bnii BERLABa @Rp1,1T … s1h : 291013

Kredit ngebut, laba bergerak tipis
Oleh Issa Almawadi, Adhitya Himawan, Herry Prasetyo – Selasa, 29 Oktober 2013 | 09:01 WIB

kontan

JAKARTA. Dampak pelambatan ekonomi domestik berbeda-beda bagi setiap bank. Sebagian bank berhasil mencetak kenaikan laba tinggi. Namun, ada juga yang cuma mencetak kenaikan tipis.
Bank Tabungan Negara (BTN), misalnya, hanya bisa mencetak pertumbuhan laba 3,52% pada kuartal III 2013, menjadi sebesar Rp 1,057 triliun dibandingkan laba kuartal III 2012 sebesar Rp 1,021 triliun. Padahal, penyaluran kredit BTN hingga September 2013 melesat 26% menjadi sebesar Rp 96,54 triliun. Begitu pula, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 28% menjadi
Rp 88,54 triliun.
Direktur Utama BTN Mar-yono, mengatakan pencapaian laba BTN sedikit terganggu lantaran rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) meningkat. Pada kuartal III 2012, NPL gross BTN hanya 3,68%. Kredit bermasalah meningkat menjadi 4,88% pada kuartal III 2013.
Saut Pardede, Direktur BTN, menjelaskan kenaikan NPL mengakibatkan BTN harus mengalokasikan biaya tambahan kecukupan modal Rp 210 miliar. Tanpa biaya tambahan itu, laba bersih BTN bisa mencapai Rp 1,35 triliun. Wakil Direktur Utama BTN, Evi Firmansyah, berharap bisa menjaga NPL di bawah 4% atau maksimal 3,2%. Sehingga, laba BTN akhir tahun antara Rp 1,6 triliun – Rp 1,7 triliun.
Bank ICB Bumiputera tampaknya lebih tak beruntung. Sebab, per kuartal III 2013, laba bersih tercatat menurun 8,4% menjadi Rp 3,46 miliar, meski penyaluran kredit 15,5% menjadi Rp 5,49 triliun. Maklum, penghasilan bunga bersih tercatat turun dari Rp 237,37 miliar pada kuartal III 2012 menjadi Rp 220,40 miliar pada kuartal III 2013.
Sindbad R. Hardjodipuro, Direktur Bisnis Bank ICB Bumiputera, mengakui tahun ini ICB Bumiputera belum meraup sukses. Tahun depan, ia yakin bakal meraup sukses.
Menembus Rp 1 triliun
Sementara, peruntungan Bank Internasional Indonesia (BII) bersinar terang. Per kuartal III 2013, laba bersih BII melesat 19% mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Ini merupakan kali pertama BII membukukan laba di atas Rp 1 triliun untuk kinerja sembilan bulanan.
Kenaikan laba didukung penyaluran kredit yang naik 21% per September 2013 mencapai Rp 91,7 triliun dibanding September 2012 sebesar
Rp 75,9 triliun. Kenaikan kredit ini mendorong peningkatan pendapatan bunga bersih 10% menjadi Rp 4,3 triliun.
Di sisi lain, NPL gross turun dari 2,08% menjadi 1,74%. Alhasil, beban provisi ikut menurun 33% mencapai Rp 582 miliar. “Kami optimistis, dapat menutup tahun 2013 sesuai profitabilitas dan pertumbuhan bisnis yang telah ditetapkan,” kata Pjs. Presiden Direktur BII Thila Nadason.
Bank Mayapada Internasional juga cukup beruntung lantaran mencatat kenaikan perolehan laba 24,31% menjadi Rp 352,42 miliar pada kuartal III 2013. Direktur Utama Bank Mayapada Hariyono Tjahjarijadi, mengatakan kenaikan laba dari pendapatan bunga bersih yang meningkat 34,87% menjadi Rp 722,64 miliar per kuartal III 2013. Selain itu, pendapatan operasional selain bunga bersih naik 40,5% menjadi Rp 409,92 miliar.

Laba tembus Rp1,1 triliun, BII cetak rekor

Online: Selasa, 29 Oktober 2013 | 07:15 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski persaingan antar bank di Tanah Air cukup ketat, namun PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) mampu mengemas kinerja moncer di 9 bulan pertama tahun ini. Sepanjang Januari-September 2013, BII mencatat laba bersih sebesar Rp1,1 triliun, naik 19% dibanding periode yang sama tahun 2012. Angka ini sekaligus menghantarkan BII menembus rekor sejarah laba di atas Rp 1 triliun dalam 9 bulan.

Presiden Direktur BII Thila Nadason menuturkan, kinerjanya yang membaik pada sembilan bulan pertama 2013 merefleksikan perbaikan terus menerus yang diakukan sejak perseroan menjalankan transformasi dengan serangkaian upaya termasuk program transformasi.

“Transformasi yang dimulai sejak akhir 2011 ini mulai menunjukkan hasil yang positif pada 2013. Ke depan kami memastikan tetap berada pada jalur yang tepat untuk meraih aspirasi kami. Kami telah melampaui Rp 1 triliun pada sembilan bulan pertama 2013, yang merupakan pencapaian kinerja sembilan bulan tertinggi sepanjang sejarah BII,” kata Thila dalam siaran persnya, Senin (28/10/2013).

Dijelaskannya, peningkatan laba didorong oleh naiknya pendapatan bunga bersih (NII) 10% dari Rp 3,9 triliun pada Januari-September 2012, menjadi Rp 4,3 triliun pada periode yang sama tahun ini, karena pertumbuhan kredit serta perbaikan kualitas aset.

Persaingan ketat antar bank yang memberi tekanan pada marjin bunga bersih (NIM) perbankan telah menyebabkan penurunan tipis pada NIM BII menjadi 5,37% pada Januari-September 2013, dibandingkan 5,88% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, pendorong naiknya kinerja BII ini adalah Kualitas aset terjaga baik sebagaimana tercermin dari perbaikan NPL (rasio kredit bermasalah) gross mencapai 1,74% per 30 September 2013, dari 2,08% per 30 September 2012. NPL net naik tipis menjadi 1,02% dari 0,87%.

Penurunan tajam dari beban provisi sebesar 33% mencapai Rp 582 miliar per 30 September 2013 dibandingkan Rp 868 miliar periode yang sama tahun sebelumnya juga jadi pendorong peningkatan kinerja BII, meskipun kredit tercatat tumbuh 21% sebagai hasil dari kualitas portofolio yang lebih baik dan manajemen recovery.

Kemudian ada juga peningkatan pendapatan dari fee sebesar 19%, dari Rp 1,4 triliun menjadi Rp 1,7 triliun yang terutama disebabkan oleh pendapatan dari surat berharga.

Lalu laba bersih yang dihasilkan oleh WOM yang merupakan perusahaan pembiayaan milik BII juga mendorong peningkatan kinerja. WOM mencatatkan laba bersih Rp 59,9 miliar pada Januari-September 2013, setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya rugi Rp 36,8 miliar. kbc10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s