10K atm @bbri … 180615

JAKARTA kontan. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tengah bersiap diri untuk melaksanakan konsolidasi jaringan ATM antar bank berpelat merah. Dicky Rozano, EVP E-Banking BRI, mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan bank-bank BUMN untuk konsolidasi jaringan ATM ini. Pembahasannya sudah mencapai teknis, jaringan, komisi dan tarif.

Misalnya untuk tarif akan lebih murah atau kemungkinan akan di bawah dari tarif yang sudah ada. “Nantinya, para nasabah bank-bank BUMN akan menikmati tarif murah bertransaksi melalui ATM,” ucap Dicky, kepada KONTAN, Rabu (17/6).

Sis Apik Wijayanto, Direktur Funding and Distribution BTN, sependapat. Dia bilang, pihaknya mendukung rencana konsolidasi itu karena akan menguntungkan perusahaan dari sisi efisiensi dan volume transaksi. Menurutnya, konsolidasi 50 jaringan ATM akan sangat optimal. “Selanjutnya, bank-bank BUMN akan terus berdiskusi untuk konsolidasi ini,” tambah Sis Apik.

Editor: Barratut Taqiyyah

Empat Bank Besar Dominasi Mesin ATM di Tanah Air
3 May 2013 20:24 WIB

INFOBANK
BRI, BCA, Bank Mandiri dan BNI menjadi bank-bank yang memiliki jaringan ATM terbanyak, masing-masing sudah di atas 10 ribu unit. Paulus Yoga

Jakarta–Bank Indonesia (BI) mencatat hanya segelintir bank di Tanah Air yang aktif melakukan ekspansi jaringan ATM, sehingga diperlukan interoperabilitas agar ATM yang sudah ada bisa dimanfaatkan oleh perbankan secara menyeluruh.

“Dari 1998 sampai 2011, data menunjukkan selama kurun waktu 13 tahun, hanya enam bank yang secara kontinyu melakukan investasi terminal ATM, dengan jaringan ATM di atas 2000 unit,” ujar Direktur Eksekutif Akunting dan Sistem Pembayaran BI Boedi Armanto, kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 3 Mei 2013.

Dari data yang dikumpulkan Infobanknews.com, tercatat per akhir tahun 2011, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi bank yang paling banyak memiliki ATM sebanyak 8.996 unit, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebanyak 8.578 unit, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dengan 7.292 unit, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) 6.227 unit.

“Empat major acquiring banks, yakni Bank Mandiri, BCA, BRI dan BNI secara signifikan dan kontinyu investasi ATM. Pangsa pasar empat bank ini 67% dari total ATM,” imbuh Boedi.

Per akhir 2012, posisi bank-bank yang memiliki mesin ATM lebih dari 2 ribu unit berubah menjadi BRI diurutan pertama dengan 14.292 unit, disusul BCA dengan 12.026 unit, Bank Mandiri sebanyak 10.985 unit, BNI sebanyak 8.227 unit, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) 2.257 unit.

Per triwulan satu 2013, jumlah jaringan ATM bank-bank tersebut bertambah, BRI menjadi 14.397 unit, BCA sebanyak 12.026 unit, Bank Mandiri dengan 10.986 unit, BNI 8.279 unit, dan CIMB Niaga sebanyak 2.398 unit.

Dari sisi transaksi ATM, menurut Boedi, saat ini pertumbuhannya sekitar 50-52% per tahun, yang dilakukan melalui tiga perusahaan switching yakni PT Rintis Sejahtera penyedia jaringan ATM Prima, PT Artajasa Pembayaran Elektronis penyedia jaringan ATM Bersama, dan PT Daya Network Lestari penyedia jaringan ATM Alto.

“Paling banyak itu transfer antar bank, nasabah bank A ke bank B ke bank C. Sehingga kita dorong interoperabilitasnya. Kalau itu sudah bisa terlaksana, manfaatnya, transfer antar bank dengan ini fee based meningkat dengan pasar yang semakin besar. Jumlah ATM kita tidak terlalu besar juka dibandingkan negara-negara yang sama seperti China dan Brasil,” tutupnya. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s