cadaaa($105 M)aangAn D3V1$4 … 100613

CADANGAN DEVISA: Waspadai Kenaikan Rasio Kewajiban Utang Luar Negeri
Hedwi Prihatmoko – Minggu, 09 Juni 2013, 23:11 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah perlu mewaspadai tren kenaikan rasio kewajiban utang luar negeri terhadap cadangan devisa.

Tony Prasetiantono, Ekonom Universitas Gadjah Mada, mengungkapkan pemerintah perlu mewaspadai kondisi itu dengan adanya rencana penambahan pembiayaan luar negeri untuk pembiayaan defisit anggaran yang membengkak di tengah tren penurunan cadangan devisa.

“Itu harus diwaspadai, tetapi tidak cuma mewaspadai utang luar negeri pemerintah, namun juga swasta karena sama-sama mempengaruhi cadangan devisa,” tulisnya dalam pesan singkat kepada Bisnis, Minggu (9/6).

Rasio kewajiban utang luar negeri terhadap cadangan devisa mengalami tren yang meningkat sejak 2011, setelah sempat mengalami penurunan sejak 2009.

Data Ditjen Pengelolaan Utang menunjukkan sejak 2009 sampai 2011, rasio kewajiban utang luar negeri terhadap cadangan devisa menurun dari 17,9% pada 2099 menjadi 7,4% pada 2011. Namun, pada 2012 rasionya meningkat menjadi 7,9%. Adapun pada 2013, rasionya diproyeksikan mencapai 8,7%.

Seperti diketahui, risiko pembengkakan defisit anggaran APBN 2013 menyebabkan pemerintah berencana menambah utang luar negeri, baik melalui penambahan penerbitan SBN valas maupun pinjaman program.

Padahal, cadangan devisa sampai dengan akhir Mei 2013 cenderung mengalami tren yang menurun, yaitu sebesar US$112,8 miliar pada akhir Desember 2012 menjadi sekitar US$105 miliar pada akhir Mei 2013.

Editor : Bambang Supriyanto
CADANGAN DEVISA Turun, Agus Marto Enggan Jelaskan Penyebabnya
Hedwi Prihatmoko – Jumat, 07 Juni 2013, 15:15 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2013 sebesar US$105 miliar, turun dibandingkan dengan posisi pada akhir April sebesar US$107,3 miliar.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo mengatakan operasi moneter yang dilakukan BI juga menjadi salah satu penyebab turunnya cadangan devisa. Sayangnya, Agus enggan merinci lebih lanjut langkah operasi moneter itu.

“Salah satunya itu adalah kita menjalankan operasional moneter, tetapi tentang detailnya tentu kami tidak bisa jelaskan,” katanya, Jumat (7/6/2013).

Bank Indonsia, jelasnya, terus fokus menjaga kepercayaan pasar dengan menjaga nilai tukar rupiah. Gubernur BI menegaskan intervensi yang dilakukan bank sentral untuk menjaga proses permintaan dan penawaran di pasar sesuai dengan kondisi fundamentalnya agar tetap sehat.

“Sekarang ini kami lihat bahwa nilai tukar sekitar Rp9.800/US$, kemarin di DPR kami katakan dengan penyesuaian harga bahan bakar minyak, pada 2013 rata-rata nilai tukar bisa Rp9.500-9.700/US$,” katanya.

Editor : Hery Lazuardi
Cadangan Devisa RI Anjlok Rp 19 Triliun dalam Sebulan
Maikel Jefriando – detikfinance
Jumat, 07/06/2013 16:27 WIB

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa (cadev) pada akhir Mei 2013 sebesar US$ 105 miliar. Angka tersebut mengalami penurunan hingga US$ 2 miliar atau Rp 19 triliun dibandingkan akhir April yang sebesar US$ 107,3 miliar.

“Memang diawal taun di US$ 112 miliar, tapi sempet bergerak, tapi (cadev) US$ 105 miliar adalah posisi Mei kita,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (7/6/2013)

Penururunan tersebut, menurutnya akibat dari kebijakan BI yang melakukan operasi moneter. Ini juga seiring dengan perkembangan pasar global.

“Itu adalah kita menjalankan operasional moneter. Tapi secara umum kita kan mengikuti yang banyak sekali bergerak itu kan dunia. Jadi terutama dunia ada spekulasi bahwa mungkin di Amerika stimulusnya mau ditahan, quantitative easing akan dipercepat selesai,” ujarnya

“Terus kemarin ada trade deficit dari Amerika memperbesar, jadi itu semua berdampak pada dunia. trus kemarin misalnya Jepang PM Abe bilang dia akan memberikan stimulus yang lebih baik lagi ini semua berdampak pada negara-negara termasuk kepada Indonesia,” sambung Agus.

Selain itu, Agus menuturkan bahwa BI juga berupaya fokus terhadap pembahasan APBN Perubahan yang saat ini tengah berlangsung. Dimana juga berpengaruh terhadap cadev.

“Jadi secara umum kalau kita di indonesia perhatian kita yang tinggi adalah pembahasan APBN,” ungkapnya.

(dru/dru)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s