laba bbri @Rp13,17 T … 311012

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sudah mulai mengurangi suku
bunga kredit sebesar 50-100 basis poin (1%-1,5%).

“Penurunan suku bunga kredit ini kami lakukan sesuai dengan permintaan Bank Indonesia (BI)
agar perbankan nasional melihat kembali suku bunga kreditnya untuk bisa diturunkan guna
menopang pertumbuhan ekonomi,” ujar Direktur Utama BRI, Sofyan Basir di Jakarta,
Rabu (31/10/2012). (inilah/dk)
BRI cetak laba bersih hingga Rp 13,17 triliun
Oleh Anna Suci Perwitasari – Rabu, 31 Oktober 2012 | 11:53 WIB

kontan

JAKARTA. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil mencatat laba bersih kuartal III 2012 senilai Rp 13,17 triliun. Angka ini naik 26% dibandingkan periode sama tahun lalu, yakni Rp 10,43 triliun.

“Kenaikan laba didasari oleh fee base income yang naik dan juga pertumbuhan bunga yang memang tidak terlalu signifikan,” kata Direktur Keuangan Achmad Baiquni saat paparan kinerja keuangan BRI di Jakarta, Rabu (31/10).

Memang pendapatan bunga bersih BRI cuma tumbuh tipis, 1,98%. Naik dari Rp 26,2 triliun pada periode yang berakhir akhir September 2011 lalu menjadi Rp 26,7 triliun tahun ini. Kenaikan laba bersih terkerek dari beban operasional selain bunga bersih yang turun dari Rp 13,61 triliun pada kuartal III 2011 menjadi Rp 10,99 triliun.

Hal tersebut mendorong laba operasional perbankan pelat merah ini melesat jadi Rp 15,73 triliun di sembilan bulan pertama tahun ini. Sebelumnya, pada waktu yang sama tercatat laba sebesar Rp 12,59 triliun.

Total aset perusahaan juga ikut naik tipis dari Rp 469,89 triliun menjadi Rp 482,78 triliun. “Dalam penghimpunan dana, BRI berhasil meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,48% dari Rp 309,71 triliun di kuartal III 2011 menjadi Rp 373,14 triliun tahun ini,” kata Direktur Jaringan dan Layanan Suprajarto dalam kesempatan yang sama.

Disisi lain, penyimpanan dalam bentuk Giro juga turun dari Rp 76,26 triliun menjadi Rp 68,62 triliun. Sementara tabungan naik tipis dari Rp 152,64 triliun menjadi Rp 158,82 triliun. Begitu pula simpanan berjangka yang mengalami kenaikan tipis menjadi Rp 148,11 triliun dari Rp 146,01 triliun.

Sementara pertumbuhan penyaluran kredit BRI di bawah industri, naik 15,88%. Dari Rp 276,3 triliun menjadi Rp 320,2 triliun. Sementara net interest margin (NIM) BRI turun dari 10,04% menjadi 8,43%.
Laba BRI dan OCBC naik 26%
Oleh Christine Novita Nababan – Rabu, 31 Oktober 2012 | 07:03 WIB
kontan

JAKARTA. Bank OCBC NISP dan Bank Permata berhasil membukukan pertumbuhan kredit di atas rerata industri, yakni masing-masing 40% dan 39%. Walhasil, dua bank swasta tersebut meraup kenaikan laba cukup tinggi di sepanjang kuartal ketiga tahun ini.

OCBC NISP, misalnya. Bank berstatus publik yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh OCBC Bank Singapura ini mengantongi laba bersih Rp 656 miliar atau tumbuh 26% ketimbang periode yang sama 2011 lalu. “Pertumbuhan laba ditopang peningkatan pendapatan non bunga 30% dan pendapatan bunga 14%,” ujar Parwati Surjaudaja, Direktur Utama OCBC NISP, dalam siaran pers, Selasa (30/10).

Pendapatan non-bunga tercatat sebesar Rp 597 miliar, dan pendapatan bunga mencapai Rp 1,87 triliun. Pendapatan bunga sendiri tumbuh karena tingginya penyaluran kredit, yakni dari Rp 36 triliun pada kuartal ketiga tahun lalu menjadi Rp 50,5 triliun pada periode ini. “Kredit tumbuh berkualitas lantaran strategi kami tepat menggenjot seluruh sektor tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian,” kata Parwati. Tak heran, non performing loan (NPL) kotor alias rasio kredit bermasalah turun dari sebelumnya 0,8% menjadi sekitar 0,4%.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), OCBC NISP berhasil membukukan kenaikan 25%, dari Rp 43 triliun menjadi sebesar Rp 53,6 triliun. Nilai aset meningkat 30% dari Rp 55,01 triliun ke Rp 71,4 triliun.

Sementara Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan laba bersih di kuartal III-2012 Rp 13,17 triliun. Naik 26% dibandingkan periode sama tahun lalu, yakni Rp 10,43 triliun. Pendapatan bunga bersih BRI cuma tumbuh tipis, 1,98%. Naik dari Rp 26,2 triliun menjadi Rp 26,7 triliun.

