rupiaaa(Rp10K/1US$)aaH … 120613

Menkeu yakin rupiah menguat jika BBM sudah naik
Oleh Noverius Laoli – Rabu, 12 Juni 2013 | 13:18 WIB
kontan

JAKARTA. Menteri Keuangan Chatib Basri memastikan bahwa dalam waktu dekat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Soalnya, kenaikan harga BBM bersubsidi sudah mendesak dilakukan agar perekonomian Indonesia kembali stabil dan rupiah bisa kembali menguat. Hal tersebut disampaikan oleh Chatib, usai menemui SBY dan melaporkan kondisi perekonomian Indonesia terakhir di Kantor Presiden, Rabu (12/6).
Chatib menjelaskan, ia telah menjelaskan kepada Presiden, bahwa nilai rupiah akan kembali stabil jika harga BBM bersubsidi sudah naik. “Sebab defisit terbesar dari neraca perdagangan kita itu adalah impor migas. Kalau BBM dinaikkan, itu disparitas harga atau perbedaan harga antara domestik dengan pasar internasional mengecil dan rupiah menguat,” ujar Chatib.
Menkeu menjelaskan, dengan dinaikkan harga BBM, maka ia optimistis angka penyelundupan BBM bersubsidi berkurang, dan konsumsi BBM juga ikut berkurang. Hasilnya, defisit dalam transaksi atau neraca perdagangan akan mengalami pengurangan dan rupiah bisa menguat.
Dalam rangka menstabilkan nilai rupiah dan ekonomi nasional, Chatib mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan.
“Saya komunikasi terus dengan pasar untuk memberi informasi mengenai proses pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pembaruan yang saat ini sedang digodok di Dewan Perwakilan Rakyat. Sambil menunggu kenaikan BBM ini, pemerintah melakukan sejumlah langkah,” ujar Chatib. Namun sayang, ia enggan membeberkannya.
Chatib hanya bilang, tidak bisa menjelaskan langkah-langkah tersebut secara detail, karena akan berefek pada setiap orang dalam mengambil posisi rupiah. Tapi yang pasti Kementerian Keuangan telah berkomunikasi dengan Bank Indonesia dan BUMN.
Chatib optimistis pelemahan rupiah ini tidak akan sampai Lebaran nanti, sebab kata dia, pelemahan rupiah sifatnya temporer saja.
Pelemahan rupiah terparah sejak 2011
Oleh Asnil Bambani Amri – Selasa, 11 Juni 2013 | 10:51 WIB

kontan

JAKARTA. Kondisi mata uang rupiah mengalami pelemahan terbesar sejak 20 bulan terakhir. Kondisi ini terjadi karena banyak investor asing menarik dana akibat adanya kekhawatiran kekurangan dollar di dalam negeri.

Untuk pasar forward satu bulan ke depan, kurs rupiah turun 2,3% menjadi Rp 10.355 per dolar Amerika Serikat (USD) pada pukul 3:00 WIB. Menurut situs Bloomberg, nilai kurs rupiah tersebut merupakan yang terlemah sejak Agustus 2009.

Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar spot turun 0,1% menjadi Rp 9.815 per dollar AS. Seperti diketahui, investor luar negeri telah menarik sebesar US$ 812 juta di pasar Surat Utang Negara (SUN) dan saham pada bulan ini,

Herdi Wibowo, Kepala Fix Income pada PT BCA Sekuritas bilang, kondisi mata uang rupiah sulit pulih kembali. “Ini semua tentang pasokan dolar AS,” kata Wibowo seperti yang dikutip dari situs Bloomberg.

Ia menjelaskan, rupiah berpotensi melemah lebih lanjut karena terlambatnya kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi yang berakibat kenaikan impor energi dan memperburuk kondisi transaksi rupiah.
Ini daftar kurs dollar AS di beberapa bank
Oleh Asnil Bambani Amri – Selasa, 11 Juni 2013 | 11:12 WIB

KONTAN

JAKARTA. Kurs tengah rupiah dari Bank Indonesia hari ini (11/6) berada di posisi jual Rp 9.870 dan kurs beli Rp 9.772 per dolar Amerika Serikat (USD). Sedangkan transaksi penjualan rupiah di bebebrapa bank sudah ada yang bertengger di atas Rp 10.000 per dolar AS.

Berikut perbandingan jual-beli rupiah di beberapa bank yang dikompilasikan KONTAN pada pukul 11.00 WIB hari ini (11/6):

Kurs jual

BCA : Rp 10.100 per dolar AS

Bank Mandiri : Rp 10.062 per dolar AS

BNI : Rp 10.055 per dolar AS

Bank Danamon : Rp 9.998 per dolar AS

BRI : Rp 9997 per dolar AS

Kurs beli

BCA : Rp 9.800 per dolar AS

Bank Mandiri : Rp 9.922 per dolar AS

BNI : Rp 9.805 per dolar AS

Bank Danamon : Rp 9.900 per dolar AS

BRI : Rp 9.805 per dolar AS

BI: Dolar AS Ditutup Rp 9.815
Herdaru Purnomo – detikfinance
Senin, 10/06/2013 22:16 WIB

Jakarta – Bank Indonesia (BI) angkat bicara mengenai anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sempat menembus Rp 10.000/US$. Pelemahan nilai tukar juga terjadi pada mata uang di kawasan regional.

BI menegaskan, dolar hari ini masih stabil di angka Rp 9.800-an. “Nilai tukar rupiah hari ini ditutup di angka Rp 9.815 per dolar AS. Rupiah masih stabil,” terang Direktur Eksekutif Direktorat Humas BI Difi Johansyah kepada detikFinance, Senin (10/6/2013).

Menurut Difi, penguatan dolar AS memang terjadi terhadap mata uang lainnya di kawasan ASEAN. Di sisi lain, BI memandang di pertengahan tahun rupiah memiliki tren melemah akibat pembayaran utang luar negeri dari swasta.

“Jadi ini memang musiman. Ada pembayaran utang luar negeri yang banyak membutuhkan pasokan dolar,” tegas Difi.

Lebih jauh Difi menjelaskan, dalam melihat nilai tukar rupiah sebaiknya masyarakat melihat acuan kurs bank sentral langsung. Antara lain melihat acuan Jakarta Interbank Spot Dolar (Jisdor).

“Lihat kurs Jisdor BI yang setiap harinya di-update pada pukul 10.00 pagi,” katanya.

“BI tetap siaga ada di pasar menjaga kestabilan nilai tukar rupiah,” imbuh Difi.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah siang tadi sempat mendekati level Rp 10.000/US$. Kemudian pada sore hari sempat menembus level Rp 10.000/US$ dan ditutup kembali di kisaran Rp 9.815/US$ sesuai dengan pernyataan BI.

(dru/dnl)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s