bbri @AKHIR TAON … 121212

INILAH.COM, Jakarta – Mayoritas saham bank diprediksi masih memberikan potensi keuntungan yang signifikan hingga akhir tahun. Tapi, beberapa justru berat melangkah. Seperti apa?

Pada perdagangan Selasa (11/12/2012) saham PT Bank Mandiri (BMRI) ditutup menguat Rp50 (0,62%) ke posisi Rp8.000; PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) stagnan di Rp7.050; PT Bank Negara Indonesia (BBNI) stagnan di Rp3.575;

PT Bank Tabungan Negara (BBTN) naik Rp10 (0,63%) ke angka Rp1.580; PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp100 (1,09%) ke angka Rp9.250; dan PT Bank Danamon (BDMN) ditutup bergeming di Rp5.600.

NS Aji Martono, Direktur PT Capital Bridge Indonesia melihat, saham-saham perbankan agak stagnan bahkan cenderung turun. “Hal ini dipicu oleh adanya peralihan dari saham-saham perbankan ke saham-saham di sektor lain seperti consumer goods dan farmasi,” katanya kepada INILAH.COM.

Tapi, lanjutnya, setelah saham-saham bank mencapai support, investor kembali akumulasi terutama, para fund manager. “Mereka berpeluang melakukan window dressing di saham sektor ini dengan melihat ketahanan pendapatan di sektor perbankan,” ujar dia.

Dia menegaskan, pendapatan bank nasional masih positif seiring suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang masih rendah. “Sekarang tinggal bagimana perbankan menyalurkan dan mendapatkan fee based income yang menjadi target utama dari pengelolaan bank,” papar dia.

Inilah, kata dia, yang bisa mendongkrak perolehan dividend yield untuk pemegang saham termasuk para fund manager. “Ini juga yang jadi alasan akan terjadinya window dressing pada saham-saham perbankan. Tujuannya, agar fund manager bisa menjaga portofolionya,” tuturnya.

Sekarang, Aji menyarankan, pemodal tinggal membaurkan pertimbangan teknikal dan fundamental untuk bertransaksi saham-saham bank. “Sebab, secara fundamental, segmen pasar setiap bank berbeda-beda sehingga perolehan pendapatan dari masing-masing juga berbeda,” timpal Aji.

Karena itu, menurut dia, ketelitian, kewaspadaan, dan kehati-hatian tetap harus diutamakan dalam menetapkan target pembelian untuk bekal di akhir tahun. “Pertimbangan fundamental dan teknikal harus dibaurkan dalam satu akumulasi saham,” tandas dia.

Pasalnya, pembauran ini juga menjadi satu faktor penentu memenangkan capital gain di masa mendatang.

Di atas semua itu, secara teknikal, Aji melihat penurunan pada saham BBRI sudah mencapai batas support-nya. Level Rp6.950 sudah menjadi titik bottom-nya untuk investor melakukan akumulasi kembali. Dia menegaskan, saham BBRI sudah terlalu rendah sehingga berpotensi menguat ke resistance Rp7.250. “Target akhir tahun sangat mungkin ke Rp7.650 dengan bottom yang sangat kuat itu,” ucapnya.

BMRI juga mengalami koreksi dalam beberapa hari dan sudah mulai sedikit rebound. Pemodal tinggal menunggu apakah saham ini sanggup menembus resistance Rp8.350. “Jika ditembus, target Rp8.750 di akhir tahun,” tuturnya.

Pergerakan BBNI masih tipis dengan support Rp3.500-3.600 dengan resistance Rp3.750 sekaligus jadi target akhir tahun. “Agak berat bagi BBNI untuk mencapai Rp4.000 lagi,” timpal dia.

Karena itu, pergerakan BBNI terkurung dalam angka support Rp3.500 dan resistance Rp3.750. “Inilah yang menyebabkan, transaksi di saham BBNI tidak begitu marak sehingga investor hanya melakukan trading jangka pendek. BBNI menunggu kabar aksi korporasi dan berita kinerja emiten untuk kuartal IV-2012,” ungkap Aji.

Sementara itu, dia melihat saham BBTN masih cukup menarik setelah menembus level resistance Rp1.600. Tapi, karena kondisi pasar tidak mendukung, saham ini turun ke bawah resistance tersebut. “Secara teknikal, saham ini akan terus berusaha menembus resistance tersebut dan target penguatan berikutnya adalah Rp1.700 sebagai resistance dan support Rp1.510,” timpal dia.

Aji merekomendasikan akumulasi beli untuk BBTN dengan target akhir tahun di Rp1.770 per saham dan target minor di Rp1.600.

BBCA masih rebound. Tapi, Aji menyarankan, investor sebaiknya lebih waspada. Menurutnya, pemodal lebih baik melakukan transaksi jangka pendek untuk BBCA agar menguntungkan. Sebab, secara teknikal arahnya masih volatile dalam kisaran support di Rp8.700 dan resistance Rp9.400 dalam sepekan ke depan.

Hingga akhir tahun, kata dia, target harga untuk BBCA paling mentok di Rp9.250. Untuk 9.500 masih berat, karena transaksi jangka pendek masih mewanai saham ini sehingga setiap penguatan berpeluang disusul profit taking. “Saya rekomendasikan trading buy untuk BBCA,” tegas Aji.

Terakhir dan yang cukup berat lajunya, kata Aji, adalah saham BDMN. Pergerakan saham ini agak lambat. Untuk tembus Rp6.000 saja masih syukur hingga akhir tahun. “Tapi, hati-hati. Sebab, untuk turun ke support Rp5.300 masih memungkinkan terjadi dengan resistance Rp6.050,” imbuh Aji sambil mewanti-wanti.

 

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1936515/inilah-target-akhir-tahun-saham-saham-bank

Sumber : INILAH.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s