Sementara pertumbuhan penyaluran kredit BRI di bawah industri, yakni naik 15,88%. Dari Rp 276,3 triliun menjadi Rp 320,2 triliun. Sementara net interest margin (NIM) BRI turun dari 10,04% menjadi 8,43%.

Bank Permata mencatat peningkatan kredit sebanyak 39%, yakni dari Rp 64,6 triliun menjadi Rp 89,9 triliun. “Pertumbuhan merata terjadi di seluruh sektor kredit. Kami akan meningkatkan infrastruktur dan kompetensi agar kredit bisa tumbuh lebih mengesankan,” terang David Fletcher, Direktur Utama Bank Permata.

Sementara DPK naik 24% atau menjadi Rp 85,6 triliun. Pertumbuhan giro dan tabungan berkontribusi masing-masing 34% dan 37% atau menjadi Rp 18,6 triliun dan Rp 18,9 triliun. Sementara, deposito terkerek 17% menjadi Rp 48,1 triliun. Secara komposisi, deposito mendominasi pendanaan, sebesar 56%. Manajemen optimistis porsi dana murah bakal terus meningkat, sejalan dengan gencarnya promo tabungan berhadiah.

Laba bersih Bank Permata tembus hingga Rp 1,09 triliun atawa tumbuh 16% ketimbang September 2011 lalu yang hanya sekitar Rp 946 miliar. Peningkatan ini didorong oleh pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya, yakni masing-masing Rp 4,27 triliun dan Rp 831 miliar atau naik 43% dan 11%.

Faktor lain, karena ekspansi jaringan. “Antara lain, penambahan 9 cabang, 11 unit pembayaran mobile, dan 11 ATM,” ujarnya.
Beleid pembatasan DP tak pengaruhi kinerja bank
Oleh Roy Franedya – Rabu, 31 Oktober 2012 | 08:35 WIB

kontan

JAKARTA. Kebijakan loan to value (LTV) sektor otomotif dan properti belum mampu memperlambat penyaluran kredit konsumer Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA) dan Bank BNI. Buktinya, ketiga bank ini masih mencatatkan pertumbuhan kredit di atas 25%, padahal rata-rata pertumbuhan kredit konsumer perbankan hanya 19,8%.

Pertumbuhan kredit properti tertinggi dicatatkan BCA. Bank milik keluarga Djarum ini menyalurkan kredit kepemilikan rumah (KPR) Rp 40,4 triliun, tumbuh 69,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. BNI mencatatkan pertumbuhan KPR sebesar 27,6% menjadi Rp 23,07 triliun. Adapun Bank Mandiri tumbuh 27,4% menjadi Rp 20,92 triliun.

Di sektor otomotif, pertumbuhan kredit tertinggi diraih Bank Mandiri. Bank terbesar ini menyalurkan pembiayaan otomotif senilai Rp 14,1 triliun atau meningkat 57,38% (year on year/yoy). BCA mencatatkan pertumbuhan 22% menjadi Rp 19,3 triliun. Sementara Bank BNI hanya tumbuh 0,26% menjadi Rp 6,15 triliun.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan pemicu lonjakan kredit adalah tingginya kebutuhan masyarakat akan kendaraan karena transportasi massal belum memadai. Sedangkan permintaan KPR karena banyaknya masyarakat usia produktif yang belum memiliki tempat tinggal. “Selama masalah ini belum terselesaikan permintaan kedua kredit ini masih akan tinggi,” ujarnya, Senin (29/10).

Direktur Utama BNI, Gatot Suwondo, mengatakan penyaluran KPR menjadi fokus BNI terutama rumah pertama. Sebab, harga rumah kategori ini selalu naik dan terjadi kesenjangan permintaan dan penawaran. “Permintaan perumahan turun bila nilai kapitalisasi perumahan menurun, tetapi sepertinya tidak pernah, karena harga tanah dan bangunan terus meningkat,” ujarnya.

Direktur Consumer dan Ritel BNI, Darmadi Sutanto, mengatakan akan meningkatkan portofolio KPR dengan menawarkan beberapa promo, seperti bunga tetap 8% selama 5 tahun. “Kami menargetkan akhir tahun, KPR tumbuh minimal 30%. Penyaluran kredit kendaraan bermotor sengaja di rem karena potensi bubble ada di sana,” ujarnya.

Jahja menambahkan, kebijakan LTV akan terasa pada kuartal IV 2012 sehingga pertumbuhan kredit tidak akan setinggi tahun sebelumnya. “Kebijakan ini membuat masyarakat menambah waktu lebih panjang untuk menabung untuk mendapatkan membayar DP,” pungkasnya.

Kebijakan LTV berlaku Juni 2012. BI menerapkan uang muka 30% untuk KPR dengan luas bangunan 70m2 ke atas. Sementara uang muka kredit otomotif sebesar 25%-30%.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s