cadaaa($106,56 M)aangan DEV1$4 … 110812

Cadangan Devisa RI Naik Tipis Jadi US$ 106,56 Miliar
Herdaru Purnomo – detikfinance
Jumat, 03/08/2012 15:17 WIB
Jakarta – Cadangan devisa RI hingga akhir Juli 2012 akhirnya mengalami kenaikan setelah dalam beberapa bulan terakhir tergerus. Cadangan devisa RI naik tipis US$ 60 juta dari bulan Juni 2012 yang tercatat sebesar US$ 106,50 miliar menjadi US$ 106,56 miliar.

“Cadangan devisa per 31 Juli 2012 sebesar US$ 106,56 miliar,” kata Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono kepada detikFinance, Jumat (3/8/2012).

Cadangan devisa Indonesia hingga akhir Juni 2012 sebelumnya memang mengalami banyak penurunan dibanding Mei 2012. . Tercatat sebanyak US$ 5 miliar cadangan devisa Indonesia ‘lenyap’ di Juni 2012.

Berikut data cadangan devisa RI di 2012 :

Januari 2012 : US$ 112 miliar
Februari 2012 : US$ 112,2 miliar
Maret 2012 : US$ 110,49 miliar
April 2012 : US$ 116,4 miliar
Mei 2012 : US$ 111,5 miliar
Juni 2012 : US$ 106,5 miliar
Juli 2012 : US$ 106,56 miliar

Pada bagian lain, Hartadi menyampaikan kepemilikan asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) di Juli 2012 mencapai Rp 651,1 juta atau sekitar 0,79% dari total dana di SBI.

“Sementar itu total kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) tercatat Rp 234,6 triliun atau mencapai 28,1%,” tutup Hartadi.

(dru/ang)
Cadangan Devisa RI Bertambah US$100 Juta
Posisi cadangan devisa per akhir Juli 2012 mencapai US$106,6 miliar.
Jum’at, 10 Agustus 2012, 17:35 Syahid Latif

VIVAnews – Bank Indonesia (BI) melaporkan, cadangan devisa Indonesia hingga akhir Juli 2012 mencapai US$106,6 miliar atau naik dibandingkan posisi akhir kuartal II-2012 sebesar US$106,5 miliar.

“Tingginya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia mendorong transaksi modal dan finansial mengalami kenaikan surplus yang signifikan,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Dody Budi Waluyo, dalam keterangan tertulis yang diperoleh VIVAnews, Jumat, 10 Agustus 2012.

BI mencatat, surplus neraca modal dan finansial pada triwulan II-2012 naik menjadi US$5,5 miliar dari US$2,5 pada triwulan I-2012. Kenaikan itu terjadi dalam bentuk investasi langsung (PMA), investasi portofolio, maupun penarikan utang luar negeri swasta.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa di tengah kondisi perekonomian global yang masih diliputi oleh ketidakpastian, keyakinan investor asing terhadap ketahanan dan prospek perekonomian Indonesia tetap tinggi,” ungkap BI.

Secara keseluruhan, surplus transaksi modal dan finansial tersebut belum cukup untuk menutupi defisit transaksi berjalan, sehingga pada triwulan II-2012, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami defisit sebesar US$2,8 miliar.

BI menilai, kuatnya permintaan domestik di tengah menurunnya perekonomian global telah berdampak pada kinerja sisi eksternal perekonomian Indonesia.

Transaksi berjalan triwulan II-2012 mengalami defisit sebesar US$6,9 miliar atau 3,1 persen dari produk domestik bruto (PDB), naik dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencatat defisit US$3,2 miliar atau 1,5 persen dari PDB. (art)

Cadangan Devisa Anjlok Rp46 T, Ini Sebabnya
“Nilai mata uang euro melemah, cadangan devisa pun ikut terpengaruh”
Jum’at, 6 Juli 2012, 14:10 Nur Farida Ahniar, Nina Rahayu

VIVAnews- Cadangan devisa Indonesia anjlok US$5 miliar (Rp46,9 triliun) dalam sebulan demi penyelamatan rupiah. Cadangan devisa akhir Juni sebesar US$106,502 miliar, turun dibanding akhir Mei sebesar US$111,528 miliar.

Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneteri Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan penurunan cadangan devisa itu disebabkan oleh beberapa faktor, salah sautnya digunakan untuk intervensi nilai tukar rupiah. Hal itu membuat BI harus melepas dolar di pasar dalam negeri untuk menyerap rupiah lebih banyak. Faktor lainnya adalah komposisi mata uang euro dalam cadangan devisa yang juga melemah.

“Sehingga ketika nilai mata uang euro melemah, cadangan devisa pun ikut terpengaruh,” ujarnya di Bank Indonesia, Jakarta, Jumat 6 Juli 2012.

Dengan angka cadangan devisa sebesar US$106,502 miliar, BI optimis penurunan itu tak banyak perpengaruh banyak bagi kestabilan ekonomi dalam negeri. Level itu masih cukup untuk menangkal tekanan negatif dari global.

Kepala ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan ketika dihubungi VIVAnews menilai wajar turunnya cadangan devisa tersebut untuk penyelamatan rupiah. BI terus melakukan intervensi agar nilai tukar rupiah tak melewati level psikologis Rp9.500-9.600 per dolar AS. Nilai tukar rupiah selama sebulan ini, nilai tukar rupiah berada di level Rp9.300-9.400 per dolar Amerika. Kurs tengah pada penutupan kemarin, Kamis, 6 Juli 2012 rupiah di level Rp9.403 per dolar AS.

“BI terus melakukan intervensi agar tak melewati level Rp9.500-9.600. Dengan sentimen global yang membaik semestinya tekanan intervensi berkurang,” ujarnya. (eh)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s