bbri seh #1 … 100813

Adu Cepat Laba Bank Go Public
7 August 2013 11:45 WIB

Dari 32 bank go public, peringkat terbawah ditempati Bank Kesawan ICB Bumiputera, Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Bank Capital Indonesia, dan Bank of India Indonesia. Agus Herta

Kue pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan saat ini masih terus dinikmati perbankan. Hampir semua bank, tak terkecuali yang go public, sampai dengan September 2012 labanya tumbuh. Namun, tidak semua bank tingkat pertumbuhan labanya sama.

Berikut peringkat (rating) bank yang go public versi Biro Riset Infobank (birI) berdasarkan perolehan laba (rugi) tahun berjalan per September 2012 yang dibandingkan dengan kinerja keuangan lain, yaitu aset, DPK, kredit yang diberikan, modal disetor, modal sendiri, ROA, ROE, BO/PO, dan

NIM. Berdasarkan estimasi dari model penilaian yang dilakukan Biro Riset Infobank, dari 32 bank go public, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menempati peringkat pertama. Sampai dengan September 2012, BRI memperoleh laba sebesar Rp13,17 triliun atau naik 26,22% dibandingkan dengan September tahun sebelumnya (year on year atau yoy).

Strategi desa mengepung kota yang dilakukan BRI sepertinya berjalan mulus. Penambahan jumlah kantor cabang di daerah perkotaan serta penambahan jumlah automatic teller machine (ATM) tampaknya tidak sia-sia karena hasil yang dipetik BRI sesuai dengan harapan.

Untuk menambah perolehan labanya, BRI juga mencoba bekerja sama dengan ritel-ritel modern yang tersebar di pelosok perkampungan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Bahkan, BRI berhasil menurunkan NIM-nya dari dua digit (10,04%) pada 2011 menjadi satu digit (8,43%) pada 2012.

Menguntit BRI, di peringkat kedua, ada Bank Mandiri dengan perolehan laba per Setember 2012 sebesar Rp11,52 trilun atau naik 21,41% dibandingkan dengan periode yang sama 2011. Tiga strategi yang dilakukan bank pelat merah yang satu ini berhasil menjaga competitiveness Bank Mandiri di tengah persaingan bank yang kian ketat.

Tiga strategi tersebut yaitu retail deposit, wholesale transaction, dan pendanaan ritel usaha kecil dan menengah (UKM). Bank Mandiri juga berhasil meningkatkan asetnya sebesar Rp588,41 triliun atau meningkat 17,23% dibandingkan dengan periode yang sama 2011.

Peringkat ketiga ditempati Bank Central Asia (BCA) dengan pertumbuhan laba per September 2012 sebesar 8,10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (yoy). Laba yang dibukukan BCA sampai dengan September sebesar Rp8,27 triliun. Peningkatan laba ini salah satunya disebabkan oleh pertumbuhan kredit BCA yang cukup besar, menembus 30% (34,86%) dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bank pelat merah yang lain, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI), menduduki peringkat keempat dengan perolehan laba per September 2012 sebesar Rp5,04 triliun atau meningkat 24,46% (yoy). Pada 2012 BNI juga berhasil menurunkan NIM-nya dari 5,92% menjadi 5,84%.

Di bawah BNI, di peringkat kelima, ada Bank CIMB Niaga. Bank CIMB Niaga berhasil memperoleh laba per September 2012 sebesar Rp3,11 triliun atau meningkat 30,82% (yoy). Peringkat keenam sampai dengan kesepuluh secara berturut-turut ditempati Bank Danamon, PaninBank, BTPN, PermataBank, dan Bank Mega.

Dari 32 bank go public, peringkat terbawah ditempati Bank Kesawan yang per September 2012 rugi sebesar Rp32,49 miliar atau turun 384,96% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peringkat lima terbawah secara berturut-turut ditempati Bank Kesawan, ICB Bumiputera, Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Bank Capital Indonesia, dan Bank of India Indonesia. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s