likuid1ta$ @ BI … 260813

BI Harus Punya Strategi Penerbitan SDBI
Sabtu, 24 Agustus 2013 | 5:08
investor daily
JAKARTA- Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menyarankan Bank Indonesia harus memiliki strategi dalam penerbitan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) untuk menarik sejumlah pengusaha.

“BI sebagai bank sentral harus punya ‘iming-iming’ agar menarik para pengusaha untuk membeli SDBI, sehingga diharapkan akan memasukkan kembali pemasukan untuk cadangan devisa,” katanya kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Menurut Enny, jika pemasukan untuk cadangan devisa bisa berjalan secara signifikan, bisa membantu dalam penguatan nilai tukar rupiah yang saat ini semakin menurun hingga Rp11.035 per dolar AS dibanding sebelumnya yang masih berada di posisi Rp10.086 per dolar AS.

Hingga kini, cadangan devisa menurun menjadi 92 miliar dolar AS terhitung pada 31 Juli 2013 dibanding sebelumnya 98 miliar dolar AS pada 28 Juni 2013, padahal pada Agustus 2011 cadangan devisa mencapai 124 miliar dolar.

Ia mengtakan strategi tersebut harus dimiliki BI agar pengusaha tidak “memarkirkan” uangnya di luar negeri karena devisa ekspor lebih kecil yang masuk ke dalam negeri.

Kondisi tersebut disebabkan karena kegiatan ekspor impor yang menggunakan mata uang dolar AS, sehingga para pengusaha tidak mau disulitkan dengan tidak adanya mekanisme jika menggunakan rupiah.

Ennny juga menilai kesulitan tersebut dialami pengusaha karena kurangnya penerapan asas resiprokal, yakni kesamaan perlakuan antara ekspansi bisnis di dalam negeri bagi bank asing dan di luar negeri bagi bank nasional.

“Kalau tidak ada bank Indonesia misalnya di China, mereka juga kesulitan dan akan rugi, hitung-hitungan ekonominya kan begitu,” katanya.

Ia berharap penerbitan SDBI bisa menyerap suku bunga yang tinggi dan menaruh insentifnya di BI.

Enny menyarankan BI sebagai bank sentral bisa mengupayakan strategi tersebut dalam bentuk dialog kepada para pengusaha.

“BI mau tidak mau harus menjembatani dialog secara ‘reasonable’ dan rasional demi kepentingan nasional serta tidak mengesampingkan pengusaha,” katanya.

Beberapa waktu lalu BI mengumumkan akan segera menerbitkan SDBI untuk mengintensifkan pengendalian ekses likuiditas yang cenderung meningkat setelah Ramadhan.

Selain itu, BI juga akan menerbitkan GWM-LDR untuk memperkuat penyaluran kredit dan penghimpunan dana yang ‘prudent’ (hati-hati) dan GWM Sekunder untuk memperkuat manajemen likuiditas perbankan.(ant/hrb)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s