mut1ara @bbr1 … 150614

detik Jakarta -Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sudah menetapkan tujuh calon investor yang lolos dalam babak penawaran awal pembelian PT Bank Mutiara Tbk (dulu Bank Century). Dua di antaranya investor lokal.

Sekretaris Lembaga LPS Samsu Adi Nugroho menyatakan, ketujuh investor ini berhak melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu uji tuntas alias due diligence.

“Investor tersebut terdiri dari lima investor luar negeri, yaitu Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Serta dua investor lokal,” kata Samsu kepada detikFinance, Jumat (13/2/2014).

Sebelumnya, sudah ada 10 investor baik lokal maupun asing yang menyampaikan penawaran harga untuk membeli Bank Mutiara. Sepuluh calon investor Bank Mutiara tersebut telah menyampaikan dokumen penawaran awal kepada LPS.

Kesepuluh investor itu terdiri dari enam investor asing dan empat investor lokal. Berdasarkan jenis lembaganya, terdiri dari 3 bank, 6 lembaga keuangan, dan 1 konsorsium.

Dari 4 investor lokal, satu di antaranya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Bank pelat merah ini telah merogoh kocek untuk pengembangan bisnis anorganik termasuk akuisisi sebesar Rp 3 triliun.

Sementara investor asing berasal dari Jepang, 2 investor Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan lainnya. Investor asing yang berminat adalah Bank of China dan Hong Leong Bank asal Malaysia. Hal tersebut diberitakan Reuters yang mengutip sumber anonim.

(ang/dnl)
JAKARTA. Keinginan Bank Rakyat Indonesia (BRI) memboyong pulang Bank Mutiara tinggal beberapa langkah lagi. Sebab, bank dengan predikat laba terbesar di Tanah Air ini dinyatakan lolos tahap penilaian harga penawaran awal.

Achmad Baiquni, Direktur Keuangan BRI mengungkapkan, pihaknya telah menerima surat elektronik (e-mail) pemberitahuan tentang hasil penilaian LPS terhadap proposal penawaran yang diajukan BRI untuk membeli Mutiara. Dus, BRI kini masuk ke tahap selanjutnya yakni tahap uji tuntas atawa due diligence.

“Kami akan pakai tim independen konsultan. Penilaian dari luar ada. Hasilnya akan dibahas dalam rapat umum pemegang saham (RUPS),” ujar Baiquni kepada KONTAN, Jumat (13/6). Baiquni menjelaskan, dalam proses uji tuntas itu, BRI akan memeriksa jeroan Mutiara dari aspek finansial dan hukum.

Baiquni bilang, BRI bakal serius memeriksa Mutiara dalam tahap due diligence. Fokus BRI adalah mencermati aspek legal Mutiara. Salah satu poin yang jadi perhatian BRI adalah status hukum debitur nakal Mutiara.

“Jika utang debitur nakal masih tercatat sebagai aset, maka itu bisa mengurangi penawaran. Harga penawaran kami bisa bertambah atau berkurang saat due diligence,” ujar BRI. Catatan saja, BRI menyiapkan dana akuisisi Rp 3 triliun untuk tahun ini.

Nah, dari segi bisnis, BRI tidak begitu ambil pusing saat melakukan uji tuntas. Baiquni menilai, efek akuisisi Mutiara terhadap kinerja BRI tidak akan signifikan. Namun, core business Mutiara dinilai bisa melengkapi core business BRI. “Mutiara kuat di valas atau forex. Itu bagus untuk menunjang kinerja BRI karena selama ini belum terlalu digarap BRI,” jelas Baiquni.

BRI tidak sendirian meminang Mutiara. Poltak L. Tobing, Ahli Kebijakan Strategis dan Penanganan Bank LPS mengatakan, ada tujuh calon investor lolos ke tahap due dilligence, menyusut dari 10 investor di tahap sebelumnya. Tujuh calon investor berasal dari Hongkong, Malaysia, Singapura, Jepang dan dua investor lokal, termasuk BRI. Tahap uji tuntas akan berlangsung mulai 23 Juni.
Editor: Dessy Rosalina

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. siap menguasai PT Bank Mutiara Tbk. setelah dinyatakan lolos dalam seleksi penawaran awal oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Achmad Baiquni, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, memastikan pihaknya telah menerima surat resmi dari LPS yang menyatakan BRI lolos dalam proses penawaran awal.

“Kami telah menerima surat dinyatakan lolos. Selanjutnya due diligence,” katanya, Jumat malam (13/6/2014).

Dia enggan menyebutkan skema dan harga yang diajukan oleh BRI untuk membeli saham eks Bank Century itu. Perseroan baru akan mempersiapkan proses due diligence langsung setelah dinyatakan lolos oleh LPS.

Persiapan yang dilakukan antara lain dengan menunjuk konsultan independen, konsultan hukum dan sejumlah akuntan publik untuk menilai valuasi saham Bank Mutiara.

BRI menjadi salah satu dari dua calon investor yang berasal dari Indonesia.

Menurut LPS, calon investor lainnya juga merupakan perusahaan perbankan.

Seluruhnya sebanyak tujuh calon investor yang lolos itu berasal dari Hongkong, Singapura, dan Jepang, masing-masing satu investor. Kemudian dari Malaysia dan Indonesia masing-masing dua investor.

LPS akan membuka proses due diligence pada 23 Juni 2014 yang dilanjutkan dengan proses penawaran akhir.

Calon investor selanjutnya akan bernegosiasi dengan LPS untuk penentuan harga dan skema pembayaran.

Pada tahap akhir, calon investor itu akan diuji kepatutan dan kelaikan atau fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Diperkirakan tahap akhir tersebut akan selesai pada November 2014.

Editor : Saeno

INILAHCOM, Jakarta – Menteri BUMN, Dahlan Iskan menyerahkan sepenuhnya kepada Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terkait upaya akuisisi PT Bank Mutiara.

“Silakan. Beli saja saya persilahkan. Itu merupakan aksi korporasi dan saya membebaskan,” kata Dahlan di Jakarta, Kamis (12/6/2014).

Dengan adanya aksi korporasi yang dilakukan BRI, Dahlan enggan ikut campur. Ia pun tidak memberi imbauan ataupun hal-hal teknis yang nanti dibutuhkan BRI dalam membeli perusahaan eks Bank Century itu.

Bahkan ia menyimpulkan Direktur Utama, BRI Sofyan Baysir lebih memahami persolan perbankan sehingga akan menyetujui apapun keputusan perusahaan BRI.

“Sofyan Baysir lebih pintar di bidang perbankan dari pada aku. Pokoknya kalau baik bagi korporasi silakan,” ucapnya.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lain Kementerian BUMN, Gatot Trihargo sebelumnya menuturkan, keseriusan BRI tersebut sudah disampaikan beberapa kali. BRI sedang agresif dalam menggenjot pengembangan bidang anorganik.

“Saya rasa itu rencana yang bagus. Dan itu kami serahkan kepada perseroan untuk tindakan dan mekanismenya,” ujarnya. [hid]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s