SBY yang berhasil menduduki RI satu, tak membuat Heru Lelono susah untuk bisa berhubungan secara langsung. Heru Lelono memiliki jalur khusus untuk bisa berkomunikasi dengan Presiden SBY.

“Dulu, ekpektasi Heru Lelono bersama Suko Sudarso adalah menduetkan, SBY sebagai RI 2 untuk mendampingi Megawati. Kemudian menjadi bola liar, SBY berhasil menjadi RI 1 akibat ada yang mendeskreditkan SBY soal jenderal kancil, kerap kampanye untuk diri sendiri dan lain-lain. Inilah yang kemudian skenario RI 2 berubah menjadi RI 1. Saya dulu juga diajak bergabung dan aktif di Gerakan Indonesia Bersatu (GIB) tapi saya tolak lantaran saya lebih mencintai figur Megawati,” cerita salah seorang petinggi PDI-P.

Petinggi PDI Perjuangan ini kemudian bercerita lagi. Heru Lelono yang makin dekat dengan Presiden SBY, kehidupannya, makin sukses saja. Heru kemudian mulai berpindah-pindah rumah. Awalnya memiliki rumah di Bintaro, kemudian di Bumi Karang Indah – Pondok Indah- Radio Dalam hingga Wijaya 9.

Selain sebagai Staf Khusus SBY, Heru Lelono juga Komisaris di PT Sarana Harapan Indo Grup, yang menaungi sejumlah perusahaan seperti PT Sarana Harapan Indopangan, PT Sarana Harapan Indopower bidang energi dan PT Sarana Harapan Indihidro.

Jika mengenal Heru Lelono lebih dekat, saya menganggapnya dia lebih tepat dikatakan sebagai calo politik. Karena bisa memfasilitasi orang untuk mendapat jabatan penting. Bisa dikatakan, lingkaran dalam Istana adalah Suko Sudarso, Heru Lelono. Sudi Silalahi, dan Mohammad Ma’ruf. Saya jadi teringat, dulu SBY enggan berangkat kampanye sebelum Heru Lelono tiba di Cikeas,” ungkapnya lagi.

Kini sejarah mencatat, Heru Lelono selain gagal menduetkan SBY dengan Megawati tahun 200 lalu, gagal pula menyukseskan proyek Blue Energy dan proyek benih padi Supertoy. (Persda Network/Rachmat Hidayat)

Nama Lengkap : Mustafa Abubakar

Alias : Mustafa

Profesi :

Agama : Islam

Tempat Lahir : Pidie, Kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam

Tanggal Lahir : Sabtu, 15 Oktober 1949

Zodiac : Balance

 

Warga Negara : Indonesia
Istri : Darliza Mustafa
Anak : Reza Mustafa, Dewi Suryani, Irfan Adiputra

BIOGRAFI

Bapak Mustafa Abubakar adalah mantan Menteri BUMN Indonesia di cabinet bersatu pada periode 2009-2014. Dia lahir di Pidie, Kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam pada 15 OKtober 1949. Dia menikah dengan Ibu Darliza Mustafa yang kemudian dikaruniai 3 orang anak Reza Mustafa, Dewi Suryani, Irfan Adiputra.

Dia menyelesaikan pendidikan sarjana Perikanan pada tahun 1977 di IPB. Yang kemudian dilanjutkan dengan mengambil Master dan Doktor di IPB pada Fakultas pertanian. Pada masa kuliah dia mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa teladan Nasional pada tahun 1973.

Mustafa Abubakar sejatinya sejak kecil sudah memiliki darah kepemimpinan, tercermin dari kepandaiannya dalam berpidato. Hal ini terbukti ketika dia menjabat sebagai Direktur Utama Perum Bulog di tahun 2007-2009. Dia berhasil  membuat bulog menjadi lembaga yang berjasa besar membuat Indonesia berswasembada beras. Berdasarkan catatan, untuk pertamakali pada akhir 2007 Bulog berhasil menurunkan defisit menjadi Rp337 miliar, dari tahun 2006 defisit Rp523 miliar.

