bnii, bbri DIBAL1K BI … 110713

OJK-Ditjen Pajak Tak Berhak atas Data Nasabah Bank

Oleh: Emanuel Kure
ekonomi – Rabu, 10 Juli 2013 | 14:03 WIB

INILAH.COM, Jakarta – OJK dan Ditjen Pajak dinilai tak berhak mengorek data nasabah bank. Sebab, rahasia nasabah dilindungi Undang-undang.

Dalam rangka menggenjot target penerimaan pajak pada tahun ini, Direktur Jenderal(Ditjen) pajak dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepakat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengorek data nasabah bank.

Ada dua hal penting dalam kesepakatan tersebut, yaitu sepakat untuk melakukan harmonisasi peraturan perundangan dan saling menukar informasi tentang data nasabah bank atau investor keuangan, sekaligus nilai transaksi.

Namun, pengamat hukum Perbankan Sutan Remy Syahdeni mengatakan OJK maupun Ditjen Pajak tidak bisa seenaknya mengorek data nasabah bank.

“Itu kan rahasia bank, dan rahasia itu adalah kewajiban bank dan sudah dilindungi oleh Undang-undang. Kecuali Ditjen pajak atau OJK meminta izin kepada Bank Indonesia (BI), tapi harus menyebutkan nama nasabahnya dan untuk keperluan apa?,” kata Sutan Remy kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu,(10/7/2013).

Ia mengatakan, harmonisasi Undang-undang itu boleh-boleh saja, tapi kerahasian perbankan itu dilindungi oleh Undang-undang. “Kecuali undang-undang tentang perbankan itu diubah, tapi selama undang-undang itu masih ada, kerahasiaan perbankan tetap berlaku,” tegas Sutan. [jin]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s