yang untung, yang akan … 290812

Danareksa dan Bahana masih untung
Oleh DH Forddanta, Adi W, Mona Tobing – Rabu, 29 Agustus 2012 | 06:15 WIB
… sebagai calon sekuritas yang akan diakuisisi BBRI neh …
kontan
JAKARTA. Nasib baik masih menaungi dua perusahaan sekuritas penjamin emisi penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Garuda Indonesia Tbk. Meski harus menjual rugi saham Garuda yang sebelumnya tidak laku saat IPO tahun lalu, kedua perusahaan itu masih mencatatkan keuntungan pada kinerja semester I 2012. Padahal, satu perusahaan sekuritas yang juga penjamin IPO Garuda harus merugi.

Dua perusahaan yang masih mencatatkan keuntungan adalah Danareksa Sekuritas dan Bahana Securities. Sementara Mandiri Securities harus menanggung kerugian.

Marciano Hersondrie Herman, Direktur Utama Danareksa, menjelaskan kinerja perusahaan sepanjang semester I 2012 lebih baik dibanding periode sama tahun lalu, meskipun harus jual rugi saham Garuda. Perusahaan harus rela merugi pada sebagian besar transaksi perdagangan efek pada semester I 2011. Total kerugian transaksi efek pada periode itu mencapai Rp 219,32 miliar.

Sementara, pada semester I tahun ini, hanya perdagangan saham Garuda yang menimbulkan kerugian. Sesuai pembagian saat IPO, Danareksa mengoleksi saham Garuda sebanyak 499 juta unit dengan harga Rp 750 per unit.

Lalu, PT Trans Airways milik Chairul Tanjung membeli saham itu Rp 620 per saham per April 2012. Hitung punya hitung, kerugian transaksi saham itu mencapai Rp 64,87 miliar. “Untung saja bisa melepas saham itu di harga cukup tinggi, seandainya dijual pada harga di bawah Rp 500, kerugian kami bisa lebih besar,” terang Marciano, beberapa waktu lalu.

Tidak kapok

Di Bahana Securities, kerugian akibat penjualan saham berkode GIAA itu lebih besar lagi. Soalnya, ia memegang saham Garuda lebih banyak, mencapai 990 juta saham. Dengan demikian, kerugian akibat transaksi saham itu mencapai Rp 128,7 miliar.

Namun demikian, Bahana Securities masih tetap untung, meskipun nilainya lebih kecil dibandingkan semester I 2011. Sayang, manajemen perusahaan ini enggan memberi penjelasan.

Berdasar laporan keuangan, total pendapatan usaha Bahana Securities per semester I 2012, bisnis trading saham memberi keuntungan besar, mencapai Rp 27,23 miliar, naik 204% dibanding periode sama tahun lalu.

Sayang, bisnis lainnya melesu, sehingga total pendapatan usaha hanya Rp 93,13 miliar, turun 17,27%. Walhasil, laba usaha pun menyusut.

Herman mengaku, tidak kapok menjadi penjamin IPO perusahaan pelat merah. Bahkan, ia berharap mendapat proyek privitasi pada semester II ini demi mendongkrak bisnis. Soalnya, manajemen harus mengejar target laba tahun ini Rp 40 miliar.

Namun, bila tidak mendapat proyek itu, manajemen bakal mendorong sektor bisnis lain, terutama jasa penasihat keuangan. Semester pertama 2012, jasa ini menghasilkan pendapatan bersih sekitar Rp 11,22 miliar, tumbuh 42,38% dibanding periode sama tahun lalu. n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s