Rupiaaa(11,878-11945)AAkkkkhhh … 190614

JAKARTA – Kombinasi faktor domestik dan global membuat nilai tukar rupiah di pasar valuta asing sempat menembus level psikologis Rp 12.000 per dolar AS, Rabu (18/6). Namun, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Menteri Keuangan Chatib Basri, dan sejumlah ekonom menyebut pelemahan rupiah tersebut bersifat sementara.

Faktor global bersumber dari kekhawatiran bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga lebih cepat dan krisis di Irak yang melambungkan harga minyak mentah di pasar internasional. Sedangkan faktor domestik yang menekan rupiah adalah utang luar negeri swasta yang melambung, permintaan dolar AS yang tinggi karena banyaknya utang jatuh tempo, serta kekhawatiran tentang pemenang pemilihan presiden (pilpres).

Kurs rupiah kemarin diperdagangkan pada kisaran Rp 11.920 hingga Rp 12.027 per dolar AS, sebelum akhirnya ditutup pada Rp 11.997 per dolar AS, atau melemah 0,87% dibanding penutupan Selasa (17/6). Sejak awal tahun (year to date), rupiah masih menguat 1,86% terhadap dolar AS.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, pelemahan rupiah disebabkan faktor global, yaitu kondisi geopolitik dan ketegangan di Irak yang menimbulkan kekhawatiran kenaikan harga minyak dunia. “Bagi negara dengan net importer minyak yang tinggi seperti Indonesia, krisis Irak memberikan dampak sensitif, yaitu menekan nilai tukar karena beban impor semakin tinggi,” kata Agus kepada wartawan di sela pengesahan APBN Perubahan 2014 di Gedung DPR, Rabu (18/6).

Namun Gubernur BI yakin pergerakan rupiah masih aman dan pelemahan rupiah bersifat temporer. Untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, kata dia, BI terus melakukan pendalaman pasar dan mengimbau BUMN jangan mencari pinjaman luar negeri yang tidak disertai lindung nilai (hedging). “Fundamental perekonomian juga harus diperkuat agar rupiah tetap stabil,” kata dia.

http://www.investor.co.id/home/pergerakan-rupiah-masih-aman/87510

 
Sumber : INVESTOR DAILY

JAKARTA— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak melemah pagi ini, Rabu (16/6/2014).

Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, saat dibuka rupiah per dolar AS bertengger di level Rp11.945 atau merosot 0,44%. Kemarin, Selasa (17/6/2014), rupiah bertengger di level Rp11.893 (melemah 0,63%).

Selanjutnya, pada hari ini, pukul 08.22 WIB, rupiah masih bertengger di atas Rp11.900/US$, yakni berada di Rp11.928 per dolar AS. Rupiah bergerak di kisaran Rp11.920—Rp11.945 per dolar AS.

Pergerakan rupiah/US$ (Juni)

Tanggal

Rp/US$
18 (Buka)

11.945
17

11.863
16

11.814
13

11.781
12

11.813
Sumber: Bank Indonesia, 2014

http://market.bisnis.com/read/20140618/93/236873/kurs-rupiah-1862014-dibuka-terpuruk-044-ke-rp11.945us
Sumber : BISNIS.COM

JAKARTA. Rupiah kembali terperosok ke level terlemah dalam dua pekan terakhir. Ketegangan di Irak dan potensi kenaikan harga minyak mentah mendorong kekhawatiran defisit perdagangan dan transaksi berjalan makin buruk.

“Kenaikan harga minyak mentah akan menekan defisit neraca dan transaksi, sehingga memberi sentimen pelemahan pada rupiah,” kata Mika Martumpal, Treasury Reserach and Strategy Head di PT Bank CIMB Niaga di Jakarta, pada Bloomberg.

Rupiah melemah 0,5%, terlemah sejak 4 Juni ke Rp 11.878 per dollar AS pada pukul 9.32 di Jakarta. Rupiah sempat menyentuh 11.881 per dollar AS pada tanggal 5 Juni.

Kurs tengah Bank Indonesia (BI) kemarin ditutup di Rp 11.814 per dollar AS, melemah 0,28% dari hari sebelumnya yaitu Rp 11.781.

http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-kembali-loyo

Sumber : KONTAN.CO.ID

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s