bbri BELI dolar … 170113

Koordinasi BUMN-BI Bangkitkan Rupiah

Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal – Kamis, 17 Januari 2013 | 17:20 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (17/1/2013) ditutup menguat 30 poin (0,31%) ke posisi 9.660/9.680 dari posisi kemarin 9.690/9.700.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, penguatan rupiah hari ini salah satunya dipicu oleh sentimen positif dari dalam negeri. Menurutnya, rupiah mendapat sentimen positif dari Menteri BUMN Dahlan Iskan yang menyatakan, bahwa BUMN dan Bank Indonesia (BI) akan berkoordinasi.

Koordinasi itu dalam bentuk pembelian dolar AS oleh BUMN terutama Pertamina yang kebutuhan dolar AS-nya cukup besar untuk mengimpor minyak yang digunakan untuk pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalama negeri. “Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terkuatnya 9.640 dengan level terlemah 9.705 dari posisi pembukaan 9.680 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (17/1/2013).

Firman menjelaskan, saat Pertamina membutuhan dolar AS, bisa langsung menghubungi BI dan bank sentral akan menyuplai dolar untuk Pertamina sesuai dengan yang dibutuhkan. “Karena itu, pembelian dolar AS oleh Pertamina keluar dari pasar uang dan dapat akses langsung ke BI sehingga mengurangi fluktuasi rupiah,” ujarnya.

Sementara itu, dari eksternal, rupiah juga mendapat sentimen positif dari Eropa setelah tadi pagi International Monetary Fund (IMF) menyetujui pencairan dana bailout untuk Spanyol dan Portugal. “Sentimen tersebut juga membuat pasar cukup optimistis,” timpal Firman.

Apalagi, kata dia, hal itu terjadi jelang rilis Produk Domestik Bruto (PDB) China Jumat (18/1/2013) pagi yang angkanya sudah diprediksi naik dari 7,4% menjadi 7,8% untuk kuartal IV-2012.

Dari sisi data ekonomi, dia menggarisbawahi, memang cukup variatif. Tadi pagi pasar mendapati Fed Beige Book yang menyebutkan adanya perbaikan kondisi ekonomi di AS.

“Tapi, di sisi lain, tekanan inflasi AS yang dirilis semalam juga masih rendah di level 1,7% (year on year) dari publikasi sebelumnya 1,8%. Padahal, target inflasi The Fed di level 2% dan posisi inflasi 2,5% yang memenuhi syarat untuk pencabutan stimulus,” ungkap dia.

Kondisi itu, Firman menegaskan, masih menjaga estimasi pasar terhadap masih longgarnya kebijakan moneter AS dan masih memberikan ruang untuk pemberian stimulus lebih lanjut. “Walaupun, ada perbedaan pandangan antara dua petinggi The Fed Richard Fisher dengan Narayana Kocherlakota tadi pagi. Fisher menentang perpanjangan program pembelian obligasi sedangkan Kocherlakota sebaliknya,” ungkap Firman.

Sedangkan data yang dirilis di Asia tadi pagi, lanjutnya, cukup mengecewakan seiring pelemahan laju aktivitas industri di Jepang yang turun menjadi -0,3% dari sebelumnya 0,1%. “Begitu juga dengan kenaikan tingkat pengangguran Australia dari 5,3% menjadi 5,4%. Tapi, bagimanapun, pasar Asia lebih fokus pada PDB China besok sehinga sentimen secara umum masih positif untuk rupiah,” tandas dia.

Alhasil, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS melemah ke 79,65 dari sebelumnya 79,80. “Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke US$1,3346 dari sebelumnya US$1,3288 per euro,” imbuh Firman.

Dahlan: Pertamina & PLN Jangan Beli Dolar!
Gina Nur Maftuhah – Okezone
Rabu, 16 Januari 2013 18:43 wib

JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskan menginstruksikan PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) tidak melakukan pembelian dolar di pasar uang untuk kebutuhan dolar mereka. Imbauan tersebut sesuai kesepakatan yang diambil oleh mantan direktur utama PLN dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution dalam rangka penguatan kurs rupiah.

Dikatakan Dahlan, selama ini Pertamina mempercayakan pengadaan dolarnya kepada tiga bank BUMN (Bank Mandiri, BRI, BNI), tapi bank-bank tersebut lantas mencari dolar di pasar uang. Ini menimbulkan kesan bahwa Pertamina selalu mencari dolar sendiri di pasar uang.

Selanjutnya, sesuai dengan kesepakatan di antara kedua petinggi itu, tiga bank tersebut tidak akan mencari dolar untuk Pertamina di pasar uang. “BI yang menyediakan dolar untuk tiga bank tersebut bagi keperluan Pertamina,” ujar Dahlan, seperti dituturkan Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi, di Jakarta, Rabu (16/1/2013).

Menurutnya, kebutuhan dolar Pertamina memang sangat besar, mencapai sepertiga kebutuhan dolar nasional. Hal itu yang terutama untuk mendukung impor bahan bakar minyak (BBM) yang pemakaiannya terus meningkat.

“Pengendalian pemakaian BBM akan mengurangi tekanan kebutuhan dolar Pertamina. Besarnya pemakaian BBM di samping membengkakkan subsidi dari APBN juga memberi tekanan pada rupiah,” tambahnya.

Dengan dilaksanakannya kesepakatan baru antara Menteri BUMN dengan Gubernur BI tersebut diharapkan pasar dolar bisa lebih tenang.

“Pertamina tinggal mengajukan berapa dolar yang diperlukan melalui tiga bank tersebut, BI yang menyediakan,” kata Dahlan. (ade)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s