bbri LAWAN infla$1 … 050313

Selasa, 05 Maret 2013 | 17:05 WIB
Aksi Jual Saham Bank Jatuhkan Indeks

TEMPO.CO, Jakarta – Aksi jual saham menjelang akhir perdagangan membuat indeks kembali mengalami penurunan dalam dua hari beruntun.

Pulihnya bursa regional setelah mengalami koreksi tajam sehari sebelumnya sempat dimanfaatkan oleh para investor domestik untuk membeli saham di harga yang rendah. Akibatnya, indeks sempat berada di area positif. Namun, jatuhnya saham Bank Danamon, Bank BRI, serta Bank BCA membuat indeks kembali terkoreksi.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini, Selasa, 5 Maret 2012, ditutup kembali turun 9,76 poin (0,2 persen) ke level 4.751,701. Saham perbankan turun 1,44 persen, memimpin kejatuhan indeks kali ini.

Analis dari PT Mega Capital Indonesia, Arief Fahruri, menjelaskan bahwa aksi ambil untung yang kembali dilakukan oleh investor menjelang pasar tutup membuat indeks melanjutkan penurunannya. “Harga saham perbankan yang dianggap sudah naik cukup kencang dan berakhirnya euforia keluarnya laporan keuangan emiten dimanfaatkan oleh para investor untuk merealisasikan keuntungan yang sudah diperoleh,” kata Arief.

Kenaikan indeks yang sangat kencang sejak awal tahun hingga akhir Februari kemarin ditopang oleh likuiditas yang tinggi di bursa Jakarta. Derasnya aliran dana asing yang masuk ke bursa membuat IHSG terus bergerak naik dan tak hentinya mencatat rekor tertinggi baru.

Tingginya laju inflasi pada Februari kemarin 0,75 persen yang melebihi perkiraan para analis serta neraca perdagangan yang kembali mengalami defisit membuat pasar cenderung konsolidasi. Ditambah lagi adanya kekhawatiran bahwa pemangkasan belanja Amerika Serikat mulai awal bulan ini karena tidak ada kesepakatan pemerintah dan konggres dapat membebani pertumbuhan ekonomi global.

Harga-harga saham unggulan sudah cukup tinggi dan dari sisi teknikal indeks juga sudah memasuki arena jenuh beli sehingga wajar investor melakukan aksi ambil untung. “Meskipun beberapa emiten ada yang belum mengeluarkan laporan keuangan,” ucapnya.

Saham yang berpindah tangan mencapai 6,69 miliar lembar, dengan nilai Rp 5,69 triliun, serta 160 ribu kali transaksi. Harga 149 naik, 109 turun, serta 97 saham lainnya stagnan. Dan investor asing mencatat penjualan bersih Rp 8 miliar.

Saham–saham yang membebani pergerakan indeks kali ini antara lain: Bank Danamon (BDMN) jatuh 4,8 persen menjadi Rp 6.000, Bank BRI (BBRI)merosot 2,3 persen ke Rp 8.550, Bank Mandiri (BMRI) turun 1,5 persen ke Rp 9.550, serta Bank BCA (BBCA) terkoreksi ke 1,9 persen ke Rp 10.500.

Dari kawasan regional, bursa Shanghai berhasil menguat 2,33 persen setelah kemarin turun cukup tajam karena keinginan pemerintah Cina untuk mengerem harga properti yang naik terlalu tinggi. Diikuti bursa Australia naik 1,19 persen, bursa Hong Kong menguat tipis 0,1 persen, bursa Tokyo naik 0,27 persen, bursa Seoul naik 0,17 persen, serta bursa Singapura juga menguat 0,26 persen.

VIVA B. K

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s