BBB- @bbr1 … 091013

Peringkat Utang BRI, BNI & Mandiri Ada di BBB-
Rabu, 09 Oktober 2013 19:36 wibDani Jumadil Akhir – Okezone

JAKARTA – Lembaga pemeringkat Internasional Fitch Ratings telah menegaskan peringkat-peringkat dari empat Bank milik pemerintah indonesia.

Adapun keempat bank tersebut yakni, peringkat Issuer Default Rating rupiah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditegaskan menjadi BBB-

Sementara peringkat nasional jangka panjang PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) ditegaskan menjadi A(idn). Fitch juga telah menegaskan peringkat nasional jangka panjang PT Mandiri Tunas Finance, anak perusahaan dari Mandiri, menjadi AA(idn)

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/10/2013), Fitch menuturkan, penegasan peringkat surat utang rupiah jangka panjang dan nasional jangka panjang, peringkat dukungan, batas bawah peringkat dukungan dari bank-bank bumn mencermikan kecenderungan dukungan ekstraordinari yang berkesinambungan, jika diperlukan.

Penegasan peringkat viabilitas Mandiri, BRI dan BNI mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa bank-bank tersebut akan mempertahankan profil kredit individu yang stabil, meskipun terdapat peningkatan kecenderungan pelemahan perekonomian domestik.

Fitch memperkirakan, dalam jangka menengah, kinerja keuangan bank-bank yang dimiliki pemerintah akan tetap baik di tengah kondisi perekonomian yang memburuk, dengan didukung oleh kuatnya cushion untuk menyerap kerugian mempertimbangkan profitabilitas yang kuat, pencadangan yang tinggi dan permodalan inti yang cukup.

Berdasarkan hasil uji stress, bank-bank pemerintah memiliki laba sebelum provisi yang cukup untuk menyerap tingkat kerugian pinjaman yang lebih tinggi sampai 5-5.5 persen dari total pinjaman BBRI, mandiri dan bni dan 2-3 persen dari BTN, yang mana lebih tinggi dari rata-rata kerugian pinjaman selama 2009-h113 yang lebih kecil dari 1 persen untuk BTN, 1 persen untuk Mandiri, dan 2 persen untuk BRI dan BNI.

Biaya pencadangan BTN lebih rendah dibandingkan dengan tiga bank pemerintah lainnya, pemulihan (recovery) pinjaman bermasalah dari kredit perumahan secara konsisten lebih baik sehingga memberikan penyangga tambahan terhadap kerugian pinjaman.

Fitch mencatat bahwa bank indonesia telah lebih proaktif dalam mencegah resiko yang berlebihan yang akan meningkat tajam di dalam sistem. sebagai contoh, BI mengeluarkan peraturan uang muka di 2012 dan september 2013 untuk menata kualitas aset pinjaman konsumen, memberlakukan rasio pinjaman terhadap deposit yang lebih ketat untuk bank-bank, dan mengimplementasikan kebijakan pencadangan sekunder (secondary reserve) di 2013 sebagai repson terhadap kondisi perekonomian domestik yang memburuk.
(wdi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s