bbri @ 70% / 14 : 090614

Bank Rakyat Indonesia semakin agresif berkiprah mendorong tumbuh kembangnya
usaha mikro melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Hingga April 2014, KUR BRI
telah menembus Rp 96,5 triliun. Sementara porsi KUR BRI secara nasional sebesar
64,24% dari total KUR nasional.

Menurut Budi Satria, Sekretaris Perusahaan BRI, total KUR yang telah disalurkan BRI
dari tahun 2007 hingga April 2014 sebesar Rp 96,52 triliun. 풧adi, KUR kita tembus
Rp 96,5 triliun sampai akhir April 2014 sejak KUR diluncurkan tahun 2007,� kata
Budi di Jakarta, belum lama ini. Ini berarti, sejak Januari 2014 hingga April 2014,
BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp 9,5 triliun untuk lebih dari 700 ribu debitur.
Sebab, pada akhir 2013 lalu, total KUR BRI mencapai Rp 87 triliun.(kontan/az)read more…

INILAHCOM, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp96,522 triliun..

Sekretaris Perusahaan BRI, Budi Satria mengatakan, Bank BRI membuktikan sebagai bank yang memiliki komitmen tinggi terhadap perkembangan UMKM. “Total KUR yang telah disalurkan BRI dari tahun 2007 hingga April 2014 sebesar Rp96,522 triliun kepada hampir 10 juta debitur. Untuk Januari hingga April 2014, penyalurkan KUR tembus Rp9,5 triliun untuk lebih dari 700 ribu debitur kami,” kata Budi di Jakarta, Senin (2/6/2014).

Meski cukup ekspansif, lanjut Budi, perseroan tetap berhati-hati dalam menyeleksi calon debitur KUR. Hal tersebut terlihat dari persentase kredit bermasalah atau NonPerforming Loan (NPL) KUR yang hanya sebesar 2,34%.

“Target kami memang usaha mikro dan pengusaha pemula, utamanya di pasar-pasar dan sentra-sentra perekonomian rakyat. Oleh karena itu selain ekspansif kami juga melakukan pendampingan dan pembinaan,” tuturnya.

Melalui pendampingan dan edukasi yang baik telah meningkatkan kualitas dan kapasitas debitur KUR. Hal tersebut jelas Budi, terlihat dari munculnya aksi migrasi ratusan ribu debitur KUR BRI ke kredit komersil BRI. “Yang naik kelas hampir satu juta debitur KUR ke Kredit Komersil BRI. Pinjaman mereka tercatat Rp15,429 triliun,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sektor ekonomi dan usaha yang menyerap KUR BRI masing-masing perdagangan dan bisnis kuliner mencapai 61%, disusul dengan pertanian 14,23%.

Sedangkan untuk porsi KUR BRI, secara nasional sebesar 64,24% dari total KUR nasional yang mencapai Rp150,3 triliun. Adapun komposisi KUR BRI terdiri dari KUR Ritel sebesar Rp18,442 triliun dan KUR Mikro sebesar Rp78,080 triliun. [imb]

Ini kritik Anton Gunawan atas pasar uang Indonesia
Oleh Oginawa R Prayogo – Selasa, 03 September 2013 | 19:21 WIB

kontan

JAKARTA. Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah melakukan uji kepatutan terhadap calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI). Setelah Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif LPS melaksanakan tes pada Selasa siang, (3/9) giliran Anton Gunawan, Kepala Ekonom Bank Danamon yang melaksanakan tes pada sore harinya.

Saat presentasi di Komisi XI DPR, Anton mengkritik struktur perbankan di Indonesia yang dianggap oligopolistik serta relatif dangkal dan tidak bekerja secara optimalnya pasar keuangan jangka pendek (money market dan foreign exchange market). Dia juga bilang pasar uang di Indonesia dianggap tidak terlalu berkerja.

“Hal tersebut menyebabkan tidak berjalannya fungsi intermediasi perbankan, serta menambah tekanan dan kerentanan perekonomian kita dalam ekonomi dunia yang bergejolak,” ujar Anton, Selasa (3/9).

Menurut dia, ada beberapa indikator yang menunjukkan pasar uang di Indonesia tidak bekerja maksimal. Dia menyampaikan, bahwa sekitar

70% dari aktivitas perbankan di Indonesia (baik dari segi kredit, dana maupun aset) masih dikuasai oleh sekitar 14 bank besar saja.

Selain itu, volume transaksi harian di pasar uang dari tahun ke tahun tidak bertumbuh. “Walaupun aset dan aktivitas perbankan tumbuh secara signifikan,” ujar Anton.

Indikator lainnya yakni jauh lebih rendahnya suku bunga repo (repurchase agreement) yang memiliki kolateral. Anton bilang ada banyak permasalahan yang menjadi latar belakang tak berjalannya pasar repo di Indonesia seperti limit kredit, perpajakan, dan kepastian hukum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s