rupiaaa(9654)aaH … 221112

Rupiah Melemah Paling Dalam Sejak 2009
Kamis, 22 November 2012 | 07:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Rupiah terkulai lemah. Kemarin (21/11/2012), kurs rupiah di pasar spot melemah 0,14 persen menjadi Rp 9.654 per dollar AS. Ini adalah level terendah sejak 29 Oktober 2009! Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), kemarin, rupiah turun 0,05 persen ke posisi Rp 9.643 per dollar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menengarai, BI sengaja membuat rupiah melemah. Tujuannya agar defisit neraca pembayaran Indonesia (NPI) tidak semakin jeblok. Maklum, kuartal I 2012, Indonesia mencatatkan defisit NPI sebesar 1,03 miliar dollar AS. Defisit NPI ini melebar pada kuartal II 2012 menjadi 2,8 miliar dollar AS.

Di kuartal III 2012, NPI memang mencatatkan surplus 800 juta dollar AS. Namun itu, belum cukup menambal defisit neraca pembayaran. Pada kuartal IV, NPI harus surplus 2,5 miliar dollar AS agar defisit tak semakin lebar. “Ini tentu harus ditopang masuknya dana asing dan penanaman modal asing (PMA),” kata Lana.

Edi Masrianto, Kepala Tresuri Bank Rakyat Indonesia (BRI), mengatakan meski rupiah cenderung tertekan saat ini, bulan Desember nanti, kurs rupiah akan menguat. Permintaan dollar AS di akhir tahun biasanya tidak terlalu banyak. Hanya, krisis utang di zona Eropa bisa menjadi ancaman bagi rupiah.

Saat ini, pelaku pasar masih menunggu kepastian bailout untuk Yunani. Edi yakin, Yunani tidak akan dibiarkan keluar dari Uni Eropa. Jika keyakinan ini benar, rupiah akan mendapatkan sentimen positif, seiring dengan penguatan nilai tukar euro.

Director Chief Economist Mandiri Group, Destry Damayanti, menyatakan tidak khawatir terhadap pelemahan rupiah saat ini. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi mencapai 6,5 persen, tingkat inflasi 5 persen serta suku bunga 5,75 persen di tahun ini bisa menjadi bahan bakar rupiah. Ia memprediksi, akhir Desember, rupiah akan berada di Rp 9.670 per dollar AS.

Adapun Edi memperkirakan, di pengujung tahun ini, rupiah bisa menembus ke posisi Rp 9.550 per dollar AS. Rupiah berpotensi menguat di awal tahun 2013. Sampai medio 2013, kurs rupiah bakal bergerak di kisaran Rp 9.500-Rp 9.600 per dollar AS.

Optimisme ini didasari kondisi ekonomi Indonesia yang cukup stabil. “Ketika ekonomi Eropa dan AS tidak stabil, investor melirik negara-negara Asia dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik seperti China, India dan Indonesia,” kata Edi.

Meski cenderung melemah, Lana melihat, BI akan tetap melakukan intervensi. “Tampaknya, opsi BI menambah dollar,” ujarnya. (Dina Farisah/Kontan)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s