DARURAT @ capital outflow … 011013

Begini Cara Penghitungan GWM Sekunder

Oleh: Wiyanto
ekonomi – Kamis, 26 September 2013 | 19:27 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Bank Indonesia menyatakan memiliki cara sendiri untuk menghitung kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) sekunder.

“GWM sekunder dihitung dengan membandingkan jumlah eligible asset yang dimiliki bank setiap akhir hari dalam satu masa laporan terhadap perkalian persentase GWM sekunder,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi A. Johansyah saat menjelaskan GWM di kantornya, Kamis (26/9/2013).

Difi menjelaskan GWM sekunder dihitung dengan rata-rata harian jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) rupiah dalam satu masa laporan pada 2 masa laporan sebelumnya. Masa laporan 1-7,8-15,16-23 dan 23- akhir bulan.

Difi mengatakan untuk eligible asset yang dapat diperhitungkan untuk memenuhi GWm sekunder adalah sertifikat Bank Indonesia (SBI), Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI), Surat Berharga Negara (SBN) dan excess reserve yaitu salso rekening giro bank di BI setelah dikurangi kewajiban pemenuhan GWM primer dan GWM LDR. “SDBI diperhitungkan sebagai komponen GWM sekunder mulai tanggal 1 Oktober 2013,” jelas Difi.

Tata cara perhitungan dan pemenuhan GWM LDR, lanjut Difi yaitu, jika LDR kurang dari batas bawah 78% bank akan dikenai tambahan GWM sebesar 0,1 kali 78%-LDR kali dana pihak ketiga dalam rupiah.

Jika LDR berada dikisaran batas atas da batas atas 78-92% bank tidak dikenakan tambahan GWM. Jika LDR lebih di atas 92% dan Kewajiban Penyedian Mdal Minimum (KPMM) kurang lebih 14% bank tidak dikenakan tambahan GWM. Jika LDR lebih batas atas 92% dan KPMM kurang 14% bank dikenakan tambahan GWM sebesar 0,2 x LDR – 92% x DPK dalam rupiah. [hid]
Pemerintah Siap Hadapi Apapun Keputusan The Fed
Sri Mas Sari – Selasa, 17 September 2013, 16:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA–Pemerintah memastikan kesiapan seluruh rencana operasi untuk mengantisipasi pemburukan kondisi pasar surat berharga negara jika keputusan rapat the Federal Open Market Committee pekan ini tidak sesuai ekspektasi pasar.

Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan berbagai rencana operasi telah disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi pelarian modal yang berpotensi menyebabkan krisis akibat kebijakan pengurangan pembelian obligasi oleh The Fed.

Kemenkeu bersama Kementerian BUMN, 11 BUMN asuransi dan penjaminan serta 4 perusahaan sekuritas sejauh ini telah menggelar dua kali simulasi implementasi bond stabilization framework (BSF).

Simulasi itu untuk memastikan mekanisme koordinasi antar berbagai pihak dalam pembelian SBN untuk stabilisasi pasar, berjalan baik.

“Kalau ada sudden reversal yang sifatnya agak krisis, kami siap saja. Jangan sampai ada aturan atau SOP (standard operating procedure) yang tidak siap, seperti misalnya mau melakukan buyback, tapi tidak siap. Itu yang kami lakukan,” katanya, Senin (17/9/2013).

Robert enggan menyebut operasi yang dilakukan berikut jumlah dana yang disiagakan. Namun, dia meyakinkan 11 BUMN, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan pemerintah berkomitmen penuh menambah likuiditas apabila terjadi krisis.

Dalam crisis management protocol, jika imbal hasil surat utang negara (SUN) bertenor 10 tahun naik 30 basis poin dalam sehari, maka pasar dalam status waspada.

Sementara itu, jika yield obligasi yang menjadi benchmark series itu menanjak 60 bps dalam sehari, maka pasar dalam kondisi siaga. Adapun jika yield melesat 90 bps, maka pasar dalam keadaan krisis.

Setiap tahap itu menentukan respons kebijakan yang dilakukan dan pihak mana yang mengeksekusi.

Pasar utang sempat menyandang status waspada saat yield naik 30 bps ke kisaran 9% pada Juni. BI ketika itu menaikkan pembelian obligasi negara, sedangkan perbankan, perusahaan asuransi dan dana pensiun meningkatkan kepemilikan obligasi.

Editor : Ismail Fahmi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s