def1$1t perdagangan NAEK … 111212

BI: Ada yang Sengaja Goyang Rupiah!

Oleh: Charles Maruli Siahaan
ekonomi – Senin, 10 Desember 2012 | 18:35 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Bank Indonesia (BI) menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menggunakan rumor defisit transaksi berjalan kian membesar sehingga membuat pelemahan rupiah.

“Mulai digembar-gemborkan transaksi berjalan mulai membesar. Itu benar-benar mencoba menghembuskan rumor-rumor negatif di pasar,” ujar Gubernur BI, Darmin Nasution usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (10/12/2013). Hari ini, rupiah terapresiasi ke 9,633 per dolar AS.

Tapi, Darmin menegaskan naiknya defisit transaksi berjalan itu tidak terlalu mengkawatirkan ekonomi nasional. “Kalau hanya sebesar itu. Nah, di akhir bulan apalagi akhir tahun seperti ini ada keperluan yang lebih besar untuk bayar utang, repatriasi profit, itu bisa lebih besar dari biasanya,” tuturnya.

Menurut Darmin, agak membesarnya defisit salah satunya disebabkan pada bulan itu bermunculan juga barang-barang seperti pesawat. “Tapi itu nggak tiap bulan, namun biasanya sekali 6 bulan,” jelasnya.

Pada akhir tahun, pihaknya percaya defisit tersebut akan tetap berada di sekitar 2,2% dari GDP. Dengan demikian itu suatu tingkat yang tidak mengkawatirkan moneter. Sebab penananman modal asing tetap lebih besar dari defisit. Hal itu bukan short term capital inflow.

“Kalau itu bisa menutup defisit biasanya itu tidak mempengaruhi. Saya tidak bilang aman, tapi tidak mengkhawatirkan,” katanya.

Dari data BPS, neraca perdagangan pada Oktober 2012 mencapai rekor tertinggi hingga US$1,54 miliar. Ekspor pada Oktober mencapai US$15,67 miliar. Sementara impor mencatat angka yang lebih besar dengan nilai US$17,21 miliar.
Defisit Perdagangan Bisa Bikin Bangkrut Industri
Penulis : Khaerudin | Senin, 10 Desember 2012 | 00:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Defisit perdagangan Indonesia yang makin besar, dinilai bisa membuat bangkrut industri nasional. Efek domino lain dari makin besarnya defisit perdagangan adalah pemutusan hubungan kerja, pengangguran hingga pemiskinan petani.

Demikian diungkapkan Salamuddin Daeng dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia di Jakarta, Minggu (9/12/2012).

Salamuddin mengatakan, pada bulan Oktober 2012, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 1,55 miliar dollar Amerika Serikat. Defisit perdagangan Indonesia telah terjadi sejak April, Mei, Juni dan berlanjut hingga Oktober 2012.

Nilai impor Indonesia periode Oktober 2012 mencapai 17,21 miliar dollar AS atau naik sebesar 12,16 persen jika dibanding September 2012.

Menurut Salamuddin, kondisi defisit perdagangan makin diperparah dengan daya beli masyarakat yang tidak lagi ditopang oleh upah dan pendapatan, tetapi ditopang oleh kredit konsumsi.

“Saat ini angka kredit perumahan, properti, kredit kendaraan bermotor, kartu kredit, telah berada pada posisi yang membahayakan. Meskipun Bank Indonesia akan mengatur kebijakan uang muka kredit pemilikan rumah dan kredit kendaraan bermotor sebagai strategi menahan laju peningkatan kredit, namun hal itu tampaknya sia-sia,” ujarnya.

Salamuddin mengatakan, pada gilirannya demam kredit untuk membeli barang impor ini akan sangat membahayakan perbankan nasional. Tingginya utang bank-bank nasional pada bank asing akan semakin meningkatkan kerentanan sektor perbakkan pada krisis global.

“Perbankkan nasional akan jatuh seiring peningkatan eskalasi krisis global pada bulan-bulan mendatang, dan potensi kredit macet di dalam negeri. Rezim SBY menjerumuskan rakyat dalam utang untuk membeli barang Impor,” katanya.
Editor :
Tjahja Gunawan Diredja

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s