rup1aaa(GALAU @ 12K)aAH … 300813

Jum’at, 30 Agustus 2013 | 08:26 WIB
BI Rate Naik, Rupiah Bergairah

TEMPO.CO, Jakarta – Keputusan Bank Indonesia menaikkan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) menjadi katalis positif bagi pergerakan rupiah. Penguatan rupiah terjadi seiring munculnya gairah positif di pasar modal.

Dalam penutupan perdagangan valuta asing, Kamis 29 Agustus 2013, rupiah menguat 297 poin (2,64 persen) ke level 10.935 per dolar Amerika Serikat. Penguatan yang dialami rupiah tampaknya mengikuti rebound yang terjadi di bursa saham dalam negeri.

Analis obligasi dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), Fakhrul Aufa, menyatakan di tengah ramainya ketidakpastian sentimen global, kenaikan BI Rate-lah yang berhasil mendorong penguatan rupiah. Ekspektasi pelaku pasar seakan terpenuhi setelah otoritas moneter memastikan menaikkan BI Rate menjadi 7 persen. “Investor senang karena BI Rate membuat imbal hasil amat menjanjikan,” katanya.

Sebelumnya, laju inflasi tahunan (year on year) yang mencapai angka 8,6 persen membuat prospek investasi dalam negeri menjadi kurang menarik. Tingginya inflasi akan mengancam kenaikan defisit transaksi berjalan yang akhirnya mengganggu cadangan devisa dan kinerja perekonomian.

Di sisi lain, penguatan rupiah didorong oleh tren positif pergerakan bursa global. Masih tingginya ketidakpastian sentimen global membuat pelaku pasar cenderung memilih mekanisme trading cepat guna memindahkan modal investasinya. Karena komoditas minyak dan emas sedang menurun, investor global pun beramai-ramai memindahkan modalnya ke bursa saham. “Bursa saham Asia rebound karena komoditas minyak sedang jatuh,” kata Fakhrul.

Berbagai sentimen yang bermunculan diperkirakan masih akan terus mempengaruhi pergerakan rupiah hingga akhir pekan. Fakhrul memperkirakan inflasi akan menjadi sentimen utama yang diperhatikan investor. “Jika inflasi Agustus melebihi ekspektasi, dapat dipastikan nilai tukar rupiah akan terus melorot,” katanya.

Pada perdagangan hari ini, Jumat 30 Agustus 2013, rupiah diprediksi bergerak terbatas pada level 10.900-10.930 per dolar AS.

MEGEL JEKSON
BI serap Rp 4,8 triliun dari lelang perdana SDBI
Oleh Nina Dwiantika – Kamis, 29 Agustus 2013 | 21:41 WIB

kontan
JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaksanakan lelang perdana Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI). Pada awal lelang SDBI, BI menyerap hasil lelang sebesar Rp 4,98 triliun dari target indikatif Rp 2,5 triliun dengan jangka waktu 1 bulan (27 hari) dan 3 bulan (90 hari).

“Jumlah penawaran yang masuk Rp 8,56 triliun atau jauh melebihi target yang ditetapkan (oversubscribed),” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Ahmad Johansyah, Kamis (29/5).

Adapun, hasil lelang Rp 4,98 triliun terdiri dari nominal pemenang tenor 1 bulan (27 hari) sebesar Rp 4,78 triliun denagn stop out rate (SOR) diskonto SDBI sebesar 5,95%. Sedangkan, nominal pemenang tenor 3 bulan (90 hari) sebesar Rp 200 miliar dengan SOR diskonto SBDI sebesar 6,30%.
Dollar mendekati Rp 12.000, pedagang Glodok galau
Oleh Barratut Taqiyyah – Kamis, 29 Agustus 2013 | 07:44 WIB

kontan

JAKARTA. Sejumlah pedagang elektronik di kawasan Glodok, Jakarta Barat, merasa frustrasi terhadap situasi ekonomi dalam negeri saat ini. Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menyebabkan rendahnya daya beli masyarakat.

“Dollar-nya naik, harga naik, pembeli makin sepi. Kalau bukan langganan, enggak bakal ada yang beli. Kalau (dollar) sudah Rp 12.000, enggak usah dagang lagi deh, bubar pulang saja,” ujar Joni (32), pemilik Toko Dunia, saat ditemui, Rabu (28/8/2013).

Menurut Joni, sebelum rupiah anjlok, dia masih bisa menjual 10-12 unit televisi dalam sehari. Namun, saat ini, dia hanya bisa menjual maksimal tiga unit televisi per hari, bahkan terkadang pernah tidak sama sekali.

Robin (23), pemilik Toko Titi Jaya, mengatakan, barang-barang yang mengalami kenaikan signifikan merupakan barang yang sering dicari dan berharga di atas Rp 1 juta, seperti televisi dan kamera digital. Kenaikannya bisa mencapai 10% dari harga sebelumnya.

“Dulu sebelum dollar naik, masih bisa jual 6-7 kamera sehari, sekarang sehari bisa enggak sama sekali,” ujar pemilik toko kamera ini. (Alsadad Rudi/Kompas.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s