inflaaa(BI PEKA)aa$1 … 290913

Inflasi Turun, Rupiah Bakal Menguat
Jum’at, 27 September 2013 18:25 wibPetrus Paulus Lelyemin – Okezone

JAKARTA – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro menilai pergerakan inflasi yang menurun akan memberikan dampak positif terhadap nilai tukar rupiah.

“Kalau tidak ada kabar baik dan informasi yang melegakan, orang akan tetap bertahan pada rate yang sekarang. Kalau ada berita bagus dia akan koreksi ke arah yang lebih bagus,” kata Bambang di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/9/2013).

Inflasi yang rendah, jelas Bambang, akan segera memberikan sentimen positif pada pasar dan dengan demikian diharapkan akan ada perbaikan nilai tukar.

“Karena itu intinya yang sekarang ini mempengaruhi nilai tukar adalah ada atau tidaknya sentimen positif,” terangnya.

Bambang berharap situasi pergerakan inflasi yang menurun akan dapat memberikan sentimen positif kepada pasar dan investor, agar rupiah akan semakin menguat. (kie) (wdi)

Antisipasi Krisis, BI Dinilai Lebih Responsif ketimbang Pemerintah
Rabu, 25 September 2013 18:24 wibDina Mirayanti Hutauruk – Okezone
JAKARTA – Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto menilai Bank Indonesia jauh lebih agresif menjaga stabilitas perekonomian Indonesia dibanding dengan pemerintah. Dia mengatakan, sejak gejolak ekonomi yang dihadapi Indonesia, BI selalu melakukan langkah yang cepat untuk menjaga kestabilan ekonomi.

“Menurut kami BI lebih agresif dari pemerintah. BI pada tanggal 15 Agustus ada rapat dewan gubernur (RDG) rutin, kemudian RDG tambahan lagi untuk merumuskan kebijakan untuk hadapi gejolak ekonomi ini makanya dia keluarkan BI Rate, Fasbi,” tutur Ryan dalam acara diskusi dengan wartawan di Kantor Menko Perekonomian, Jaakarta, Rabu (25/9/2013).

Sementara, menurut Ryan, pemerintah sedikit lamban. Pasalnya, implementasi dari paket kebijakan yang telah dikeluarkan beberapa bulan yang lalu belum kelihatan hingga saat ini. Ryan mengatakan, pemerintah seharusnya cepat mengeksekusi paket kebijakan tersebut karena saat ini implementasi dari pemerintah yang ditunggu-tungu para pelaku pasar.

“Lanjutan kebijakan ini yang ditunggu pelaku pasar, tidak bisa beban ekonomi dipikulkan hanya pada bank sentral,” tukasnya.

Menurut dia, tugas BI sebagai bank sentral hanya menjaga stabilisasi rupiah dan inflasi. Dia mengatakan seharusnya pemerintah bisa lebih agresif dalam mengatasi krisis ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.

Ryan mengatakan selama dua tahun terakhir ini pemerintah fokus memilih apakah harus menjaga pertumbuhan ekonomi atau inflasi, sehingga keduanya berjalan sendiri-sendiri. Padahal menurut dia, antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkejaran. “Pertumbuhan ekonomi itu yang mengerek inflasi,” ujar dia.

Lebih lanjut, Ryan menilai langkah yang dilakukan BI menaikkan suku bunga sudah tepat. Sebab langkah yang paling tepat meredam inflasi adalah dengan menaikkan suku bunga, meskipun harus mengesampingkan pertumbuhan ekonomi. “Dengan suku bunga naik dana di masyarakat naik, orang tidak konsumsi kalau orang tidak konsumsi komponen inflasi akan turun di sisi lain makan korban yakni ekonomi gak tumbuh, tapi kan harus pilih, ini pilihan,” tandasnya. (wdi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s