Pada tahun 2009 dia terpilih menjadi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia untuk periode 2009-2014. Tetapi sebelum masa jabatannya berakhir Mustafa Abubakar jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit Medistra, Jakarta pada tanggal 23 Agustus 2011 dan untuk sementara tugasnya akan digantikan oleh Hatta Rajasa. Pada tanggal 18 Oktober 2011, berkaitan dengan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II, Mustafa Abubakar digantikan oleh Dahlan Iskan sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia

Riset dan analisis oleh: Nur Laila

PENDIDIKAN
  • SPDMA (Sekolah Perikanan Darat Menengah Atas)
  • S1 Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor (1977)
  • S2 Institut Pertanian Bogor
  • S3 Institut Pertanian Bogor (2004)
KARIR
  • Konsultan Bank Dunia pada Bank Rakyat Indonesia (1979-1985)
  • Konsultan Bank Dunia pada Bank Indonesia (1986-1989)
  • Irjen Departemen Kelautan dan Perikanan (1999-2006)
  • Pejabat Gubernur NAD (Desember 2005 – Februari 2007)
  • Direktur Utama Perum BULOG (2007-2009), menggantikan Widjanarko Puspoyo
  • Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia  (22 Oktober 2009 – 19 Oktober 2011)
PENGHARGAAN
  • Mahasiswa teladan tingkat nasional (1975)
  • Penghargaan masa bakti 20 tahun dan masa bakti emas menjadi PNS

Lima Direksi Bank BUMN Segera Diganti
Editor: Erlangga Djumena
Selasa, 15 Maret 2011 | 16:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah mengisyaratkan ada lima direksi bank pelat merah yang akan dirombak. Bukan disebabkan oleh masalah, namun ada direksi yang habis masa jabatannya.

Deputi BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto menjelaskan pergantian direksi dan komisaris itu terkait masa jabatan yang sudah habis dan ada pula yang diperpanjang masa jabatannya.

“BRI ada 2, Bank Mandiri ada 3 direksi yang akan diganti,” ujar Parikesit, Selasa (15/3/2011).Sayangnya, Parikesit masih bungkam terkait direksi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang bakal dirombak.

Namun berdasarkan sumber KONTAN, tiga direksi BMRI yang bakal dirombak adalah Direktur Treasury and Special Asset Management BMRI Thomas Arifin, Direktur Manajemen Risiko BMRI Sentot A Sentausa dan Direktur Mikro dan Retail Banking BMRI Budi Gunadi Sadikin.

Sedangkan di BRI, direksi yang bakal diganti adalah Direktur Korporasi BRI Sulaiman Arief Arianto, Direktur Bisnis dan Konsumer BRI Toni Soetirto, Direktur UMKM Bambang Soepeno, Direktur Operasional BRI Sarwono Sudarto, Direktur Pengendalian Risiko Kredit BRI Lenny Sugihat. Serta ada 1 komisaris independen Baridjussalam Hadi.

“Pergantian direksi tidak harus yang sudah menjabat lebih dari dua kali. Bisa saja dia diperpanjang. Semua tergantung komisaris,” jelasnya.

Nantinya, komisaris akan menyeleksi direksi yang akan dirombak dan menyerahkan ke Komite Nominasi dan Remunerasi, yang dibentuk di bawah komisaris.

Namun, Parikesit juga enggan memerinci direksi BMRI yang bakal ikutan diganti. Sampai saat ini, pemerintah hanya memberikan usulan calon direksi dan hasilnya akan ditentukan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi di BMRI ataupun pihak Komisaris di BRI.

“Memang ada 3 direksi, tapi saya tidak bisa sebut nama,” kata Komisaris BMRI Krishna Wijaya. Selain itu, Komisaris Independen BRI Aviliani juga mengungkapkan hal senada. Ternyata, ada 5 direksi yang sudah habis masa jabatannya.

“Tapi masih berpeluang diperpanjang. Kalau kinerjanya bagus, maka belum akan diganti,” kata Aviliani. Aviliani menambahkan di lima tahun pertama kepengurusan, itu untuk membangun fondasi. Selanjutnya, akan membangun bank secara keseluruhan. Kendati demikian, Aviliani enggan menjelaskan siapa direksi yang akan diganti. (Didik Purwanto/Kontan)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s