bbri DIDORONG seh … JUGA : 270213

Hedge Fund Dorong IHSG Setinggi-tingginya

Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal – Selasa, 26 Februari 2013 | 03:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Investor dan hedge fund asing diprediksi bakal terus mendorong penguatan IHSG setinggi-tingginya. Rendahnya suku bunga global dan menipisnya jumlah saham jadi katalisnya.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, investor asing masih terus masuk ke pasar Indonesia akibat rendahnya suku bunga di pasar internasional. Karena itu, pasar kebanjiran likuiditas.

Dia menegaskan, para hedge fund dari pasar global terus melakukan aksi beli saham di Indonesia. Pembelian yang terus menerus, karena mereka tahu, pasokan saham di pasar sudah menipis. “Para investor dan hedge fund akan kembali menaikkan nilai saham yang mereka miliki sehingga pada akhirnya mendorong penguatan IHSG setinggi-tingginya,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Senin (25/2/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 44,98 poin (0,97%) ke posisi rekor tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI) di level 4.696,107. Intraday terendah di level 4.656.261. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG tutup dengan rekor tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI) di level 4.696. Bagaimana Anda melihat arahnya hingga akhir pekan ini?

Saya pikir, IHSG akan terus menguat dalam hingga akhir pekan. Sebab, investor asing masih terus masuk ke pasar Indonesia akibat rendahnya suku bunga di pasar internasional. Karena itu, pasar kebanjiran likuiditas.

Hingga level berapa potensi kenaikan indeks hingga akhir pekan?

Dalam sepekan ke depan akan terus menguat, support indeks berada di level 4.600 dan resistance 4.700. Target IHSG adalah 5.000 hingga akhir April 2013.

Selain faktor rendahnya suku bunga internasional?

Para hedge fund dari pasar global terus melakukan aksi beli saham di Indonesia. Pembelian yang terus menerus, karena mereka tahu, pasokan saham di pasar sudah menipis. Sebab, saham-saham yang dipegang oleh investor besar biasanya dikunci. Ada juga saham tidak dikunci tapi sudah digadaikan ke bank sehingga tidak bisa dijual. Jadi, para hedge fund itu punya strategi masing-masing.

Sebab, berdasarkan analisis kuantitatif, saham sudah terbatas di pasar sehingga hedge fund terus melakukan pembelian.

Mengapa aksi beli saham dari investor asing dilakukan tanpa henti?

Pembelian saham itu untuk mengantisipasi pembagian dividen dan mengantisipasi buy back dari short position. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang membahas dividen biasanya dilakukan pada Mei-Juni. Karena itu, mereka sekarang melakukan pembelian.

Sektor saham yang jadi penopang penguatan indeks hingga akhir pekan?

Masih saham-saham bluechips. Sedangkan saham PT Bumi Resources (BUMI) sudah tak lagi jadi penggerak indeks. Seharusnya, kemarin indeks terus menguat tajam. Tapi, karena ada kabar positif dari BUMI, fokus investor sedikit teralihkan ke BUMI. Dalam sepekan ke depan, berita BUMI sudah selesai.

Para investor dan hedge fund akan kembali menaikkan nilai saham yang mereka miliki sehingga pada akhirnya mendorong penguatan IHSG setinggi-tingginya.

Bagaimana dengan sentimen regional?

Apalagi, sentimen regional dan global terutama Dow Jones Industrial Average (DJIA) masih memberikan sinyal positif seiring rendahnya tingkat suku bunga internasional. Baik di AS, Eropa, Jepang, dan Hong Kong yang bermain para hedge fund. Jadi, penopang penguatan IHSG adalah aksi para hedge fund dan rendahnya suku bunga di pasar internasional.

Hedge fund punya data bahwa jumlah saham di pasar sudah tipis. Sebab, investor jangka panjang melakukan aksi hold atas saham yang dipegangnya. Karena itu, hedge fund terus beraksi beli karena sebagian masih dalam short position. Akibatnya, saham-saham yang tidak likuid mengalami penguatan. Orang yang short position harus beli kembali di harga tinggi. Perhatikan saja saham yang tidak likuid seperti PT Gudang Garam (GGRM), PT Astra International (ASII) mengalami penguatan tajam.

Begitu juga dengan saham PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Mandiri (BMRI). Jika harga saham tidak turun dari level ketinggian, berarti saham tersebut akan terus naik sepanjang tidak ada gejolak di pasar internasional. Apalagi, gejolak di AS dan Eropa sudah berakhir.

Jadi, rendahnya suku bunga berkorelasi positif dengan kenaikan harga saham. Mereka mengalihkan deposito ke saham dan sebagian hedge fund justru meminjam uang dari bank untuk beli saham karena cost of fund menjadi rendah seiring rendahnya suku bunga internasional itu.

Saham-saham pilihan Anda?

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Astra International (ASII), PT Indosat (ISAT), PT Semen Indonesia (SMGR).

PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI). Saham-saham kecil juga perlu diperhatian oleh investor ritel seperti PT Adhi Karya (ADHI) dan PT Waskita Karya (WSKT) yang merupakan BUMN kontraktor.

Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?

Untuk trading jangka pendek bisa dilakukan pada saham-saham kecil dan saham-saham bluechip untuk jangka panjang. Dalam situasi IHSG yang terus reli, strategi harus dikombinasikan antara invetasi jangka panjang dan trading jangka pendek agar investor bisa bermain cepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s