cadaaa($110,3 M)aangAn d3v1$4 … 081112

Kamis, 08 November 2012 | 22:12 WIB
Oktober, Cadangan Devisa Naik Jadi US$ 110,3 M

TEMPO.CO, Jakarta – Bank Indonesia mencatat hingga Oktober 2012 cadangan devisa Indonesia naik menjadi US$ 110,2 miliar, atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Hal itu ditopang oleh membaiknya transaksi berjalan dan meningkatnya surplus transaksi modal finansial (TMF), khususnya investasi langsung,” kata Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat, Dody Budi Waluyo, dalam konferensi pers di Bank Indonesia, Kamis, 8 November 2012.

Menurut Dody, defisit transaksi berjalan tercatat 2,4 persen atau US$ 5,336 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) atau lebih rendah dari triwulan II 2012 sebesar 3,5 persen dari PDB. Sedangkan transaksi modal finansial mengalami surplus sebesar US$ 5,96 miliar.

Perbaikan defisit transaksi berjalan ini disebabkan oleh membaiknya kinerja neraca transaksi perdagangan yang didorong oleh penurunan impor yang cukup tajam, khususnya barang-barang konsumsi.

“Sementara beberapa komoditas ekspor non-migas seperti minyak sawit mentah (CPO) mulai tumbuh positif. Transaksi modal finansial mencatat peningkatan surplus yang lebih besar, terutama didorong investasi langsung (FDI), sehingga secara keseluruhan neraca pembayaran Indonesia triwulan III kembali mencatat surplus,” katanya.

Pada triwulan IV 2012, Bank Indonesia memperkirakan neraca pembayaran akan kembali mengalami surplus yang lebih besar dengan ditopang membaiknya transaksi berjalan dan meningkatnya surplus TMF, khususnya investasi langsung.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Kamis, 08 November 2012 | 14:39 WIB
BI Rate Tetap Bertahan 5,75 Persen

TEMPO.CO, Jakarta – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang digelar hari ini, 8 November 2012, memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen. Tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan tekanan inflasi yang rendah dan terkendali sesuai sasaran inflasi 2012 dan 2013 sebesar 4,5 plus-minus 1 persen.

“Sejalan dengan dinamika perekonomian dan sejumlah kebijakan yang ditempuh selama ini, ketidakseimbangan eksternal mulai mereda dengan defisit transaksi berjalan yang menurun dan neraca pembayaran mengalami surplus,” kata Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Dody Budi Waluyo dalam konferensi pers di Bank Indonesia, Kamis, 8 November 2012.

Selain itu, Dody menyatakan nilai tukar rupiah juga bergerak sesuai kondisi pasar dengan intensitas depresiasi yang menurun. Sedangkan perekonomian domestik masih tumbuh cukup baik. “Meskipun sedikit melambat akibat menurunnya ekspor karena dampak berlanjutnya pelemahan ekonomi global,” katanya.

Bank Indonesia selanjutnya akan mengarahkan kebijakannya untuk mengelola keseimbangan eksternal ke tingkat yang berkesinambungan, dengan tetap memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. “Bank Indonesia juga akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam upaya menjaga kestabilan ekonomi makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi global,” kata Dody.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s