NAEK tuh bunga $1mpanan … 130613

BI RATE: Peluang Naik atau Turun Tipis
Roberto A. Purba – Kamis, 13 Juni 2013, 03:05 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA–Bank Indonesia masih berpeluang mempertahankan, bahkan menurunkan suku bunga acuan setelah menaikkan fasilitas simpanan Bank Indonesia menjadi 4,25%.

Ekonom PT Bank Internasional Indonesia Tbk Juniman mengatakan peluang terbesar yakni BI mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75%.

“Kemungkinannya tetap, peluang untuk turun ada, tetapi kecil. BI pasti ingin pertumbuhan ekonomi semakin baik, sehingga tidak merespons pasar dengan menaikkan BI Rate,” katanya, Rabu (12/6/2013).

Juniman mengatakan bank sentral akan lebih cenderung mengevaluasi dampak kenaikan FasBI terhadap kondisi pasar, termasuk nilai tukar rupiah.

Dia memerkirakan keputusan menaikkan BI Rate kemungkinan baru akan diambil pada bulan depan.

Acuviarta Kartabi, peneliti Laboratorium Manajemen Universitas Padjadjaan, mengatakan keputusan menaikkan FasBI cukup positif di tengah kondisi pasar yang sedang panas.

“Bank sentral berjanji akan membuat paket kebijakan untuk merespons kondisi pasar, baik terkait inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, dan suku bunga kredit. Oleh karenanya, bank sentral punya peluang besar untuk mempertahankan BI Rate,” katanya.

Acuviarta mengatakan bank sentral sudah mampu mempertahankan BI Rate sejak tahun lalu, walaupun tekanan terhadap inflasi terus mendera. Langkah tersebut memberikan sinyal positif, terutama untuk penyaluran kredit perbankan.

Menurutnya, apabila BI Rate naik saat ini langsung memicu kenaikan suku bunga kredit. Likuiditas di pasar yang semakin ketat merupakan sinyal awal kenaikan biaya dana.

Presiden Direktur PT Bank Bumi Arta Tbk Wikan Aryono mengatakan bank sentral pasti sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kondisi ekonomi saat ini.

“Pak Agus Martowardojo [Guberbur BI] juga mantan bankir, jadi pasti tahu apa yang terbaik. Keputusan menaikkan FasBI juga merupakan instrumen untuk menahan inflasi,” katanya.

Wikan mengatakan dana Bank Bumi Arta yang saat ini ditempatkan pada instrumen BI sebesar Rp795 miliar.
Dia mengatakan besaran dana tersebut terus dijaga dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk ekspansi kredit.

Editor : Hery Lazuardi
12. June 2013, 9:16:16 SGT
Suku Bunga Simpanan Naik ke 4,25%
wsj
oleh I Made Sentana dan Linda Silaen

JAKARTA—Bank Indonesia menaikkan suku bunga overnight deposit facility (dulu disebut Fasilitas Simpanan Bank Indonesia/Fasbi) sebesar 25 basis poin. Dengan demikian, bunga Fasbi naik dari 4% menjadi 4,25%. Langkah itu diambil guna meredakan tekanan yang kian kuat atas mata uang rupiah, demikian keterangan BI, Rabu.

Mata uang dolar. BI menaikkan suku bunga deposit facility guna meredam tekanan yang kian kuat atas rupiah.
Dalam siaran pers, BI menyatakan “siap mengambil langkah apapun yang diperlukan” guna menjaga stabilitas moneter menyusul depresiasi rupiah yang berlangsung beberapa hari ini.

Kenaikan suku bunga overnight itu ditetapkan menjelang rapat kebijakan bank sentral pada Kamis. Menurut para analis, BI kemungkinan akan mempertahankan BI Rate pada level 5,75% untuk 16 bulan berturut-turut.

Akhir-akhir ini, tekanan terhadap rupiah kian meningkat. Salah satu faktornya adalah aksi para investor asing melepas obligasi dan saham nasional, sebagai antisipasi atas pemangkasan program pembelian surat utang oleh bank sentral Amerika Serikat terkait tanda-tanda pemulihan ekonomi di negara itu.

Dolar AS diperdagangkan di level Rp9.830 pada Selasa sore di pasar antarbank Jakarta. Namun, banyak bank telah menjual dolar kepada para pembeli seharga lebih dari Rp10.000 sejak Senin. Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia jatuh sebesar 3,5% pada Selasa, sementara imbal hasil surat utang negara berdenominasi rupiah naik rata-rata sebesar 12 basis poin.

Bank Indonesia diduga telah melepas dolar ke pasar sejak bulan lalu guna meredam penurunan nilai rupiah. Sejauh ini, mata uang Indonesia itu telah turun 3,5% atas dolar tahun ini. Defisit transaksi berjalan yang dicatatkan Indonesia juga menjadi pemicu merosotnya nilai rupiah.

Menurut Bank Indonesia, cadangan devisa pada pekan lalu berkurang sebesar $2,3 miliar menjadi $105 miliar. Para ekonomi berpendapat hal itu umumnya terjadi karena intervensi untuk mempertahankan nilai mata uang lokal.

Menurut BI pada Rabu, pasar akan terus disuntik dengan dolar jika dibutuhkan.

Menteri Keuangan Chatib Basri di hadapan wartawan mengatakan bahwa ia berharap nilai rupiah akan kembali naik setelah pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.

Pemerintah pada akhir Juni berencana menaikkan harga BBM bersubsidi demi menekan konsumsi bahan bakar jenis tersebut. Pada gilirannya, volume impor BBM akan turut berkurang.

“Rencana pemerintah jelas. Harga BBM bersubsidi akan dinaikkan,” ujar Basri. “Pasar akan menyambut kebijakan itu.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s