bbri @ semester 1 2013 … 230713

IHSG Menanti Sentimen Laporan Semester I

Oleh: Bastaman
pasarmodal – Senin, 22 Juli 2013 | 22:13 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Ben Bernanke memang tak asal bicara. Sekali ngomong, dampaknya bisa ke mana-mana.

Buktinya, baru sepekan berselang Ketua Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika (The Fed) itu mengatakan bahwa program stimulus Quantitative Easing III (EQ II) akan dilanjutkan, pasar modal di seluruh dunia langsung meriah. Tapi, sebaliknya, bursa Amerika justru melemah.

Di akhir pekan lalu (Sabtu pagi, 20/7/2013), Dow Jones Index Average dan Nasdaq ditutup melemah 0,03% dan 0,66%. Sebaliknya, Senin (22/7/2013), harga-harga saham di sejumlah bursa langsung menggeliat. Indeks Hang Seng, misalnya, hari ini mengalami menguatan sebesar 0,25%. Kenaikan juga dialami indeks Kospi (0,48%), Nikkei (0,47%), dan Straits Times (0,66%).

Bagaimana dengan Indonesia? Ada kejadian yang rada aneh di Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal pekan ini. Di tengah kemeriahan yang terjadi di pasar regional, Senin ini indeks harga saham gabungan (IHSG) justru melemah 45,43 poin (0,96%) ke level 4.678,98. Cukup tinggi, memang.

Menurut sejumlah analis, ada dua hal yang membuat IHSG turun. Pertama, saat ini orang sedang membutuhkan uang tunai untuk menghadapi Idul Fitri. Faktor lainnya, investor juga sedang menunggu laporan kinerja emiten semester I-2013 serta laporan penjualan rumah di Amerika Serikat serta data perekonomian Cina.

Kendati hari ini IHSG melemah, namun para analis melihat pekan ini bursa akan sedikit bergairah. Dana asing yang beberapa pekan lalu ke luar dari bursa, diperkirakan akan mulai kembali. Pekan-pekan ini sejumlah emiten perbankan bakal merilis laporan keuangannya.

Kendati dalam sebulan terakhir pertumbuhan kredit agak turun, para analis tetap yakin kinerja perbankan akan tetap mengkilap. “Untuk sektor perbankan, proyeksi labanya akan naik 20%,” kata Fadli, Analis Net Securities. Saham-saham yang direkomendasikan beli adalah BRI (BBRI), Mandiri (BMRI), dan BCA (BBCA).

Saham Telekomunkasi juga pantas di lirik. Salah satu yang disarankan para analis adalah saham Telkom (TLKM). Hingga semester I, BUMN ini masih mampu membukukan pendapatan Rp 40,16% atau tumbuh 9,36%. Sementara laba bersihnya naik 10,84% jadi Rp7,12 triliun. Hari ini saham TLKM ditutup menguat 0,86% ke level Rp 11.750. Para analis memperkirakan, saham BUMN ini berpotensi naik ke level Rp 12.150–13.000. [mdr]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s