bbri saat usai sabda the Fed … 170713

Menanti Sikap Om Ben, 12 Saham Jadi Pilihan

Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal – Rabu, 17 Juli 2013 | 12:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Pasar saham regional dan domestik sama-sama menanti arah kebijakan The Fed melalui testimoni gubernurnya, Ben Bernanke. Meski begitu, 12 saham bisa jadi pilihan. Apa saja?

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (17/7/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 27,01 poin (0,58%) ke posisi 4.671,048. Level terendah 4.646,384 dan tertinggi 4.679,44.

Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mengatakan, Gubernur The Fed, Ben Bernanke, akan memberikan testimoni (kesaksian) nanti malam di hadapan House Financial Services Committee. “Dari testimoni tersebut, diharapkan akan terlihat arah dari kebijakan The Fed untuk paruh kedua 2013 nanti,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Sementara itu, bursa Asia tadi pagi terlihat hanya bergerak variatif dalam ‘aksi wait and see’, menunggu testimoni tersebut. “Kondisi serupa diperkirakan terjadi pada IHSG. Pelaku pasar diperkirakan masih akan menunggu perkembangan, mengingat belum adanya sentimen yang baru,” ujarnya.

Satrio memperkirakan, IHSG bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4.580-4.680. Sinyal negatif bakal muncul jika IHSG tutup di bawah 4.580.

Lebih jauh dia menjelaskan, dalam empat hari perdagangan terakhir, dana asing terus mengalir di pasar reguler, meski pasar masih penuh dengan sentimen negatif dari kenaikan BI Rate. “Ini memperlihatkan bahwa sentimen eksternal masih lebih berperan daripada sentimen dalam negeri,” tutur dia.

Di atas semua itu, Satrio merekomendasikan posisi buy on weakness atas saham-saham sektor perbankan, konsumer, dan konstruksi. “Saham-saham tersebut masih Kami rekomendasikan selama IHSG masih bisa tutup di atas support 4.580,” ungkap dia.

Satrio menyodorkan saham PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Semen Indonesia (SMGR), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT United Tractor (UNTR), PT Adhi Karya (ADHI), PT Wijaya Karya (WIKA). “Buy on weakness saham-saham tersebut,” ucapnya.

Secara terpisah, Abdul Aziz, analis teknikal PT Astronacci Internasional mengatakan, IHSG mulai memberikan indikasi dalam fase konsolidasi setelah pada hari sebelumnya harga menguat tipis di level 4.644. “Saya berekpektasi ke depan, bahwa fase konsolidasi yang terjadi berpotensi membawa harga dalam arah penguatan seiring dengan pembentukan pola inverted head and shoulder yang terjadi,” ungkap dia.

Potensi penguatan tersebut juga, lanjut dia, ditopang oleh siklus Uranus Retrogade yang jatuh pada hari ini dan merupakan time price dalam mengantarkan harga menuju ke arah penguatan dengan target di level harmonic resistance 4.936. “Anda diharapkan supaya dapat mengambil momentum pergerakan tersebut dengan melakukan pembelian saham-saham pilihan Anda dengan tetap selalu memperhatikan risk and management secara disiplin,” ungkap dia.

Di tengah momentum pergerakan harga yang cenderung mengalami penguatan, Aziz melihat ada beberapa saham yang menarik untuk jadi pilihan. Saham-saham tersebut adalah PT Surya Semesta Internusa (SSIA), PT Pakuwon Jati (PWON) dan PT MNC Capital Indonesia (BCAP). [jin]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s