rupiaaa(BI RAte 6%)aaH … 140613

Rupiah Mendapat Tuah BI Rate

Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal – Jumat, 14 Juni 2013 | 06:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (14/6/2013) diprediksi menguat terbatas. Mata uang garuda ini dapat tuah dari kenaikan BI rate.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, ada harapan bagi rupiah untuk menguat terbatas setelah kenaikan BI rate ke level 6%. Laju rupiah Jumat ini pun, kaata dia, kemungkinan mulai stabil.

Sebab, seharusnya dengan BI rate di level 6%, bisa menarik kembali minat invesatsi asing ke Indonesia untuk kembali berposisi net buy sehingga bisa memicu kestabilan. Paling tidak, untuk jangka pendek. “Karena itu, rupiah berpeluang menguat terbatas dalam kisaran 9.825 hingga 9.915 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Sementara itu, dari eksternal semalam pasar sudah mendapatkan data retail sales yang angkanya sudah diprediksi naik ke atas 0,4% dari publikasi sebelumnya 0,1% dan klaim tunjangan pengangguran AS. “Jika data tersebut melampau estimasi, bisa memicu kekhawatiran penarikan stimulus The Fed yang lebih cepat,” ujarnya.

Sebab, data tersebut menunjukkan tingkat belanja masyarakat AS yang lebih baik sehingga kemungkinan AS tidak memerlukan suntikan stimulus yang terlalu besar. “Stimulus senilai US$85 miliar per bulan kemungkinan akan dikurangi sebesar US$5-10 miliar per bulan,” ucapnya.

Tapi sebenarnya, Christian menggarisbawahi, kekhawatiran atas penarikan stimulus itu sudah terdiskon di pasar. “Kuncinya, agar rupiah bisa terus stabil tinggal menyelesaikan kebijakan penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi,” timpal dia.

Sebab, subsidi BBM semakin menggerus tingkat belanja pemerintah dan menciptakana distorsi pada perilaku konsumsi di masyarakat. “Saya berharap ada legitimasi terhadap reformasi subsidi BBM ini supaya fluktuasi liar rupiah bisa berkurang,” ungkap dia.

Begitu juga dengan Bank Dunia yang memangkas outlook pertumbuhan global yang juga sudah terdiskon. “Perlambatan ekonomi global secara keselurhan sudah tampak dari indikator data ekonomi bulanan yang dirilis. Karena itu, tidak perlu terkejut dengan outlook itu. Bahkan sebenarnya, untuk China perlembatannya, tidak seburuk yang diperkirakan sehingga masih ada sisi positifnya,” papar dia.

Menurut Christian, pasar tinggal melihat laporan Consumer Price Index (CPI) dalam negeri. “Jadi, setelah BI rate naik itu murni supaya menarik minat investasi asing,” ucapnya.

Sebab, dari sisi tekanan inflasi masih sedikit bukti yang menunjukkan bahwa tekanan inflasi mulai menanjak. “Sebab, dalam 18 bulan terakhir, laporan harga inflasi sebenarnya berkurang. dan CPI bahkan masih moderat,” tuturnya.

Bahkan, inflasi inti sempat menyentuh level terendah dalam 3 tahun pada laporan Mei 2012. Jadi, dari sisi ini cukup berbahaya jika BI rate bertahan di level tinggi sementara inflasi rendah. “Kondisi ini nantinya justru bisa membahayakan kondisi pertumbuhan yang sejauh ini agak lumayan di dalam negeri,” kata dia.

Namun demikian, dengan inflasi masih cukup rendah, kenaikan BI rate bisa dipahami. “Kebijakan itu semata untuk meredam nilai tukar rupiah dan menarik para investor asing untuk kembali berinvestasi di Indonesia,” ungkap dia.

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (13/6/2013) ditutup melemah 25 poin (0,253%) ke posisi 9.880/9.885.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s