cadaaa($107 M)aangaN dev1$4 … 140513

BI: Cadangan Devisa Meningkat Jadi Sebesar 107,3 miliar Dolar AS
Selasa, 14 Mei 2013 17:59 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa pada akhir April 2013 meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi sebesar 107,3 miliar dolar AS atau setara dengan 5,8 bulan impor, diatas standar kecukupan internasional.
Sebelumnya, tercatat cadangan devisa pada akhir Maret 2013 mencapai 104,8 miliar dolar AS atau setara dengan 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, di atas standar kecukupan internasional.
Direktur Eksekutif Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Peter Jacobs mengatakan hal itu kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Selasa (14/5/2013).
Peter menjelaskan defisit transaksi berjalan pada triwulan I-2013 tercatat sebesar 2,4% terhadap PDB turun dari 3,5% terhadap PDB pada triwulan sebelumnya. Perbaikan defisit transaksi berjalan disebabkan oleh membaiknya kinerja neraca perdagangan yang didorong oleh penurunan impor yang cukup tajam, khususnya barang-barang konsumsi, sementara beberapa komoditas ekspor nonmigas tetap tumbuh positif.
Sementara itu, transaksi modal dan finansial (TMF) pada triwulan I-2013 mencatat defisit seiring dengan menurunnya arus modal masuk, karena memburuknya kondisi perekonomian global dan meningkatnya tekanan inflasi di dalam negeri. Pada awal triwulan II-2013 arus modal masuk kembali meningkat cukup tinggi, antara lain terkait dengan penerbitan global bond Pemerintah RI.
Sementara itu, nilai tukar Rupiah mengalami depresiasi secara moderat pada April 2013, dengan intensitas tekanan yang menurun sejalan dengan kembali meningkatnya aliran modal masuk. Nilai tukar rupiah secara point to point hanya melemah sebesar 0,05% (mtm) mencapai Rp9.723 per dolar AS dengan volatilitas yang masih terjaga.
Menurut Peter permintaan valas yang mengalami peningkatan dapat diimbangi oleh meningkatnya pasokan valas nonresiden yang didukung oleh persepsi positif terhadap ekonomi Indonesia paska penerbitan global bond Pemerintah RI. Perubahan outlook rating S&P dari positif ke stabil berdampak sesaat pada nilai tukar Rupiah.
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan kondisi fundamental perekonomian serta melanjutkan langkah-langkah pendalaman pasar valuta asing,” tuturnya.
Sedangkan IHK pada bulan April 2013 mengalami deflasi seiring dengan membaiknya pasokan dan upaya Pemerintah dalam memperbaiki kebijakan terkait impor hortikultura. IHK April 2013 tercatat -0,10% (mtm) atau 5,57% (yoy) didorong oleh deflasi volatile foods seiring dengan panen yang terjadi di berbagai daerah dan perbaikan kebijakan impor, khususnya bawang putih.
Di sisi lain, inflasi inti menunjukkan perlambatan (4,12%, yoy) searah dengan menurunnya harga komoditas global dan terjaganya permintaan secara umum, meskipun ekspektasi inflasi terindikasi mulai meningkat terkait dengan ketidakpastian kebijakan subsidi BBM.
“Ke depan, langkah-langkah koordinasi dengan Pemerintah perlu terus diperkuat, khususnya dalam meningkatkan produksi domestik dan memperbaiki upaya-upaya terkait impor hortikultura.”
Stabilitas sistem keuangan dan fungsi intermediasi perbankan tetap terjaga dengan baik. Kinerja industri perbankan yang solid tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) sebesar 18,9% yang berada jauh di atas ketentuan minimum 8% dan rendahnya rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross yaitu sebesar 1,97% pada bulan Maret 2013.
Sementara itu, pertumbuhan kredit hingga akhir Maret 2013 melambat menjadi 22,2% (yoy) sejalan dengan perlambatan ekonomi domestik. Kredit modal kerja dan kredit investasi masih tumbuh cukup tinggi sebesar 23,7% (yoy) dan 23,2% (yoy), sementara kredit konsumsi tumbuh 18,9% (yoy).
“Bank Indonesia memandang tingkat pertumbuhan kredit perbankan masih cukup konsisten dengan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini stabilitas sistem keuangan akan tetap terjaga dengan moderasi fungsi intermediasi perbankan seiring dengan perlambatan kinerja perekonomian nasional,” tuturnya.
Cadangan Devisa RI Meningkat Jadi US$ 107,2 Miliar di April 2013
Herdaru Purnomo – detikfinance
Rabu, 08/05/2013 09:22 WIB

Jakarta – Cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2013 meningkat hingga US$ 2,4 miliar dibandingkan pada akhir Maret 2013.

Dikutip dari situs resmi Bank Indonesia, Rabu (8/5/2013), per akhir April 2013 cadangan devisa RI tercatat US$ 107,2 miliar. Sedangkan pada akhir Maret kemarin cadangan devisa hanya berada di posisi US$ 104,8 miliar.

Cadangan devisa RI memang sempat turun pada akhir Maret 2013 lalu karena defisit transaksi berjalan yang meningkat. Hal tersebut disebabkan karena impor yang masih cukup tinggi, antara lain terkait masih tingginya konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak).

Cadangan devisa pada akhir Maret 2013 lalu mencapai 104,8 miliar dolar AS atau setara dengan 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Sementara itu, nilai tukar rupiah hari ini dibuka pada kisaran Rp 9.733/US$.

Berikut data cadangan devisa RI sejak awal 2013 :

Januari 2013 : US$ 108,8 miliar
Februari 2013 : US$ 105,2 miliar
Maret 2013 : US$ 104,8 miliar
April 2013 : US$ 107,2 miliar

(dru/ang)

Advertisements

One thought on “cadaaa($107 M)aangaN dev1$4 … 140513

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s