utaaa(Rp2.885 T- Rp2.371T)AAnK … 270913_2501201empat

Utang Pemerintah RI Naik Rp 1.137,11 Triliun Dalam 13 Tahun
Wahyu Daniel – detikfinance
Sabtu, 25/01/2014 10:53 WIB

Jakarta -Hingga akhir tahun 2013 lalu, jumlah utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 2.371,39 triliun. Dalam setahun, utang tersebut naik Rp 393,68 triliun. Namun sejak tahun 2000-2013, utang tersebut naik Rp 1.137,11 triliun.

Dalam catatan detikFinance, pada tahun 2000 lalu, utang pemerintah mencapai nilai Rp 1.234,28 triliun, dengan rasio utang terhadap PDB mencapai 89%. Di 2013, utang tersebut naik menjadi Rp 2.371,39 triliun dengan rasio menurut Kementerian Keuangan 26%, dengan menggunakan proyeksi PDB di 2013 sebesar Rp 9.112,4 triliun.

Berikut data utang pemerintah yang dirangkum detikFinance, Sabtu (25/1/2014).

Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
Tahun 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
Tahun 2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
Tahun 2013: Rp 2.371,39 triliun (28,7% PDB)
Jumlah utang pemerintah dengan denominasi dolar AS hingga akhir 2013 mencapai US$ 194,55 miliar. Turun dibandingkan utang di akhir 2012 yang mencapai US$ 204,52 miliar. Namun karena nilai tukar rupiah yang melemah, total utang pemerintah dalam rupiah menjadi besar.

Kepala Biro Humas Kemenkeu Yudi Pramadi pernah mengatakan, utang merupakan instrumen untuk mencapai target-target ekonomi makro, terutama pertumbuhan ekonomi dan pengurangan pengangguran.

Utang pemerintah digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan produktif, seperti pembangunan infrastruktur, yang bisa memberikan efek menggerakkan perekonomian.

“Hampir semua negara di dunia melakukan utang,” kata Yudi.

Menurut Yudi, rasio utang pemerintah (terhadap PDB/ gdp) lebih rendah dari

Jepang yang sebesar 243%,

Amerika Serikat (AS) 106%,

Thailand yang mencapai 47%,

Malaysia sebesar 47%, dan

Filipina sebesar 41%.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Bambang Brodjonegoro juga menyatakan, utang pemerintah yang mencapai ribuan triliun rupiah tak perlu dikhawatirkan.

Bambang menyatakan, pemerintah akan menjaga anggaran negara dengan sehat secara berkelanjutan. Terutama dalam penggunaan pembiayaan yang lebih ditujukan kepada program pemerintah yang bersifat produktif.
(dnl/dnl)
Oktober, Total Utang Indonesia Capai Rp2.276,89 T
Minggu, 24 November 2013 18:22 wibMartin Bagya Kertiyasa – Okezone

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang Indonesia mengalami lonjakan Rp3,13 triliun selama periode Oktober 2013.

Melansir data yang diterbitkan DJPU, Minggu (24/10/2013), total utang Indonesia pada Oktober naik ke Rp2.276,89 triliun dari posisi September sebesar Rp2.273,76 triliun. Namun, nilai tukar Rupiah tercatat menguat dari Rp11.613 per USD menjadi Rp11.234 per USD.

Jika dilihat secara year-to-date (YtD) dari 2012, maka utang tersebut mengalami kenaikan Rp299,18 triliun dari posisi pada 2012 sebesar Rp1.977,71 triliun.

Utang tersebut didominasi penerbitan obligasi alias surat berharga negara (SBN) yang mengalami kenaikan sebesar dari Rp1.590,23 triliun pada akhir September, menjadi Rp1.618,53 triliun pada akhir Oktober ini. Adapun obligasi tersebut terdiri dari denominasi Rupiah sebesar Rp1.251,46 triliun dan denominasi valuta asing (valas) sebesar Rp367,07 triliun.

Di sisi lain, pinjaman negara juga naik ke Rp658,37 triliun. Dengan pinjaman luar negeri tercatat mengalami penurunan dari Rp681,70 triliun pada akhir September, menjadi Rp656,48 triliun pada akhir September.

Pinjaman luar negeri tersebut berasal dari pinjaman bilateral sebesar Rp370,47 triliun, pinjaman multilateral sebesar Rp253,91 triliun, pinjaman komersial sebesar Rp31,76 triliun, dan suppliers sebesar Rp340 miliar. Sedangkan pinjaman dari dalam negeri naik ke Rp1,88 triliun. ()
Warisan Utang untuk Anak Cucu Membengkak

Oleh: Bastaman
ekonomi – Kamis, 26 September 2013 | 07:43 WIB

… berapa sebenarnya UTANG KITA? well, sederhana: $259 M X Rp11500 = PR kita MENURUNKAN KURS DOLAR amrik atas RUPIAH menjadi DI BAWAH 10.000 bahkan di bawah 9000 … selaen tentu saja MENGURANGI UTANG dari $259 M menjadi di bawah $250 M, bahkan di bawah $200 M … sewajarnya ITU SEMUA UTANG kita

INILAH.COM, Jakarta – Kian hari, negeri ini terus tengelam dalam jeratan utang yang kian menumpuk. Hingga Juli lalu, total utang Indonesia mencapai US$259,54 miliar atau sekitar Rp2.855 triliun. Ini merupakan gabungan dari utang pemerintah, utang Bank Indonesia (BI), dan utang swasta.

Itulah jumlah utang yang akan diwariskan kepada anak cucu kita. Jika seluruh utang tersebut dibagi rata dengan jumlah penduduk, maka utang per kapita penduduk Indonesia mencapai Rp11,7 juta per kepala. Pada 2004, utang per kepala itu masih sekitar Rp5,8 juta. Artinya, dalam sepuluh tahun terakhir utang yang diwariskan kepada penduduk Indonesia naik lebih dari 100%.

Semakin menumpuknya utang luar negeri itu memperlihatkan betapa Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono tidak konsisten dengan kampanyenya yang ingin mengurangi ketergantungan pada utang. “Pemerintah harus mewaspadai pembengkakan utang ini, terutama utang swasta,” kata Eny Srihartanti, ekonom INDEF.

Sayang, sejauh ini kalangan pemerintah sepertinya adem ayem saja. Bambang SP Brodjonegoro, (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal, menegaskan bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan dari membesarnnya utang. Bahkan, lanjut Bambang, pemerintah telah berhasil menekan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 2,3%.

Bambang mungkin benar. Hanya saja, sebagian besar utang itu ditempatkan dalam sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan surat utang negara (SUN). Jika duit asing itu hengkang, seperti yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, dapat mengancam ketahanan sektor keuangan. Paling tidak, penarikan modal asing itu bakal membuat rupiah terkapar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s