rup1aaa(4,4 KAL1)AAh … 0901201empat

Global bond Indonesia oversubcribes 4,4 kali
Oleh Wahyu Satriani – Rabu, 08 Januari 2014 | 17:53 WIB

kontan

JAKARTA. Obligasi denominasi dollar Amerika Serikat (AS) atau global bond pemerintah diserbu investor. Pemerintah mengalami kelebihan permintaan atau oversubsciption hingga 4,4 kali mencapai US$ 17,5 miliar.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementrian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan pemerintah menyerap US$ 4 miliar dari penawaran global bond tersebut.

“Transaksi ini merupakan bagian dari program global medium term notes (GMTN) Indonesia sebesar US$ 25 miliar,” kata Robert, Jakarta, Rabu (8/1).

Global bond ini diterbitkan dalam dua seri, yakni RI0124 dan RI0144. Seri RI0124 bertenor 10 tahun diterbitkan senilai US$ 2 miliar. Instrumen yang jatuh tempo 15 Januari 2024 ini ditawarkan 5,87% dengan yield 5,95% di harga 99.441.

Mayoritas instrumen ini didistribusikan untuk investor Amerika Serikat sebesar 66%. Sedangkan sisanya sekitar 17% untuk investor Eropa, sekitar 6% untuk investor Asia, dan sekitar 11% untuk investor Indonesia. Berdasarkan sisi investor, sebagian besar dialokasikan untuk asset managers sebesar 77%. Kemudian, sekitar 9% investor perbankan, sekitar 12% oleh investor asuransi atau dana pensiun dan sekitar 2% untuk private banking.

Sedangkan seri lain RI0144 bertenor 30 tahun dan diterbitkan senilai US$2 miliar. Seri yang akan jatuh tempo 15 Januari 2044 ini memberikan kupon 6,75% dengan yield 6,8% di harga 98.734.

Instrumen ini juga mayoritas didistribusikan untuk investor Amerika Serikat sekitar 70%. Lalu sekitar 16% untuk investor Eropa, sekitar 11 % unluk investor Asia kecuali Indonesia dan 3% untuk investor di Indonesia. Berdasarkan jenis investor, sebagian besar dialokasikan untuk asset managers sekitar 77%. Sisanya, perbankan sekitar 5%, investor asuransi dan dana pensiun sekitar 17%, serta private banking sekitar 1 %.

Untuk penerbitan global bond ini, pemerintah telah menggenggam peringkat BBB- (stable) dari Fitch, BB+ (stable) dari S&P, dan Baa3 (stuble) dari Moody’s.
Editor: Barratut Taqiyyah

Market cap of EM debt indices still rising

JAN 8, 2014 12:47 UTC

It wasn’t a good year for emerging market bonds, with all three main debt benchmarks posting negative returns for the first time since 2008. But the benchmark indices run by JPMorgan nevertheless saw a modest increase in market capitalisation, and assets of the funds that benchmark to these indices also rose.

JPMorgan says its index family — comprising EMBI Global dollar bond indices, the CEMBI group listing corporate debt and the GBI-EM index of local currency emerging bonds — ended 2013 with a combined market cap of $2.8 trillion, a 2 percent increase from end-2012. Take a look at the following graphic which shows the rise in the market cap since 2001:

Last year’s rise was clearly much slower than during previous years.  It was driven mainly by the boom in corporate bonds, which witnessed record $350 billion-plus issuance last year, taking the market cap of the CEMBI to $716 billion compared to $620 billion at the end of 2012, JPM said.

The EMBI Global indices of sovereign dollar bonds fared less well, with capitalisation rising just 1.2 percent to $586 billion. But even here, the growth was largely down to companies — quasi-sovereigns’ share of the index- rose to 27.6 percent, up from 23 percent of a year back.

Local debt fared worst, with market capitalisation actually declining 3.1 percent to $1.5 trillion, but that was largely because of a broad 6 percent-plus fall in emerging currencies versus the dollar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s